SIAPA bilang rasisme hanya menyasar orang kulit hitam. Orang kulit putih dan juara dunia sekalipun bisa menjadi korban rasisme.
Hal ini pula yang dialami oleh petinju profesional asal Inggris, Tyson Fury (31). Dilansir dari Mirror belum lama ini, Tyson mengaku menjadi korban rasisme karena dia adalah pendatang dan berasal dari latar belakang etnis yang berbeda.
”Saya seorang pria kulit putih, dan saya mengalami rasialisme pada 2020 karena saya adalah pendatang, saya berasal dari latar belakang etnis (yang berbeda),” kata Tyson.
Menurut dia, perlakuan tak pantas itu dia terima saat berada di bar dan restoran. Bahkan, pria dengan julukan The Gypsi King ini harus keluar ma-suk restoran di Inggris bersama sang istri karena kerap mendapat perlakuan rasisme. Tyson dan keluarganya memang berasal dari Irlandia, tetapi menetap di Inggris.
Gelar juara dunia yang dia sandang dua kali untuk kelas berat pun tak mampu menolongnya dari perlakuan rasisme. ”Jadi bukan hanya orang kulit hitam yang mengalami rasialisme. Saya pikir pendatang adalah bentuk rasialisme yang paling sering didapat di Inggris dan di seluruh dunia. Ini mengerikan, karena Anda tidak bisa menilai semua orang dengan sama,” ungkap ayah lima anak ini.
Tak heran jika petinju yang pernah mengalahkan Deontay Wilder pada February 2020 ini pun mendukung aksi protes atas rasisme yang menimpa George Floyd. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.