METRUM
Jelajah Komunitas

Membangkitkan Budaya Gemar Bersepeda

PENGGUNAAN bahan bakar fosil untuk sektor transportasi dan industri membuat kualitas udara menurun tajam. Potensi peningkatan pencemaran polusi udara yang sebagian besar dihasilkan dari emisi buang kendaraan ini terus meningkat sebanding dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 40% setiap tahunnya.

Sebanyak ratusan ribu unit kendaraan bermotor berseliweran di kota-kota besar, belum lagi ditambah puluhan ribu unit kendaraan yang masuk dari luar kota setiap akhir pekan atau liburan panjang.

Untuk menekan polusi di atas, salah satu solusinya adalah dengan bersepeda. Bersepeda merupakan gerakan energi yang terbarukan sebagai bentuk perlawanan ketergantungan kita terhadap penggunaan bahan bakar fosil. Tentu banyak sekali manfaat yang diperoleh dari segi kesehatan, lingkungan, dan kebahagiaan tersendiri.

Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang mudah dilakukan, membuat badan kita menjadi bugar dan percaya diri meningkat, serta memperoleh kebahagian hidup yang menyenangkan. Membuat kita tidak stress saat menghadapi kemacetan. Karena bersepeda itu bike. (baik)

Program bikeable

Dinas Perhubungan Kota Bandung melalui Bidang Perencanaan dan Pembinaan Transportasi melakukan upaya gerakan yang berfokus pada dua aspek program pembinaan transportasi, salah satunya adalah “Kampanye & Kebijakan Program Kendaraan Ramah Lingkungan (ecotransport)” yang dilaksanakan oleh seksi Bina Transportasi dalam rangka meminimalisir persoalan kemacetan dan polusi udara.

Berbagai kegiatan bernuansa bikeable city dilaksanakan dengan metode kolaborasi bersama komunitas, masyarakat umum, media massa, dinas-dinas terkait, institusi dan pelaku usaha, sebagai bentuk sinergitas saat pelaksanaan program atau kegiatan.

Kegiatan-kegiatan bikeable yang sudah dan masih dilakukan hingga saat ini adalah Jum’at Bersepeda, Bandung Nigth Ride, Bandung 1001 Sepeda dan Pelajar Nyasab. Semua kegiatan bersepeda tersebut selalu diiringi aksi kampanye budaya disiplin berlalu-lintas dan budaya menjaga lingkungan lebih baik dengan gerakan 1.000 tumbler atau tidak membuang sampah sembarangan.

Harapannya, upaya tersebut menjadi motivasi untuk membangkitkan masyarakat agar gemar bersepeda sebagai salah satu langkah kongrit dalam rangka mengatasi persoalan kemacetan dan polusi yang sudah kian mengkhawatirkan dan menghantui kita.

Lebih jauh lagi, semoga masyarakat tak hanya makin gemar bersepeda atau hanya sekedar hobi dan olahraga, tetapi semakin jauh ke depan menjadikan sepeda sebagai moda transportasi ke mana saja atau ke tempat aktivitas apa saja. 

Marilah senantiasa untuk mulai beraktivitas apapun dengan bersepeda dan jadikan sepeda sebagai sarana transportasi untuk bekerja, sekolah, kuliah atau usaha. Selain menyehatkan juga memberikan kontribusi nyaman terhadap lingkungan menjadi lebih baik. Salam boseh dan go green.

Tema “Membangkitkan Budaya Gemar Bersepeda” ini juga diangkat dalam program talkshow Republik Boseh edisi perdana di Metrum Radio pada Jum’at, 21 Februari 2020. (Cuham, Forkom Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: