METRUM
Jelajah Komunitas

PORISMAN: Antara Sejarah, Reuni dan Spirit Kebersamaan

BEBERAPA hari ke belakang telah berlangsung pertandingan ekshibisi olahraga gateball, gowes (bersepeda) dan golf menjelang berlangsungnya kegiatan Spirit PORISMAN ke-9 yang akan berlangsung pada Sabtu, 23 Juli 2022 di dua lokasi dalam waktu yang berbeda. Pagi hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB di GOR Taruna Bakti dan malam hari berlangsung di Youth Center GOR Arcamanik mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai.

Sekira hampir 400-an atlet beragam usia dan lintas angkatan dari 6 SMA Negeri di Kota Bandung yang tergabung dalam Paguyuban PORISMAN, yang terdiri dari SMAN 1 – 6 mengikuti event ekshibisi pertandingan olahraga jelang perhelatan Spirit PORISMAN ke-9 di akhir pekan ini.

Meski ketiga cabang olahraga tersebut tidak dipertandingkan pada masa PORISMAN dahulu, kegiatan berlangsung meriah dan mendapat apresiasi positif dari para atlet senior yang dahulu ikut bertanding pada event PORISMAN di zamannya.

Menariknya lagi, di cabang olahraga (cabor) ekshibisi, peserta yang mengikuti lomba tidak harus merupakan atlet yang dahulu bertanding di PORISMAN pada masanya, sehingga usia atlet lebih beragam, dari alumni SMA 1-6 yang berusia muda sampai yang sudah sepuh, di atas usia 60 tahun.

Walaupun di cabor ekshibisi usia boleh beragam, namun di pertandingan olahraga bola basket, bola voli, tenis meja, dan adu penalti (sepak bola) sebagai cabor inti hanya boleh diikuti oleh atlet alumni yang dulu pernah mengikuti PORISMAN atau dengan syarat telah berusia 60 tahun lebih.

Apa itu PORISMAN?

PORISMAN adalah singkatan dari Pekan Olahraga Intra SMAN yang berada di Kota Bandung yang dimulai dekade 1950-an. Saat itu, SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) di Parijs van Java baru ada 6 sekolah, yaitu SMAN 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Meskipun singkatan yang berkembang adalah intra, jika mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan referensi lainnya, lebih mendasar inter yang berarti “antar” daripada intra yang artinya “di dalam”. Alasannya, pertandingan dilaksanakan antar SMAN yang ada pada saat itu, bukan pertandingan di lingkungan dalam (intra) salah-satu SMAN.

Sejarah PORISMAN

Banyak yang menduga, PORISMAN pertama kali diadakan pada tahun 1952. Tapi, berdasarkan bukti-bukti yang didapat, sebenarnya PORISMAN baru diselenggarakan pada tahun 1953.

Mengapa demikian? Karena pada tahun 1952 di Kota Bandung saat itu baru mulai dilakukan pemekaran tiga SMA Negeri menjadi 6 SMA.

Selain itu, berdasarkan bukti otentik pin PORISMAN yang disimpan oleh salah-satu alumni, dalam pin tertulis PORISMAN IX berlangsung pada tahun 1961.

Pin PORISMAN IX tahun 1961. (Foto: Istimewa).*

Lebih jauh, berdasarkan bukti foto yang ditemukan, PORISMAN ke-10 diadakan tahun 1962, karena PORISMAN diadakan setiap tahun, jika diurut ke belakang PORISMAN ke-1 berlangsung pada tahun 1953.

Opening PORISMAN X pada tanggal 24 November 1962. (Foto: Istimewa).*

PORISMAN berlangsung hingga tahun 1969, dan selanjutnya pemerintah menggantinya dengan PORSENI (Pekan Olah Raga dan SENI).

Reuni PORISMAN

Setelah sekian lama terhenti dan tergantikan, para atlet dan pendukung PORISMAN pada zamannya merasa kangen untuk saling bertemu, bersilaturahmi, sekaligus rindu berkompetisi kembali. Akhirnya, pada tahun 2010, diinisiasi oleh beberapa alumni mantan atlet PORISMAN, mereka berinisiatif mengadakan kegiatan Reuni PORISMAN yang diikuti akang teteh alumni SMA 1-6 dari dua dekade, yaitu angkatan 1950-an dan 1960-an.

