METRUM
Jelajah Komunitas

Membangun Personal Branding

PERSONAL branding sangat dibutuhkan setiap manusia. Pasalnya, mayoritas orang menilai orang lain saat kesan pertama (first impression) bertemu. Sehingga, apabila Anda tidak memahami personal branding, bisa jadi Anda akan mengalami kesulitan dalam kehidupan sosial, seperti mencari pekerjaan, mencari relasi, mencari rekan bisnis, dan sebagainya. 

Berikut tips membangun personal branding Anda.

1. Kenali dirimu

Tips yang pertama ini sangat krusial, karena masih banyak orang yang tidak bisa mengenali dirinya sendiri. Mana mungkin Anda bisa melakukan personal branding apabila Anda tidak mengenal diri Anda sendiri.

Cara yang mudah dilakukan adalah berkacalah di depan kaca, lalu tanya diri Anda sendiri. Setelah mengenali diri, Anda harus selalu berintrospeksi setiap saat apabila kelemahan itu dapat merugikan diri Anda dan orang-orang di sekitar.

Dengan kalian berintrospeksi, Anda akan mengerti bagaimana menghargai diri dan orang lain. Lalu, temukan sisi unik dari Anda yang akan digunakan untuk personal branding kepada publik.

Jangan terlalu sering menunjukkan kelemahan Anda kepada publik, karena hal itu dapat menurunkan pasaran Anda secara drastis. Bungkus diri Anda dengan baik, agar orang ingin berteman dengan Anda. Dalam hal ini, saya tidak menyuruh Anda menjadi orang hipokrit, tapi hanya meminta Anda untuk menjadi pribadi yang hebat.

2. Selalu belajar

Jangan sampai Anda berhenti belajar. Belajar yang dimaksud adalah belajar apapun yang bisa membuat Anda lebih baik. Persaingan di luar sana sangatlah ketat, jadi sudah seharusnya selalu belajar seperti mengasah soft skill dan hard skill yang baru.

Dengan begitu Anda bisa bersaing dengan baik dan lebih baik lagi Anda memiliki nilai beda di hadapan publik. Karena dalam belajar Anda dapat berinovasi, berimprovisasi, dan bervariasi.

3. Speak up

Speak up (Sumber foto: www.google.com).*

Semua orang yang ingin personal branding-nya terbangun harus berani speak-up. Dengan menjadi orang yang lebih vokal, Anda akan dilihat oleh publik dan saat publik menerima Anda berarti personal branding yang sudah dibangun telah sampai pada publik.

4. Personal website

Website pribadi sangat dibutuhkan untuk menaruh portofolio Anda agar dilihat oleh publik. Apabila Anda seorang graphic designer, photographer, architecture, author, atau yang lainnya, website pribadi bisa Anda jadikan sebagai rumah untuk menyambut publik yang ingin menerima personal branding Anda.

5. Profesional

Apabila Anda sudah bisa menjadi orang yang profesional, orang-orang akan secara langsung menaruh hati kepada Anda. Apalagi di dunia kerja, profesional sangat dibutuhkan.

6. Attitude

Tingkah laku harus diperhatikan. Belajarlah menjadi pribadi yang tidak sombong, tidak serakah, tidak munafik, dan sebagainya. Dalam membangun personal branding, Anda harus menghindari sifat-sifat buruk seperti mudah puas, tidak percaya diri, pesimis, pemalu, malas belajar, susah bergaul, dan takut mencoba. (Acep Ilham Gunawan/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: