METRUM
Jelajah Komunitas

Review Grand Prix F1/2023: Tim Oracle Red Bull Racing Mendominasi 100 Persen

LOMBA Grand Prix F1 musim 2023 kini memasuki libur musim panas Summer Holiday sebulan lamanya setelah menyelesaikan seri XII GP F1 Belgia 2023, Minggu (30/7/2023). Seri XIII berikutnya GP F1 Belanda baru akan digelar pada 27 Agustus 2023.

Pada seri XII GP F1 Belgia di sirkuit Spa Francochamps, dua pembalap tim Oracle Red Bull Racing mendominasi finis terdepan 1-2 yaitu Max Verstappen (Belanda) terdepan diikuti rekan setimnya Sergio Perez (Meksiko) di posisi kedua + 22,3 detik dan ketiga Charles Leclerc (Scuderia Ferrari/Monako) + 32,2 detik dan keempat juara dunia 7 kali F1, Lewis Hamilton (Mercedes AMG Petronas/Inggris) + 46,6 detik.

Peta pesaingan GP F1 2023 yang akan melombakan 23 seri, setelah memasuki paruh musim (12 seri) didominasi oleh tim Oracle Red Bull Racing, tak terkalahkan menyapu bersih 12 seri tanpa ada tim lain yang mampu mengalahkannya.

Duet pembalap tim Oracle Red Bull Racing, Max Verstappen (Belanda) dan Sergio Perez (Meksiko) bergiliran memenangi setiap seri. Kekuatan tim peserta lainnya khususnya dua tim kuat yaitu Scuderia Ferrari dan Mecedes AMG Petronas amat timpang sehingga tak ada perlawanan yang memadai terhadap Oracle Red Bull Racing untuk menjadikan GP F1 menarik untuk ditonton.

Dari 12 seri, Max Verstappen merebut 10 seri dan 2 seri lainnya dimenangi oleh rekan setimnya Sergio Perez.

Max Verstappen (tim Oracle Red Bull Racing/Belanda). (Foto: Formula 1).*

Ini merupakan rekor baru di arena F1, satu tim bisa menyapu bersih 12 seri beruntun, dan akan menjadi sejarah pertama kali ada tim F1 yang begitu dominan tak terkalahkan dan sangat mungkin hingga akhir musim 2023, tim Oracle Red Bull Racing akan menciptakan sejarah itu tak terkalahkan sepanjang musim. Menyapu bersih 23 seri? sangat mungkin…terjadi melihat perfoma tim Oracle Red Bull Racing hingga seri 12 yang amat dominan tanpa ada tim lain yang bisa mengalahkannya.

Hingga seri ke-12, Max Verstappen dengan raihan 314 poin unggul 125 poin atas rekan setimnya di urutan kedua Sergio Perez, sedangkan dari pembalap tim lain rangking ketiga Fernando Alonso (Aston Martin) Verstappen unggul 165 poin. Keunggulan yang amat dominan dan belum pernah terjadi sebelumnya di arena GP F1. Bahlan juara dunia 7 kali F1, Lewis Hamilton tertinggal.

Kepada Eurosport, Max Vestappen mengatakan meski ia tampil amat dominan musim ini dan sudah merebut 10 seri, dia masih ingin menang lebih banyak lagi.

“Saya memaklumi tim kami akan dominan musim ini tak tersaingi, 12 seri semua seri GP dimenangi tim Oracle Red Bull Racing, saya menang 10 kali dan Sergio 2, tapi saya tetap ingin menang lagi sebanyak mungkin, karena situasi dominan seperti ini akan berakhir, tak mungkin akan terus begini. Jadi selagi ada di atas saya akan terus berlomba serius memenangi lomba dan menikmatinya selama kami masih bisa,” tutur Verstappen.

Klasemen GP F1/2023 s.d. Seri 12:

  1. Max Verstappen (Oracle Red Bull Racing/Belanda) 314 poin
  2. Sergio Perez (Oracle Red Bull Racing/Meksiko) 189
  3. Fernando Alonso (Aston Martin/Spanyol) 149
  4. Lewis Hamilton (Mercedes AMG Petronas/Inggris) 148
  5. Charles Leclerc (Scuderia Ferrari/Monako) 99
  6. George Russell (Mercedes AMG Petronas/Inggris) 99
  7. Carlos Sainz Jr. (Scuderia Ferrari/Spanyol) 92
  8. Lando Norris (McLaren Mercedes/Inggris) 69
  9. Lance Stroll (Aston Martin) 47
  10. Esteban Ocon (Alpine) 35

Kunci Sukses Tim Red Bull Racing

Tak terbantahkan kunci sukses tim Oracle Red Bull Racing adalah sasis yang amat bagus aerodinamikanya dibuat oleh perancang sasis F1 terkemuka yang semula bekerja di McLaren dan pindah di rekrut Red Bull Racing 8 tahun lalu yaitu Adrian Newey. Sasis Red Bull juga punya balance yang sangat baik ditunjang mesin yang amat kuat dan cepat dan punya daya tahan yang sangat baik, supplier mesinnya oleh Honda Motor co., Ltd. yang dibuat HRC (Honda Racing Corporation) menjadi kombinasi yang tak terkalahkan pada 3 tahun terakhir ini.