Reuni PORISMAN pertama kali digelar pada Minggu, 30 Mei 2010 bertempat di kediaman Hetty Sumantri di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Bertindak sebagai panitia adalah mantan atlet dan suporter alumni SMAN 5.

Satu tahun kemudian, pada Minggu, 30 Januari 2011 berlangsung Reuni PORISMAN ke-2 bertempat di Pandiga Educreation Sport, Kota Cimahi. Kali ini, penanggungjawab penyelenggara kegiatan diserahkan kepada para alumni SMA 1.

Kedua event Reuni PORISMAN yang pertama dan kedua lebih menekankan pada silaturahim di antara para mantan atlet yang dulu saling berseteru berlomba di ajang PORISMAN. Ini berarti, pertemuan yang diadakan benar-benar diikuti oleh atlet yang dahulu memang bermain di PORISMAN pada zamannya.

Karena ada beberapa kendala, Reuni PORISMAN pada tahun 2012-2013 tidak dapat diselenggarakan dan baru digelar kembali pada tahun 2014 dengan menunjuk SMA Negeri 2 Bandung sebagai panitia penyelenggaranya.

Pada Sabtu, 7 Juni 2014, alumni SMAN 2 Bandung yang mendapat tugas sebagai panitia penyelenggara Reuni PORISMAN yang ke-3 membuat acara semakin menarik karena mulai diadakan pertandingan olahraga yang bersifat fun games dan juga diadakan kesenian bersama.

Para mantan atlet PORISMAN (alumni SMA 1-6 angkatan 1952-1969) benar-benar menikmati suasana dengan mengulang sejarah bersama rekan-rekannya dahulu melakukan pertandingan olahraga yang lebih menitikberatkan pada ajang silaturahmi.

Mulai Reuni PORISMAN ke-3, tiga cabor mulai dipertandingkan, yaitu bola basket, bola voli dan tenis meja. Dalam ajang kali ini, belum ada peraturan pertandingan yang baku dan belum ada penentuan juara umum secara resmi. Acara berlangsung di GOR Taruna Bakti, Jl. Surapati No.155, Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Acara Reuni PORISMAN ke-3, dari catatan registrasi dihadiri oleh 222 alumni, namun banyak alumni yang hadir ke lokasi tidak melakukan registrasi, khususnya yang masuk dari sisi lapangan voli. Diperkirakan acara kali ini dihadiri sekira 300 orang (dihitungan dari pack konsumsi), melebihi target 200 orang alumni yang ditetapkan panitia dan paguyuban.

Setidaknya, tiap penyelenggaraan Reuni PORISMAN peserta yang hadir terus bertambah. Sebagai perbandingan, reuni ke-1 di Lembang dan ke-2 di Cimahi dihadiri sekira 50 orang alumni saja.

Salah-satu pertemuan rapat panitia Reuni PORISMAN ke-3 pada tahun 2014 yang dihadiri alumni SMAN 2 dan perwakilan Paguyuban Porisman Bandung. (Dok. Panitia).*

Hasil pemenang pertandingan fun game Reuni PORISMAN ke-3 adalah sebagai berikut: Bola Voli (Juara 1: SMAN 2, Juara 2: SMAN 1, Juara 3: SMAN 3), Bola Basket (Juara 1: SMAN 2, Juara 2: SMAN 1, Juara 3: SMAN 6), dan Tenis Meja (Juara 1: SMAN 2, Juara 2: SMAN 6, Juara 3: SMAN 3).

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan Parade Defile Kontingen, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sumpah Pemuda, Janji Atlit dan Bobotoh, Janji Wasit dan Juri, dan Sambutan Ketua Panitia. Acara ditutup dengan menyanyikan bersama-sama lagu Syukur, Tanah Airku, Indonesia Pusaka & Kemesraan, pada pukul 3 sore.

