METRUM
Jelajah Komunitas

Pembinaan Balap Sepeda Usia Dini Jabar Kembali Bergulir Usai Lima Tahun Vakum

SETELAH sempat terhenti hampir lima tahun akibat pandemi Covid-19 sejak 2020, kegiatan pembinaan balap sepeda usia dini di Jawa Barat kembali digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, di Velodrome Munaip Saleh. Lomba Pembinaan Balap Sepeda Usia Dini Jawa Barat Seri 1/2026 diselenggarakan oleh Bandung SA dengan dukungan Pengprov ISSI Jabar.

Kegiatan ini bertujuan menjaring talenta pelajar usia SD hingga SMP di Jawa Barat dan direncanakan berlangsung tiga kali dalam setahun, sebagaimana rutin dilakukan sejak 2008 hingga sebelum pandemi. Ketua Pengprov ISSI Jabar, Iman Firmansyah, menegaskan pentingnya ajang tersebut sebagai sarana pembinaan sekaligus wadah kompetisi bagi atlet muda.

“Semoga melalui event usia dini yang pada masa lalu telah mampu mengorbitkan atlet-atlet tangguh nasional asal Jawa Barat, di antaranya Ayustina Delia Priatna yang meraih medali emas pada SEA Games Thailand 2025, kegiatan ini kembali menjadi sarana pembinaan dan pembibitan calon atlet berbakat. Melalui kegiatan rutin yang digelar, progres peningkatan performa dapat dipantau. Event ini juga sangat positif bagi pelajar agar waktu luang tersalurkan pada kegiatan olahraga, bukan hanya untuk kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menemukan potensi bakat sejak usia dini,” ujar Iman.

Lomba diikuti pelajar dari tingkat SD hingga SMA yang terbagi dalam sembilan kategori, mulai dari nomor BMX kelompok kadet hingga road bike untuk kategori Pra Youth, Pemula, dan Junior. Pada kategori BMX, peserta menjalani individual time trial satu putaran sejauh 333 meter, sedangkan kategori road bike menggunakan sistem balap bersama dengan jumlah putaran menyesuaikan kelompok usia.

Ajang pencarian atlet potensial Jawa Barat ini pertama kali dirintis pada 2008 oleh Bandung SA bersama PBS Sangkuriang Bandung dengan dukungan PT Ultra Jaya. Program tersebut terbukti melahirkan sejumlah atlet berbakat yang kemudian memperkuat Jawa Barat maupun tim nasional.

BACA JUGA:  Comeback Gemilang: Cian Uijtdebroeks Raih Kemenangan Perdana di Tour de l’Ain 2025

Pembinaan atlet balap sepeda membutuhkan proses panjang, dimulai dari kategori kadet usia sekitar 8–9 tahun dengan sepeda BMX, kemudian beralih ke sepeda balap hingga memasuki tingkat Pemula dan Junior. Karena itu, konsistensi penyelenggaraan lomba usia dini dinilai penting agar bakat atlet dapat terpantau dan berkembang optimal.

Selain itu, promosi ke sekolah dasar dan menengah perlu terus dilakukan agar guru olahraga dapat menyalurkan minat siswa terhadap olahraga balap sepeda melalui kompetisi usia dini.

Kaiya Abigail (Sangkuriang Bandung) Juara Junior Putri U18, balap sepeda Usia Dini Jabar Seri I/2026, Velodrome Munaip Saleh, Cimahi. (Foto: Edi Darsa).*

Temuan Peserta Luar Jabar

Pada seri perdana 2026, panitia masih menemukan dua peserta dari luar Jawa Barat yang lolos verifikasi akibat pendaftaran daring tanpa data akurat. Keduanya justru meraih juara di kategorinya, yakni Ivan Setia Agung pada Pemula Putra dan Muh. Azril Azprianto pada Junior Putra.

Penelusuran menunjukkan Azril merupakan atlet asal Kuningan, Jawa Barat, yang sempat membela daerah lain karena kurangnya pembinaan. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan Jawa Barat menjelang PON 2028 apabila tidak segera diantisipasi melalui pendataan atlet yang lebih baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Kasus tersebut mengingatkan pada perpindahan atlet Aiman Cahyadi yang pernah meninggalkan Jawa Barat dan justru meraih prestasi bagi daerah lain. Karena itu, inventarisasi atlet potensial oleh seluruh pengcab ISSI di Jawa Barat menjadi langkah penting agar tidak kembali kehilangan talenta terbaik.

Kembalinya penyelenggaraan lomba ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembinaan balap sepeda usia dini di Jawa Barat sekaligus memperkuat regenerasi atlet menuju level nasional.

Hasil Usia Dini Jabar Seri I/2026

Kadet A Putra BMX (U8-10)

  1. Damar Akhadi (DMBX, Bandung)
  2. Briandri Y. Hutomo (Timur Raya)
  3. Almahyra (Timur Raya)
BACA JUGA:  Maeva Kuasai Dua Etape Beruntun, Kim Masih Tangguh di Puncak Klasemen TdF Putri 2025

Kadet B Putra BMX (U11-12)

  1. Azyan A. Ramadhan (DBMX/SD IT Nurual Aiman)
  2. Iqbal A. Putra (ISSI Pangandaran)
  3. Mughni (Timur Raya Cycle Club)

Kadet C Putra BMX (13-14)

  1. Erlangga S. Adyansyah (Reboan Racing Team)
  2. Kevin S. Saputra (DBMX.SMPN 41 Kota Bandung)
  3. Izlan Sidhiq Ar Razim (ISSI Pangandaran)

Kadet B Putri BMX (11-12)

  1. Fairuz Belivania A (Sangkuriang, Bandung)
  2. Shakila Irdina Aqilah (Timur Raya HD Coaching)

Pra Youth Putra (U12-14) Road Bike

  1. Ibrahim Kayyis (Pais Cycling Philosophy)
  2. Tubagus Muh. Abhtal Al-Hazmi (Sangkuriang, Bandung)
  3. Fadilla Ardiansyach (Tirta Kahuripan. Kab. Bogor)

Pemula Putra (U15-16) Road Bike

  1. Ivan S. Agung Santoso (TWM/Margon Akademi, DKI)
  2. Ibrahimovic D. Alnadi (Tirta Kahuripan, ISSI Kab. Bogor)
  3. Iqbal Muh. Rizky Kaer (ISSI Puwakarta)

Junior Putra (U17-18)

  1. Azril Azprianto (2Pedal Cycling Team, Tangerang)
  2. Revan K. Avriliano (ISSI Kota Bogor)
  3. Sabian Z. Arrasyid (Pals Cycling Philosophy)

Pemula Putri (U15-16)

  1. Calista Aurelila Orlin (ISSI Pangandaran)
  2. Sella Anggraini (Tirta Kahuripan/ISSI Kab. Bogor)
  3. Anggi Nur Sabrina (Reboan Racing Team)

Junior Putri (U17-18)

  1. Kaiya Abigail (Sangkuriang/ISSI Kota Bandung)
  2. Anggi Nur Sabrina (Reboan Racing Team)
  3. Sella Anggraini (Tirta Kahuripan/ISSI Kab. Bogor). (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.