METRUM
Jelajah Komunitas

Rumah Sepeda Indonesia, Muara Baru Bagi Pegiat Sepeda di Bandung

KEBERADAAN komunitas pegiat sepeda yang saat ini tengah booming di masyarakat ditangkap sebagai peluang oleh beberapa pihak untuk bekerja sama, bermitra, atau tumbuh bersama dengan apa yang tengah digarap oleh pihak-pihak tersebut.

Sejumlah café, store outdoor, NGO, toko sepeda, clothing store, komunitas dan lain sebagainya memberikan space community sebagai wahana interaksi atau media informasi bagi para pegiat sepeda. Terlepas dari salah satu variabel di dalamnya sebagai strategi bisnis, kegiatan tersebut telah membangun hubungan simbiosis mutualisma yang cukup baik.

RSI Bandung (Foto: Dok. Cuham).*

Space community tersebut bisa beragam konsep, mulai dari mengusung perpaduan antara tempat pertemuan, café, bengkel sepeda, toko sepeda beserta aksesorisnya hingga rumah singgah pesepeda, hal ini tergantung kesiapan pihak yang menyelenggarakannya.

Rumah Sepeda Indonesia di Bandung

Rumah Sepeda Indonesia (RSI) adalah ruang komunitas pegiat sepeda yang didirikan oleh komunitas gerakan terbesar di Indonesia yaitu Bike to Work (B2W) Indonesia. Harapannya bisa dimanfaatkan sebagai muara kegiatan pesepeda dari mana saja. Gagasan pembentukan RSI ini juga didukung oleh Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI).

RSI Bandung (Foto: Dok. Cuham).*

Setelah DKI Jakarta dan Kota Semarang, Kota Bandung menjadi kota ketiga yang mendirikan RSI. Terletak di Jalan Sumbawa No. 28, merupakan hajat sepakat bersama Greeners.Co, Work Café dan sejumlah korporasi atau brand sepeda dan aksesoris sepeda.

Diresmikan pada Minggu (29/11/2020) oleh Ketua Bike to Work Indonesia Poetot Soedarjanto didampingi Kepada Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi, Kabid PPT Dishub Asep Kurnia, para owner, dan perwakilan Chapter Bike to Work Bandung dan Jakarta.  

Peserta Komunitas Pesepeda dari FKKPsBR (Foto: Dok. Ameliana BBJ).*

Peresmian RSI tersebut dihadiri 40 pesepeda dari berbagai komunitas sepeda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya. Peserta dibatasi, mengingat situasi kondisi yang masih dalam masa pandemi. Dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pajangan sticker logo komunitas pesepeda (Foto: Dok. Cuham).*

Komunitas-komunitas pesepeda yang berkesempatan hadir di acara peresmian tersebut adalah Paguyuban Sapeda Baheula Bandung (PSBB), Dahon Classic Indonesia (DCI), Nu Gareulis Ngagowes (NGN), Wormbike, Bandung Lipet Kuning (Balikin), Bandung Independent Costum Communtiy (BICC), Brompjon, Bandung Folder, Behringer, Geo Gowes, Lipetilu, Boseh Bandung Juara, Gowes Hehoh Manjahlega (GHM), Federal Bandung Indonesia (FBI), Cepot Lipet Bandung (CLB), Gowes Bari Ulin (Goblin), Sepeda Orang Bandung Timur (Sobat), Nusa Bike, Gowes Aren, Bike to Work (B2W) Bandung, Railways, Ecosmo, 7S, Forssa, Barli 55, Gowes Bandung Selatan (GBS), Ebelers Squad, Sapeda Suka-Suka (Sasusu), dan Kelompok Pengendara Sepeda (KPS) Unjani, 

Rumah Sepeda Indonesia (Foto: Dok. Miming PSBB).*

Istimewanya, Rumah Sepeda Indonesia (RSI) #Bandung membuatkan sticker logo-logo komunitas pesepeda yang tergabung dalam forum tersebut dan terpajang di pintu masuk ruangan RSI, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam acara ini juga dilakukan launching sepeda mtb terbaru salah satu branding sepeda yang sering melakukan kerja sama dengan Bike to Work Indonesia. Setelah Kota Bandung, rencana selanjutnya Bike to Work Indonesia akan membuka Rumah Sepeda Indonesia di Denpasar, Bali.

Mari kita kunjungi space – space community yang telah hadir sebagai wahana positif bermuaranya pegiat sepeda dalam menumbuhkan gerakan bersepeda, seperti halnya Rumah Sepeda Indonesia. Salam boseh dan go green. (Cuham, Bersepeda Itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: