METRUM
Jelajah Komunitas

Mengatasi Nyeri Punggung saat Bekerja di Kantor

SAKIT punggung adalah salah satu dari sekian banyaknya masalah kesehatan bagi mereka yang bekerja di kantor dan depan komputer.

Budaya kerja yang kian membuat karyawan terus duduk sulit dihindari. Hal ini membuat Anda harus mencari cara agar terhindar dari masalah sakit tulang belakang. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Melansir laman boldsky.com, berikut cara-cara tersebut.

1. Jangan istirahat terlalu banyak

Setelah merasa cedera parah, waktu paling tepat untuk mengistirahatkan tubuh adalah selama satu hingga dua hari saja.

Berada di tempat tidur lebih lama dari itu, otot tubuh akan kehilangan secara bertahan dan kemampuan untuk mendukung punggung hilang.

Tetaplah aktif seperti biasa.

2. Dengarkan tubuh

Jika posisi atau gerakan tubuh menyebabkan rasa sakit, berhentilah sejenak dan mengeceknya.

Apabila itu berlanjut, segera hubungi dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

3. Duduk dan berdiri dengan tepat

Lindungi punggung bawah dengan postur yang baik. Duduk atau berdiri dengan punggung rata.Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, saat duduk di tempat kerja, pastikan permukaan tempat kerja berada pada ketinggian yang nyaman.

Kedua, gunakan kursi dengan lumbal yang bagus atau bisa menggunakan bantal sebagai dukungan. Ketiga, posisikan kursi pada ketinggian yang tepat dan istirahatkan kaki di atas bangku sesekali.

Keempat, ketika bangun dari posisi duduk, pastikan kaki sejajar dengan kaki. Kelima, ketika duduk terlalu lama, beristirahatlah secara teratur dan selalu berjalan-jalan selama beberapa menit.

4. Pertahankan berat badan yang sehat

Berat badan juga dapat memengaruhi beban terhadap tulang belakang. Saat mengalami obesitas, punggung akan berisiko terluka lebih besar.

5. Ganti posisi sesekali

Jika banyak pekerjaan, gantilah posisi sesering mungkin. Bangun, bergerak, dan peregangan setiap jam.

6. Hindari merokok

Ternyata, rokok juga berpengaruh terhadap punggung. Merokok dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang belakang dan menyebabkannya bertambah cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko sakit tulang belakang. (M1)***

komentar

Tinggalkan Balasan