METRUM
Jelajah Komunitas

MTQ ke-49 Kota Bandung Resmi Dibuka, Pemkot Bidik Lahirnya Qari dan Hafiz Berprestasi

KOTA BANDUNG (METRUM) – Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang akan mewakili Kota Bandung ke tingkat Provinsi Jawa Barat dan nasional.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-49 tingkat Kota Bandung resmi digelar dan diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya Qurani sekaligus membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai ajang kompetisi membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter masyarakat sesuai visi Bandung Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis (Bandung UTAMA).

“MTQ harus menjadi ruang pembentukan karakter. Tujuannya bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga menghadirkan keberkahan serta mendorong pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Farhan saat membuka MTQ ke-49 Kota Bandung di Masjid Alun-alun Bandung, Minggu (21/6/2026).

Menurut Farhan, MTQ memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda yang memiliki pemahaman dan kedekatan dengan nilai-nilai keislaman.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi qari dan qariah di Kota Bandung agar mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar Kota Bandung terus melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu berprestasi di berbagai level kompetisi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-49 Kota Bandung, Sarifudin, mengungkapkan sebanyak 386 peserta dari 30 kecamatan ambil bagian dalam ajang tersebut. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juni 2026.

Dua masjid besar di Kota Bandung menjadi pusat pelaksanaan MTQ tahun ini, yakni Masjid Agung Alun-alun Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwah.

BACA JUGA:  Tenaga Matahari untuk Pengadaan Air, Sumbangsih Mahasiswa Diaspora Indonesia bagi Desa di NTT

Menurut Sarifudin, MTQ tidak hanya berfungsi sebagai arena perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk mencetak generasi Qurani yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Esensi MTQ adalah pembinaan. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa cabang perlombaan tahun ini disesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran. Namun demikian, substansi utama pembinaan pada bidang tilawah, qiraat, dan hifzhil Qur’an tetap dipertahankan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Muhammad Ali Abdul Latif, menyebut MTQ sebagai salah satu instrumen syiar Islam yang memiliki peran penting dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ sejalan dengan program Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama, membangun harmoni sosial, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.

“MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an. Ini adalah gerakan untuk membangun masyarakat yang berakhlak, moderat, religius, dan berkemajuan,” ujarnya.

Ia menilai, semangat MTQ juga sejalan dengan visi Bandung UTAMA yang menempatkan pembangunan karakter dan nilai keagamaan sebagai salah satu fondasi penting pembangunan daerah.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-49 ini, Pemerintah Kota Bandung berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta membawa nama Kota Bandung ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain mencetak qari dan qariah berprestasi, MTQ diharapkan semakin memperkuat budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandung. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.