METRUM
Jelajah Komunitas

Tinggalkan Lingkungan Pertemanan yang Tidak Sehat

SEBAIK-BAIKNYA lingkungan pertemanan, jika masih tetap berbicara buruk dari belakang, untuk apa?

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kita dapat mengetahui mana prioritas utama kita. Apalagi masalah lingkungan pertemanan, yang tidak disangka-sangka dapat menurunkan mood kita karena ada perkataan menyakitkan yang kita tahu bukan secara langsung, melainkan dari orang lain.

Oleh karena itu, kita harus mulai berpikir dewasa, mana yang sebaiknya kita lakukan dengan teman seperti itu, menjauhkannya atau masih harus tetap berteman karena dia masih satu lingkungan dengan kita?

Tentunya jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Hanya kita yang bisa memutuskan haruskah tetap berteman atau tidak, karena jika tidak mengambil keputusan bijak, kita akan terus dilingkari dengan perasaan tidak enak.

Dengan begitu, yang harus kita lakukan adalah mengambil pelajaran dari orang yang sudah ngomongin kita dari belakang dan kita jadi tahu rasanya tidak enak diomongin yang jelek-jelek dari belakang jikalau omongan itu sampai ke teman kita.

Lebih jauh, kita belajar bahwa lebih baik kita tidak mengumbar keburukan orang lain, yang memang tidak ada manfaatnya juga bagi kita, dan berujung menjadi suatu fitnah jika apa yang kita bicarakan ternyata tidak seperti apa kenyataannya.

Dari lingkungan pertemanan, kita berlatih menjadi lebih dewasa, berpikir kritis, dan menjadi berani mengemukakan pendapat. (Muhammad Rifki Aldiya/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: