METRUM
Jelajah Komunitas

Museum di Prancis Akui Banyak Koleksinya Palsu

SEBUAH museum seni di selatan Prancis mengejutkan dunia setelah sebagian besar koleksinya dinyatakan barang palsu. Hampir 60% dari koleksi Museum Etienne Terrus yang terletak di Elne itu dinyatakan palsu.

Dilansir dari AFP, museum tersebut merupakan bentuk dedikasi karya seniman lokal bernama Étienne Joseph Mathieu Terrus yang lahir pada 1857 dan meninggal pada 1922.

Museum tersebut baru saja dibuka pada akhir pekan lalu setelah adanya renovasi besar-besaran.

Namun, seorang sejarawan seni yang ditugaskan untuk mengatur ulang museum itu–menyusul akuisisi sekitar 80 lukisan– baru-baru ini menemukan bahwa hampir 60 persen dari seluruh koleksi di museum itu adalah palsu.

“Etienne Terrus adalah pelukis besar Elne. Dia adalah bagian dari komunitas, dia adalah pelukis kami. Mengetahui bahwa orang telah mengunjungi museum dan melihat koleksi yang kebanyakan palsu, itu buruk. Ini adalah bencana bagi kota,” kata walikota Elne, Yves Barniol.

Sejarawan seni sekaligus penemu kepalsuan, Eric Forcada menyatakan bahwa dirinya telah melihat langsung bahwa sebagian besar karya itu palsu.

Dia memperingatkan atase budaya di kawasan itu dan meminta pertemuan para ahli panel untuk mengkonfirmasi temuannya.

“Pada satu lukisan, tanda tangan tinta terhapus ketika saya mengelap sarung tangan putih saya di atasnya,” ujar Eric.

“Pada tingkat gaya, gayanya sangat kasar, tidak cocok dengan kanvas yang digunakan oleh Terrus. Dan ada beberapa anakronisme,” tambah Forcada.

Secara keseluruhan, dari 140 karya yang menjadi koleksi, 82 diantaranya merupakan barang palsu.***

komentar

Tinggalkan Balasan