METRUM
Jelajah Komunitas

Variasi dan Kreasi Baru Burayot, Makanan Legendaris Khas Garut!

BURAYOT adalah makanan khas masyarakat Garut selain Dodol. Burayot sudah ada sejak jaman kerajaan pada beberapa abad lalu. Di Garut banyak toko-toko yang menjual burayot, salah satunya Burayot the Legendary Cookies yang dirintis oleh Raga bersama keluarganya.

Penulis besama Raga (Foto: Sapitri).*

Raga dan keluarga memulai usaha burayot sejak Tahun 2015. Menurutnya, banyak sekali orang-orang yang belum mengetahui burayot, bahkan masyarakat Garut sendiri pun sebagian besar tidak tahu apa itu burayot. Oleh karena itu, ia memilih kuliner ini untuk dijadikan bisnis dengan tujuan melestarikan kembali makanan khas daerah yang mulai punah dengan tergerusnya zaman yang semakin modern. 

Banyak sekali dukungan yang datang pada Raga saat ia memulai usaha ini, mulai dari orang tua, kerabat hingga rekan-rekannya. Mereka semua mendukung apa yang dilakukan oleh Raga dan membantu untuk mencapai target yang diinginkannya. 

Burayot (Foto: Sapitri).*

“Pada awal saya membuka usaha ini terasa sulit, terutama pada bagian mengenalkan kembali burayot kepada masyarakat umum. Namun banyak juga orang-orang pada generasi dulu atau old people yang penasaran menyicipi burayot yang saya buat,” ujar Raga.

Raga menambahkan, langkah demi langkah ia jalani hingga akhirnya semua bisa dilalui seperti sekarang ini dan bersyukur pecinta burayot juga terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Adapun ciri khas burayot yaitu berbahan tepung beras dan gula aren atau gula merah. Cara membuatnya cukup sederhana, namun lumayan sulit dan membutuhkan perhatian pada saat membuat adonan dan cara menggorengnya. Oleh karena itu, tidak sembarangan orang bisa melakukannya, harus mempunyai keahlian khusus dan telah mempelajarinya dengan baik. 

Burayot sendiri mempunyai saudara yaitu Ali Agrem. Rasanya hampir sama, namun yang membedakannya adalah pembuatan adonan burayot lebih sederhana hanya dengan membuat bentuk bulat lalu digoreng dan ditusuk menggunakan kayu kecil hingga menggelantung. Adonan Burayot juga lebih halus dibandingkan dengan Ali Agrem. Sementara itu, adonan Ali Agrem mempunyai tekstur lebih kasar. Cara pembuatan adonannya harus dibentuk seperti cincin atau donat mini dan langsung digoreng tanpa harus ditusuk oleh kayu kecil.

Adonan Burayot (Foto: Sapitri).*

Burayot produksi Raga ini mempunyai keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan burayot-burayot yang dijual di toko lain. Burayot buatan Raga mempunyai banyak varian rasa yang disajikan. Selain itu, teksturnya lembut dan rasa manisnya tidak membekas di mulut atau orang menyebutnya dengan kata ‘giung’.

“Mungkin karena beda tangan tangan saja yang mengolah maka beda rasanya,” tutur Raga.

Cara memasak burayot sama seperti pada umumnya, yaitu dengan mencampur tepung beras dengan gula merah dan dijadikan adonan, lalu dibiarkan dingin.

Ketika sudah siap, adonan dibentuk bulat tipis atau digepeng-gepeng. Digoreng menggunakan minyak panas, lalu ditusuk supaya mengantung.

Adapun jika ingin menambahkan rasa, seperti rasa keju, pisahkan adonan secukupnya lalu masukkan keju yang sudah diparut ke dalam adonan lalu campurkan. Kemudian bentuk dan goreng seperti cara yang telah dijelaskan sebelumnya. Adonan yang dibuat harus benar-benar bagus, karena jika tidak burayot yang sudah jadi nantinya tidak berbentuk sesuai dengan yang diinginkan.

Adonan Burayot ditimbang sebelum diolah (Foto: Sapitri).*

Pembeli burayot di sini terdiri dari berbagai macam kalangan, mulai dari pekerja kantoran, old people, hingga para remaja yang menjadi peminat burayot di toko milik Raga ini. Pada umumnya, remaja lebih menyukai burayot dengan varian rasa. Totalnya ada sepuluh rasa yang tersedia, namun yang sudah siap biasanya hanya tujuh rasa dan sisanya harus memesan terlebih dahulu.

“Alasan saya membeli burayot di sini karena rasanya benar-benar kerasa gitu, beda dengan yang lain. Ini untuk kedua kalinya saya membeli di sini, karena dapat info dari teman juga dan ternyata memang enak,” ucap salah satu pelanggan yang datang. 

Menu Burayot dan Ulen (Foto: Sapitri).*

Informasi Toko

  • Nama Toko: Burayot the Legendary cookie from Garut
  • Situs web: https://burayot-the-legendary-cookies.business.site/
  • Alamat: Samping Racik Desa belakang Alfa Midi, Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
  • Jam Buka: Setiap hari pukul 08.00 – 20.00
  • Telepon: 0813-2227-0674

Perlu diingat bahwa burayot yang Raga jual ini tidak menghilangkan orisinalitas rasa dari burayotnya sendiri. Ia hanya menambahkan rasa penyerta supaya menjadi ciri khas dan daya tarik sendiri di pasaran. (Sapitri Sri Mustari)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: