METRUM
Jelajah Komunitas

Rapor Hijau Layanan, Rapor Merah Ekonomi: PR Besar Pemkot Bandung di 2026

KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyoroti hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan peningkatan tingkat kepuasan masyarakat di sejumlah sektor layanan publik, sekaligus mengungkap tantangan besar di bidang ekonomi.

Kinerja layanan publik Pemerintah Kota Bandung mendapat rapor cukup tinggi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkap tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan administrasi telah menembus angka di atas 80 persen.

“Ini capaian yang patut disyukuri, tetapi kita belum puas. Target kita tetap 100 persen,” ujarnya di Balai Kota Bandung.

Meski demikian, Farhan tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah besar di sektor ekonomi. Tingkat kepuasan publik di bidang ini masih tertahan di bawah 80 persen—indikasi adanya persoalan struktural yang belum teratasi.

Salah satu sorotan utama adalah tingginya angka pengangguran terbuka yang masih berada di kisaran 7,44 persen. Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah tingkat pendidikan warga Kota Bandung yang relatif tinggi.

“Ada ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Ini yang harus kita selesaikan,” katanya.

Tak hanya itu, laju pertumbuhan ekonomi Bandung yang berada di angka 5,29 persen dinilai belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan secara menyeluruh. Lemahnya sektor industri pengolahan serta terbatasnya aktivitas transportasi udara disebut turut menekan kinerja perdagangan dan ritel.

Di sisi lain, meski inflasi berhasil ditekan di bawah 1 persen, daya beli masyarakat justru belum pulih sepenuhnya.

“Secara angka inflasi rendah, tetapi masyarakat masih merasa harga mahal. Artinya daya beli belum pulih,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Bandung menegaskan akan mengalihkan fokus pada penguatan sektor ekonomi. Langkah strategis yang disiapkan meliputi dorongan terhadap pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi publik. (M1)***

BACA JUGA:  Tahun 2045, Jokowi Targetkan Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.