METRUM
Jelajah Komunitas

Velo Girl Bandung, Komunitas Pesepeda Perempuan Penikmat Jalur Berat

BELASAN tahun yang lalu komunitas pesepeda khusus perempuan masih sedikit, padahal saat itu perempuan pegiat sepeda sudah banyak, tapi mereka lebih memilih bergabung dengan komunitas pesepeda yang didominasi kaum laki-laki.

Soal jam terbang dan kehebatan pesepeda perempuan sudah tak diragukan lagi. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki kemampuan tak kalah hebat dengan pesepeda laki-laki bahkan ada yang melebihinya, seperti menjajal trek, adventure, dan bersepeda jarak jauh.

VGB di Cukul (Foto: Dok. VGB).*

Sejalan dengan perkembangan dunia sepeda, saat ini komunitas pesepeda khusus perempuan sudah banyak bermunculan dan kehadirannya semakin mewarnai khazanah bersepeda, khususnya di Kota Bandung.

Salah satu komunitas pesepeda perempuan yang lahir adalah Velo Girl Bandung (VGB), merupakan chapter dari Velo Girl Indonesia yang didirikan di Lombok sebelas tahun lalu. Selain Bandung, chapter daerah yang sudah terlebih dulu hadir yaitu Bali, Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan. Velo dalam bahasa latin artinya sepeda.

VGB sendiri awalnya akan didirikan pada tahun 2016, namun karena sesuatu hal, baru terealisasikan di tahun 2019. Beranggotakan 12 orang dengan beragam profesi. Anggotanya mulai dari ibu rumah tangga, guru ngaji, pengusaha, pekerja hingga pedagang. Genre sepeda yang digunakan beragam tidak mengkhususkan satu jenis saja.

VGB di Cikole Lembang (Foto: Dok. VGB).*

Agar terasa unik dan lebih akrab, nama-nama anggota komunitas kerap dipanggil berdasarkan panggilan nama warna-warna. Ada Ceu Pinky, Teh Iteung dan lain sebagainya. Hampir semua anggotanya berkerudung atau hijaber.

“Kami sesuaikan dengan kenyamanan masing-masing, selain menggunakan celana panjang ada yang tetap nyaman menggunakan rok panjang. Kami tak merasa ribet, tetap enjoy bersepeda, mau di jalur nanjak atau dalam keadaan cuaca panas,” ujar Elly Qodariah Muhdiat alias Ceu Pinky.

Komunitas yang memiliki jargon semangat Ride More Give More dan bermarkas di Jalan Suryalaya Tengah Bandung ini punya agenda rutin kegiatan bersepeda setiap hari minggu ke berbagai trek atau jalur bersepeda. Hebatnya, mereka menyukai medan-medan yang berat dan menantang, terutama jalan menanjak, seperti ke Puntang, Cukul, dan Puncak Eurad.

VGB di Bali (Foto: Dok. VGB).*

Selain ke jalur nanjak, mereka senang bersepeda menuju pedesaan. Menurut mereka meskipun sekarang banyak desa yang semakin padat tapi masih menyisakan pemandangan alam yang indah untuk dinikmati sambil bersepeda.

Beberapa perwakilan Velo Girl Bandung pernah bersepeda di Bali, selain menikmati alamnya juga dalam rangka kegiatan gathering bersama seluruh chapter Velo Girl Indonesia.

Bukan hanya kegiatan bersepeda saja, tapi kegiatan sosial pun tak pernah ketinggalan, salah satunya adalah kegiatan pembagian bingkisan ke masyarakat ekonomi lemah yang terdampak pandemi.

VGB saat melaksanakan bakti sosial (Foto: Dok. VGB).*

“Kalau mau berkenalan lebih jauh tentang kami, follow saja IG @VelogirlIndonesia, sementara semuanya mengikuti pusat,” kata Ceu Pinky menutup pembicaraan.

Salam sehat, semangat, dan waspada. Selalu menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan. Bersepeda memang baik, menjaga diri lebih baik. Tetap bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika, karena bersepeda itu baik. (Cuham Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: