METRUM
Jelajah Komunitas

Risiko Jika Terlalu Sering Menggunakan Ponsel dengan Kepala Menunduk

DI era teknologi yang sangat canggih, penggunaan telpon seluler atau smartphone tentu saja sudah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan kepentingan pribadi lainnya dengan durasi penggunaan yang beragam. Pada umumnya pengguna smartphone ketika sedang memakai ponselnya mayoritas menundukan kepalanya untuk bisa melihat layar ponsel.

Penggunaan ponsel dengan kepala menunduk jika terlalu lama dan sering akan berisiko terkena saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus di bagian area leher. Hal ini disampaikan dokter bedah saraf yang menyarankan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan ponsel dengan posisi kepala menunduk terlalu lama.

“Kejadian HNP mungkin kita alami. Saat ini salah satu yang berbahaya saat menggunakan ponsel dengan posisi tidak ergonomis (menunduk) lama,” kata dokter spesialis bedah saraf (Persebsi) Mustaqim Prasetya dalam webinarnya yang dikutip dari Antara.

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) biasanya dapat terjadi dikarenakan bantalan sendi pada ruas tulang belakang keluar dari lokasi yang seharusnya, kemudian menekan pada struktur saraf yang berada di dekatnya sehingga dapat menimbulkan suatu masalah. Bagian tulang belakang yang sering mengalami gangguan yaitu pinggang dan leher.

Kondisi seperti ini biasanya sering terjadi pada kaum muda yang terlalu lama menggunakan ponsel dengan posisi tidak ergonomis yang menyebabkan hernia nukleus pulposus. Tidak hanya faktor ponsel yang menyebabkan kondisi ini, akan tetapi bisa terjadi apabila mengangkat benda dengan beban berat yang berberlebihan.

Illustrasi orang yang terkena gejala HNP (Foto: Shutterstock).*

Gejala utama yang muncul biasanya merasakan nyeri pada bagian lumbal atau pinggang, jika hal tersebut mulai terasa maka akan melebar ke sisi lain yang kemudian menjalar ke bagian bokong, tungkai sesuai daerah saraf yang diatur oleh lokasi saraf yang bersangkutan dengan tulang belakang.

Jika pada bagian area leher, nyeri yang muncul sedikit berbeda yakni leher biasanya lebih menjalar ke bagian bahu, lengan, hingga jari tangan. Kemudian kesemutan atau lemah otot di tungkai

“Nyerinya seperti terasa terbakar, kesemutan, diperberat dengan aktivitas tertentu seperti berdiri, berjalan, duduk. Nyeri pada kaki disertai pinggang disebut low back pain,” jelas Mustaqim

Menurut Mustaqim, selain mempertahankan posisi ergonomis, mencegah HNP juga bisa dengan cara menjaga berat badan ideal untuk mencegah tekanan berlebih pada tukang belakang, rutin melakukan olahraga supaya otot-otot di sekitar tulang belakang lebih kuat dan yang terakhir yaitu dengan tidak merokok karena kandungan yang ada di dalam rokok bisa mengurangi suplai oksigen ke bantalan tulang belakang.

Untuk pengobatan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) biasanya sebagian besar dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu ataupun bulan. Saat periode penyembuhan dianjurkan untuk tidak terlalu banyak berbaring dan melakukan aktivitas yang berat. Opsi lain bisa juga mengompres pada bagian area yang sakit dengan kompres hangat ataupun dingin, pergerakan pada otot dan sendi juga perlu diperhatikan agar tidak kaku. (Deonisius Berkham/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.