METRUM
Jelajah Komunitas

Viking Janjikan Koreografi Spesial untuk Pembukaan Piala Presiden 2019

Bobotoh/DOK PR
Bobotoh/DOK PR

UNTUK pembukaan Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Viking Persib Club (VPC), melalui Creative Division 33, telah menyiapkan persembahan koreografi tiga dimensi spesial.

Pendiri Creative Division 33, Bobi Jaelani mengatakan, konsep koreografi tiga dimensi kali ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Namun, bocoran temanya masih dirahasiakan.

“Kami sudah mulai melakukan persiapan. Kemungkinan koreografi ini akan beres dua hari. Sebelum pertandingan, kami sudah siapkan dan dipasang di stadion,” tutur Bobi Jaelani di Aula Asprov PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Selasa 26 Februari 2019.

Bobotoh Persib.*/DOK. PR

Dia mengatakan, konsep yang ditampilkan akan sangat jauh berbeda dibanding koreografi sebelumnya. Kali ini, konsep koreografi akan ditata sedemikian rupa sehingga akan menciptakan kesan yang sulit dilupakan.

“Yang pasti, kami sudah siapkan satu konsep yang berbeda yang belum ditampilkan di Indonesia. Apalagi pada pembukaan Piala Presiden nanti akan disaksikan langsung oleh Presiden,” katanya.

Dana dari hasil patungan

Untuk mengerjakannya, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selama ini Creative Division 33 mengerjakan koreografi pada setiap pertandingan dengan dana sukarela.

“Biayanya lumayan. Seklai membuat koreografi bisa di atas Rp 10 juta. Kami patungan untuk melakukan ini,” ujarnya.

Bobi Jaelani mengatakan, ukuran koregrafi yang akan ditampilkan akan tiga kali lebih besar dibandingkan ketika Persib menjamu Arema FC pada leg pertama babak 16 Besar Piala Indonesia.

“Kami buat sketsa awal, pengerjannya membutuhkan 6 orang dan dilakukan dari pukul 11 malam sampai pukul 6 pagi. Kami melakukannya murni karena rasa cinta kepada Persib dan sebagai bentuk dukungan kepada pemain di lapangan,” ucapnya.

Persib.*/DOK. PR

Untuk memasang koreografi saat acara pembukaan Piala Presiden, tim Creative Division 33 sudah melakukan koordinasi dengan panpel Persib Budi Bram Rachman dan kepolisian.

“Kami tidak asal-asalan membuat koreografi ini dan sebelumnya kami selalu mengajukan izin kepada panpel. Yang pasti, tidak ada unsur SARA di setiap koreografi,” katanya.

Mengenai pemasangan koreografi  di Stadion Si Jalak Harupat, menurut Bobi Jaelani, prosesnya lebih mudah dibandingkan pemasangan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Di Stadion Si Jalak Harupat, pemasangan langsung dilakukan ke bagian atap sedangkan di GBLA harus terlebih dahulu memasang tiang penyangga.

Persib vs Persebaya tak kalah istimewa

Bobi Jaelani juga memberikan bocoran koreografi untuk pertandingan kedua saat Persib menjamu Persebaya Surabaya.

Pada laga akbar tersebut akan hadir koreografi kolaborasi antara Viking Persib Club dan Bonek, termasuk kelompok suporter Persib lainnya seperti Bomber dan The Bombs sehingga koreografi akan dilakukan setribun penuh.

“Kami juga ingin balas budi karena saat Persib bermain di Surabya, kita disediakan tempat untuk melakukan koreografi. Ini juga sebagai bentuk tali silaturahmi dan mempererat persahabatan dengan rekan-rekan Bonek,” tuturnya. (Sumber: pikiran-rakyat.com, 27/2/2019)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: