Puji Kepemimpinan KDS di AKKOPSI, Toto Izul Fatah: Menjaga Air Adalah Ibadah Ekologis
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Langkah Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) yang menempatkan isu sanitasi dan pelestarian lingkungan sebagai kebijakan mutlak mendapat apresiasi tinggi dari lembaga survei nasional. Kebijakan KDS dinilai bukan lagi sekadar program pelengkap atau pelipur lara, melainkan langkah strategis yang tidak bisa ditawar demi keselamatan masyarakat.
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menegaskan bahwa keputusannya menjadikan sanitasi dan kebersihan lingkungan sebagai prioritas utama sangat beralasan, mengingat ancaman bencana ekologis seperti banjir, longsor, krisis air bersih, dan tumpukan sampah makin mendesak.
“Sebab, kerusakan lingkungan saat ini telah berhadapan langsung dengan keselamatan manusia,” ujar Toto Izul Fatah kepada awak media, Senin (28/9/2026).
Menurut Toto, kapasitas KDS yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) memegang peranan sangat vital. Kemajuan sebuah daerah, kata dia, tidak lagi melulu diukur dari megahnya gedung atau pertumbuhan ekonomi semata.
“Rakyat yang dapat menghirup udara bersih, mendapatkan air minum yang aman, memiliki jamban yang sehat, bebas dari pencemaran, itulah indikator kemajuan sejati,” kata Toto.
Mengutip data Badan Kesehatan Dunia (WHO), air tercemar dan sanitasi buruk bertanggung jawab atas 1,4 juta kematian di dunia per tahun yang sebenarnya bisa dicegah. Dampak sanitasi ini terbukti berantai, mulai dari pemicu stunting, penurunan kualitas pendidikan, hingga menghambat produktivitas ekonomi warga.
“Kami sangat gembira karena KDS berhasil mendorong setiap daerah agar memiliki peta jalan, target yang terukur, basis data yang akurat, serta sistem pemantauan yang terbuka kepada publik,” ujar Toto.
Melalui kepemimpinannya di AKKOPSI, KDS secara konsisten mengawal empat agenda strategis: mendorong RUU Air Bersih dan Sanitasi, mengaitkan sanitasi dengan ketahanan pangan nasional, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memastikan alokasi anggaran yang proporsional.
Toto menutup pandangannya dengan menekankan bahwa upaya penyelamatan lingkungan oleh KDS memiliki dasar spiritualitas yang kukuh dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
“Menjaga air berarti menjaga kehidupan. Ini bukan sekadar tugas teknis, melainkan amanah kemanusiaan sekaligus ibadah ekologis,” ujar Toto.
“Sanitasi bukan proyek pinggiran. Ia adalah fondasi peradaban. Menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan kewajiban. Dan menyelamatkan air adalah bagian dari ibadah kita kepada Tuhan,” katanya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.