Salah-satu spanduk ucapan selamat datang Reuni PORISMAN ke-3. (Dok. Panitia).*

Dalam perkembangannnya, mulai Reuni PORISMAN ke-4 tahun 2016, pertandingan ajang olahraga para mantan atlet PORISMAN ini tidak berupa fun games lagi, akan tetapi benar-benar pertandingan olahraga yang serius namun tetap mengedepankan sportivitas dalam balutan silaturahim. Kali ini, bertindak sebagai panitia adalah SMAN 3 Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Januari 2016 di GOR Taruna Bakti, Jl. Surapati No.155, Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Mulai Reuni PORISMAN ke-4 ini, cabor sepak bola (adu penalti) mulai ditambahkan, sehinga ada 4 cabor yang dipertandingkan, yaitu bola basket, bola voli, tenis meja dan sepak bola dengan komposisi pemain campuran putera dan puteri.

Kemudian, agar pertandingan dapat berjalan lancar, mulai dibuat peraturan pertandingan dan peraturan permainan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi para alumni. Peserta pertandingan yang dapat mengikuti event kali ini hanya alumni yang ikut mengalami Porisman dahulu hingga tahun 1969 dan ditambah alumni hingga kelulusan tahun 1971.

Reuni kali ini, pertandingan dilaksanakan dengan sistem gugur dan hanya terdapat juara 1 dan 2 di setiap cabor. Selain itu, berdasarkan hasil perolehan juara dari tiap cabang olahraga ditentukan juara umum.

Setelah selesai reuni ditawarkan tampilan kesenian mengacu kepada pelaksanaan PORISMAN zaman dulu dengan digelarnya Malam Seni Intra SMAN (MASISMAN) saat penutupan event. Namun, karena tawaran ini waktunya terlalu singkat menuju hari H, tiap tim alumni rata-rata belum siap sehingga hanya dapat menampilkan linedance alumni SMAN 3 dan tim lain hanya menampilkan perwakilan untuk menyanyi solo.

Animo peserta dan suporter semakin meningkat, mulai dari awal dalam bilangan puluhan, ratusan, dan mencapai 1.500 peserta di tahun 2016.

Tahun 2017, alumni SMAN 4 Bandung didapuk sebagai panitia penyelenggara Reuni PORISMAN ke-5. Aturan-aturan pertandingan dan permainan terus berkembang. Kali ini, peserta Reuni PORISMAN harus berusia 60 tahun ke atas dan tiap atlet hanya boleh mengikuti satu cabang olahraga saja.

Alasannya, karena ada beberapa tim sekolah yang kesulitan menemukan atlet pelaku PORISMAN untuk menjadi anggota tim olahraga sehingga harus merangkap dan bermain di beberapa cabor.

Berdasarkan pengalaman di Reuni PORISMAN sebelumnya yang diselenggarakan SMAN 3, jadwal pertandingan banyak terganggu, karena pelaksanaan pertandingan salah-satu cabor harus menunggu atletnya yang masih bertanding di cabor lain.

Pada Reuni PORISMAN ke-5 ini juga mulai diperkenalkan Mars Porisman ciptaan Kang Pardan alumni SMAN 4 angkatan 1970. Di akhir acara lagu ini disetujui seluruh alumni yang hadir secara aklamasi dan resmi sebagai Mars Porisman. Setelah selesai acara pertandingan olahraga, dilaksanakan tampilan kesenian dan kamonesan dari alumni SMAN 1-6.

Mulai Reuni Porisman ke-6 saat panitia penyelenggara dari alumni SMAN 5 Bandung, sistem pertandingan berubah, tidak lagi sistem gugur, tetapi berupa setengah kompetisi yang dibagi dalam dua Pool, yang masing-masing Pool terdiri atas 3 alumni SMAN. Juara Pool berhak maju ke final untuk memperebutkan juara 1 dan 2. Dalam reuni kali ini juga tiap tim SMAN wajib menampilkan atraksi kesenian. Acara digelar pada Sabtu, 9 Desember 2017 di GOR Pajajaran, Jl. Pajajaran No. 37, Pasirkaliki, Cicendo, Kota Bandung.

Setelah selesai Reuni PORISMAN ke-6, sempat ada wacana ingin mengubah format Reuni PORISMAN, namun berdasarkan hasil rapat Pengurus Paguyuban PORISMAN dengan perwakilan alumni SMAN 1-6, usulan perubahan format akan dibahas bersama setelah semua alumni SMAN kebagian menjadi Panitia.

