Tekan Kerawanan Pangan, Pemkot Bandung Gelar 44 Gerakan Pangan Murah Sepanjang 2026
KOTA BANDUNG (METRUM) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan stok beras di Kota Bandung dalam kondisi aman meski harga di pasar masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Berdasarkann hasil pemantauan di sejumlah pasar daerah, ritel modern dan gudang Bulog, disampaikan bahwa stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyakat dalam kondisi mencukupi.
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperkuat program pengentasan kemiskinan dan stabilisasi harga pangan dengan menyiapkan berbagai bantuan pangan sepanjang 2026. Selain menyalurkan cadangan pangan daerah, Pemkot Bandung juga mengoptimalkan program ATM Beras, bantuan pangan bergizi, hingga Gerakan Pangan Murah di puluhan titik wilayah kota.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional saat ini tengah menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga di Kota Bandung. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras medium dan dua liter minyak goreng setiap bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
“Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga beras, saat ini Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional sedang menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga,” ujar Gin Gin.
Sejalan dengan program tersebut, Pemkot Bandung pada 2026 juga menyiapkan pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton beras. Salah satu alokasinya digunakan untuk Program ATM Beras yang menyasar 2.000 kepala keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) namun tidak menerima BPNT.
Melalui program itu, penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras premium setiap bulan selama satu tahun melalui 20 unit ATM Beras yang tersebar di Kota Bandung.
Saat ini terdapat 46 unit ATM Beras di Kota Bandung, terdiri atas 40 unit milik Pemkot Bandung dan enam unit milik Baznas Kota Bandung. Sebanyak 26 unit ATM Beras disuplai langsung oleh Baznas dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.950 kepala keluarga.
Tak hanya itu, DKPP juga menyiapkan Program Pangersa yang difokuskan untuk daerah rentan rawan pangan dan stunting. Program tersebut akan menyasar 1.832 kepala keluarga miskin di luar penerima BPNT dan PKH.
Dalam program tersebut, penerima manfaat akan mendapatkan paket pangan berupa lima kilogram beras premium, satu ekor ayam, satu kilogram ikan lele, satu kilogram telur, serta sayuran. Bantuan akan disalurkan dua kali dalam setahun.
Selain bantuan pangan, Pemkot Bandung juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 44 kali sepanjang 2026. Program ini didukung anggaran dari APBD Kota Bandung, APBD Jawa Barat, Badan Pangan Nasional, hingga dana CSR BUMN.
“Salah satu komoditi yang disediakan berupa beras SPHP kualitas medium kemasan lima kilogram yang penyediaannya bekerja sama dengan Perum Bulog,” kata Gin Gin.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bandung berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tantangan ekonomi dan inflasi pangan. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.