Pemkot Bandung Genjot Program Sampah, 20 Titik Pengolahan Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini
Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah, Target Kurangi 125 Ton Sampah per Hari
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan melalui penambahan fasilitas pengolahan sampah di berbagai titik. Sedikitnya 220 lokasi telah terpetakan sebagai calon titik pengolahan sampah yang saat ini masih dalam tahap verifikasi lapangan.
Langkah ini dilakukan setelah Pemkot Bandung menerima dukungan peralatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Mabes TNI AD guna menekan volume sampah yang selama ini menjadi persoalan serius di kota tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bantuan yang diterima mencakup 151 unit mesin Refuse Derived Fuel (RDF) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta dukungan pengembangan 50 titik pengolahan sampah dari Mabes TNI AD.
Menurut Farhan, persoalan utama saat ini bukan lagi ketersediaan mesin, melainkan penentuan lokasi yang layak untuk operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut.
“Mesinnya tersedia. Tantangan terbesar sekarang adalah menyiapkan lahan yang sesuai karena setiap titik membutuhkan area minimal 100 meter persegi,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (22/6/2026).
220 Lokasi Dipetakan, Masih Diverifikasi
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Bandung telah melakukan pemetaan awal menggunakan foto udara dan berhasil mengidentifikasi sekitar 220 lokasi yang berpotensi dijadikan titik pengolahan sampah.
Namun, seluruh lokasi tersebut masih harus melalui verifikasi lapangan guna memastikan kelayakan akses, kondisi lingkungan, serta dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Farhan menegaskan tidak semua lahan yang memenuhi syarat luas otomatis dapat digunakan. Faktor kedekatan dengan fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, maupun kawasan permukiman menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.
“Kalau ada lahan yang cukup luas tetapi berada terlalu dekat dengan sekolah atau fasilitas kesehatan, tentu harus dicari alternatif lain yang lebih tepat,” katanya.
Target 20 Titik Beroperasi Tahun Ini
Pemkot Bandung menargetkan sedikitnya 20 titik pengolahan sampah sudah dapat ditetapkan pada akhir Juli 2026. Rinciannya terdiri dari 15 lokasi yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima lokasi bantuan dari Mabes TNI AD.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terdesentralisasi sehingga beban pengangkutan dan pembuangan sampah ke tempat pemrosesan akhir dapat berkurang secara signifikan.
Kurangi Sampah Hingga 125 Ton per Hari
Farhan menjelaskan setiap titik pengolahan nantinya memiliki kapasitas pengolahan antara lima hingga 10 ton sampah per hari. Jika seluruh target tahap awal berjalan sesuai rencana, Kota Bandung berpotensi mengurangi volume sampah hingga sekitar 125 ton per hari.
Pemerintah menargetkan pengurangan tersebut mulai terlihat pada periode Agustus hingga Oktober 2026, seiring beroperasinya fasilitas pengolahan di berbagai wilayah kota.
Dengan dukungan mesin baru dan perluasan titik pengolahan, Pemkot Bandung berharap persoalan sampah dapat ditangani lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.