Reuni PORISMAN ke-7 berlangsung pada Sabtu, 18 Desember 2018 dan kembali dilaksanakan di GOR Taruna Bakti, Jl. Surapati No.155, Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Bertindak sebagai panitia penyelenggara adalah SMAN 6 Bandung. Dalam pelaksanaannya tidak ada perubahan aturan pertandingan dan permainan.

Selain pertandingan olahraga juga tetap ada tampilan kesenian dari masing-masing SMAN.

Reuni PORISMAN ke-7 pada Sabtu (18/12/2018) di GOR Taruna Bakti, Jl. Surapati No.155, Kota Bandung. (Foto: Sonni Hadi).*

Saat Reuni PORISMAN ke-8, pada tanggal 14 Desember 2019 di GOR Arcamanik, Jl. Pacuan Kuda No.50, Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung, panitia penyelenggara yang dipegang oleh SMAN 1 Bandung meniadakan Juara Umum.

Era Spirit PORISMAN

Bermula dari rapat pada tanggal 31 Januari 2020 bertempat di RM Purwakarta, Paguyuban Porisman Bandung (PPB), sebuah wadah penanggung jawab kegiatan Reuni PORISMAN, atas hasil rapat tanggal 28 Januari 2020 yang dihadiri oleh Pengurus Paguyuban Porisman secara lengkap dan hasil rapat tersebut menyimpulkan dan menetapkan kegiatan Reuni Porisman akan tetap dilanjutkan dengan perubahan nama menjadi Spirit PORISMAN. BACA JUGA: Spirit PORISMAN Ke-9 Siap Digelar!

Format kegiatan pertandingan masih sama dengan yang lama, mempertandingkan 4 cabor utama yaitu Bola Basket, Bola Voli, Tenis Meja dan Sepakbola, hanya saja ada sedikit perubahan peraturan permainan di semua cabor, terutama bola basket untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan atlet dalam bertanding. Hasil ketetapan peraturan permainan dipakai menjadi peraturan yang baku sehingga
tidak perlu dibahas lagi terlalu intens dalam technical meeting menjelang Spirit Porisman setiap tahun.

Akan ada perebutan juara umum kembali berdasarkan perhitungan hasil kejuaraan dari 4 cabor utama yang dipertandingkan memperebutkan Piala Bergilir Pengurus Paguyuban Porisman.

Sebagai panitia penyelenggara Spirit PORISMAN ke-9, sesuai urutan perputaran penyelenggaraan ditunjuk kembali alumni SMAN 2 Bandung sebagai panitia pelaksana event dan tetap didampingi oleh Pengurus Paguyuban Porisman.

Untuk memfasilitasi keinginan memasukkan pertandingan cabang olah raga lain dalam event, diakomodasi dengan syarat dilaksanakan pertandingannya oleh panitia sebelum hari H Spirit Porisman (Pre-event) berlangsung. Hasil pertandingan akan diumumkan pada hari H Spirit PORISMAN, tetapi tidak ikut berpengaruh pada penentuan juara umum.

Cabor tambahan berupa ekshibisi yang telah selesai digelar yaitu cabor gateball yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Juli 2022, cabor gowes (sepeda) pada Minggu (17/7/2022) dan golf, Senin (18/7/2022).

Cabor ekshibisi gateball Spirit PORISMAN ke-9 yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Juli 2022. (Foto: Dok Panitia).*
Start cabor gowes (sepeda) di halaman depan SMAN 3 dan 5, Jl. Belitung No. 8 Kota Bandung pada Minggu (17/7/2022). (Foto: Dok Panitia).*
Cabor golf Spirit PORISMAN ke-9 dilaksanakan, Senin (18/7/2022) di Bandung Giri Gahana Golf & Resort, Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Dok. Panitia).*

Puncak acara kegiatan Spirit PORISMAN ke-9 bakal digelar pada Sabtu, 23 Juli 2022 di GOR Taruna Bakti mulai pukul 08.00-16.00 WIB dan malam hari berlangsung di Youth Center GOR Arcamanik mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. (Nada Ahmad)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: