METRUM
Jelajah Komunitas

Meski Sebatang Sehari, Rokok Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung 48 Persen!

HAMPIR semua orang tahu jika merokok menyebabkan beragam penyakit, meskipun hanya satu batang sehari.

Menurut para peneliti dari UCL Cancer Institute di Universitas College London, merokok sehari sekali sudah meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga 50 persen.

Melansir laman dailymail.co.uk, pria yang merokok satu batang sehari meningkatkan risiko penyakit jantung 46 persen. Selain itu, satu batang rokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga 48 persen.

Sedangkan wanita risikonya bertambah dua kali lipat dengan satu batang rokok sehari, dibandingkan bila mereka tidak merokok sama sekali.

“Tidak ada batas aman merokok bagi penyakit kardiovaskuler,” ujar Profesor Allan Hacksaw, pemimpin studi tinjauan pada 140 studi ilmiah ini.

Hacksaw menyarankan agar perokok benar-benar berhenti daripada menguranginya.

Untuk mengurangi secara signifikan risiko dua penyakit besar yang umum terjadi ini. Banyak yang mengira jika mengurangi jumlah rokok, mereka hanya akan terkena penyakit yang minimal.

Padahal, itu hanya untuk kasus kanker paru sendiri saja, dimana satu rokok memiliki risiko 5 persen dari risiko merokok 20 kali.

Sayangnya untuk kesehatan jantung atau stroke, itu tidak berpengaruh sama sekali. Apalagi untuk wanita.

Tim peneliti melihat para risiko merokok dari satu, lima, hingga 20 batang rokok per hari dalam studi yang telah dilakukan dari 1946-2015.

Berdasarkan hasil tersebut, para peneliti menyimpulkan jika risiko penyakit jantung dan stroke lebih besar datang dari perokok yang hanya satu batang per hari.

Risiko ini tidak disimpulkan begitu saja, para peneliti juga mengatakan ada mekanisme biologis yang berkaitan dengan kadar merokok yang rendah.

Seorang profesor di Universitas Ottawa, Kenneth Johnson, mengatakan jika merokok ringan, sesekali, atau merokok lebih sedikit tetap membawa risiko penting pada penyakit kardiovaskuler.

“Semua bisa dicegah jika para perokok berhenti sepenuhnya,” ujarnya.(M1)***

komentar

Tinggalkan Balasan