TAIWAN (METRUM) – Popularitas suntikan pelangsing kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan terbaru mengenai potensi efek samping serius. Otoritas kesehatan di Taiwan menyatakan telah menerima sembilan laporan baru terkait reaksi merugikan pasca-penggunaan obat golongan agonis reseptor GLP-1 sejak awal tahun ini. Dengan tambahan tersebut, total kasus yang tercatat secara nasional kini mencapai 30 laporan.
Laporan terbaru tidak hanya mencakup gangguan pencernaan yang umum terjadi, tetapi juga keluhan yang lebih mengkhawatirkan seperti gejala neurologis dan psikologis. Beberapa kasus dilaporkan mengalami epilepsi, kehilangan kesadaran, pusing berat, hingga depresi.
Meski demikian, otoritas menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus seorang pria penderita diabetes di Kaohsiung yang diduga mengalami pendarahan mata setelah delapan minggu menggunakan suntikan tersebut. Namun, data yang masuk menunjukkan adanya peningkatan variasi efek samping yang perlu menjadi perhatian.
Tiga bahan aktif yang telah disetujui untuk pengendalian berat badan, yakni tirzepatide, semaglutide, dan liraglutide, saat ini berada dalam pengawasan keamanan yang lebih ketat oleh regulator kesehatan setempat.
Pihak berwenang menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap setiap laporan yang diterima. Institusi medis serta masyarakat juga diimbau untuk proaktif melaporkan dugaan reaksi obat yang merugikan melalui sistem pelaporan nasional.
Peringatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakan obat penurun berat badan, serta mempertimbangkan secara matang potensi risiko yang mungkin timbul. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.