Sensasi Remaja Prancis! Paul Seixas Juara La Flèche Wallonne
MUR DE HUY, BELGIA (METRUM) – Pembalap muda Prancis, Paul Seixas, mencuri perhatian dunia balap sepeda usai menjuarai La Flèche Wallonne 2026. Di usia 19 tahun, ia mencetak sejarah sebagai juara termuda dalam 90 tahun penyelenggaraan lomba klasik bergengsi tersebut.
Rider tim Decathlon AG2R La Mondiale Team itu memastikan kemenangan lewat serangan eksplosif di 200 meter terakhir tanjakan legendaris Mur de Huy yang memiliki kemiringan hingga 15 persen. Akselerasi tajam itu membuatnya meninggalkan pesaing senior seperti Mauro Schmid dan Ben Tulett dengan selisih tiga detik.
Seixas sejatinya sudah berada di posisi depan peloton sejak kaki tanjakan, namun memilih menahan tenaga sebelum melancarkan serangan penentu di momen krusial. Ia menuntaskan tanjakan Mur de Huy dalam waktu kurang dari tiga menit.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena menjadi debutnya di seri Ardennes Classic sekaligus pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya yang baru dimulai musim 2026.
“Tahun lalu saya masih jadi penonton melihat lomba ini di TV, sekarang saya baru saja jadi juara, sungguh luar biasa,” ujar Seixas.

Ia menegaskan keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja tim yang solid, di mana seluruh rekan setim menjaga posisinya di depan dan menutup setiap upaya breakaway lawan.
“Setelah itu, menjadi tugas saya untuk menyelesaikannya, tapi ini adalah kemenangan tim,” katanya.
Sepanjang awal musim 2026, Seixas tampil impresif dengan mengoleksi tujuh kemenangan, termasuk di Volta ao Algarve, Faun-Ardèche Classic, serta juara umum Itzulia Basque Country.
Sorotan kini tertuju pada penampilannya di Liège–Bastogne–Liège 2026, balapan klasik “monumental” yang akan digelar akhir pekan ini di Belgia. Seixas dipastikan akan menghadapi dua raksasa dunia, Tadej Pogačar dan Remco Evenepoel, dalam duel yang disebut media Prancis sebagai “Clash of the Titans”.
Meski tengah naik daun, Seixas tetap merendah. Ia mengakui masih kalah pengalaman dan kekuatan dibanding dua rivalnya tersebut.
“Power dan pengalaman saya masih di bawah Pogacar dan Evenepoel. Saya hanya ingin tampil maksimal dan mencari pengalaman. Bisa bersaing saja sudah bagus, apalagi jika bisa naik podium,” ujarnya.
Kini, publik menanti apakah sensasi remaja Prancis ini mampu kembali membuat kejutan saat berhadapan langsung dengan dua pembalap terbaik dunia di panggung terbesar balap sepeda klasik. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.