Ironisnya ditengah sukses luar biasa yang dicapai tim Red Bull Racing, Honda sebagai pemasok mesin justru musim ini resmi minta mundur dari F1 tak lagi menjadi sponsor mesin bagi Red Bull Racing. Suplai mesin Honda F1 ke tim Red Bull tetap dipasok serta semua keperluan suku cadangnya namun harus dibayar oleh tim Red Bull tidak lagi sebagai sponsor. Karena suplai mesin Honda itu bukan lagi sponsor, maka Honda Motor Co., Ltd juga tak mengharuskan logo Honda dipasang di mobil tim Oracle Red Bull Racing, meski mesin yang dipakai tim Red Bull Racing adalah Honda yang akan dipakai tim Red Bull Racing hingga 2024.

Performa mesin Honda di arena balap mobil GP F1 memang amat fenomenal sangat bertolak belakang dengan performa Honda di arena balap motor MotoGP yang kini tengah terpuruk. Tim Repsol Honda berada di dasar klasemen tim dan konstruktor.

Memang mengherankan di arena balap mobil GP F1, mesin Honda yang begitui dominan menjadi juara terus menerus digunakan tim Red Bull Racing justru tahun ini Honda mundur sebagai sponsor pemasok mesin F1 meski HRC tetap mengembangkan mesin Honda F1 untuk musim 2023 hingga 2024 bagi tim Oracle Red Bull Racing tetap memasok mesin Honda F1 pada tim Red Bull hingga 2024 tapi harus dibiayai oleh tim Red Bull Racing.

Akibat mundurnya Honda sebagai sponsor pemasok mesin tim Reb Bull di GP F1, tim Red Bull Racing asal Austria ini kini tengah merancang mesin F1-nya sendiri melalui perusahaan yang dibentuk baru Red Bull Powertrains Limited di Milton Keynes Inggris yang adalah fasilitas Honda mengembangkan mesin F1 di Inggris. Fasilitas perancang mesin F1 Honda ini akan digunakan Red Bull Powertrains untuk merawat mesin Honda F1 yang kini digunakan hingga 2024 sekaligus untuk mengembangkan/merancang mesin baru F1 masa depan.

Untuk memasok mesin F1 bagi tim Red Bull Racing, akhirnya dicapai kesepakatan dengan Ford Motor Company untuk memasok mesin F1 mulai 2026. Ford bukan rekanan baru bagi Red Bull karena tim Red Bull racing semula bernama Jaguar Racing F1 yang merupakan divisi balap dari pabrikan Ford Motor Company yang menjual Jaguar Racing ke Red Bull pada akhir tahun 2004. Ford menjadi supplier mesin F1 Cosworth (Divisi Racing Ford Motor) bagi tim  Red Bull Racing di tahun 2005, yang merupakan tahun pertama Red Bull terjun ke F1 yang membeli tim Jaguar Racing.

Rancangan mesin F1 buatan Red Bull Racing yang semula diproyeksikan itu akan dikerjakan di Inggris ini menggunakan pada fasilitas F1 Honda di Milton Keynes yang sebagian dibeli oleh Red Bull Powertrains namun dengan kendala teknis merancang mesin F1 yang amat rumit, kerja sama yang semula di bicarakan dengan  pabik mobil sport Jerman Porsche akhirnya tak  terlaksana, dan proyek pembuatan mesin sendiri oleh Red Bull melalui kerja sama ini belum bisa direalisasikan.

Untuk lomba musim 2023 hingga 2024 mesin Honda F1 tetap menjadi “power unit” yang digunakan oleh tim Oracle Red Bull Racing dengan membelinya dari Honda. Meski Honda tak menjadi sponsor, namun mensuplai mesin balap F1 atas dasar bisnis, nyatanya perfoma tim Oracle Red Bull Racing justru semakin “menggila” tak tersaingi. 12 seri GP yang telah diselesaikan disapu bersih tim Oracle Red Bull Racing.

Kita nantikan paruh kedua musim GP F1/2023 yang masih menyisakan 10 seri lagi dari 22 lomba GP 2023. Mampukah dua tim terkemuka lainnya Scuderia Ferrari dan Mercedes AMG Petronas membendung dan menghentikan dominasi tim Oracle Red Bull Racing, setidaknya satu seri, dan tentu kita berharap bisa lebih dari hanya satu seri mengalahkan tim Red Bull Racing. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d