METRUM
Jelajah Komunitas

Weird Genius Rilis Single dan Video Klip Baru “Future Ghost”

USAI Hits Global “LATHI” menembus Total 175 Juta stream, pada Jumat (9/9/2021), trio EDM asal Indonesia Weird Genius merilis single terbaru mereka berjudul “Future Ghost” dengan menggandeng Violette Wautier, musisi/penulis lagu/aktris pop alternatif berdarah Thailand-Belgia yang melepas citra sendu dan hangatnya dengan kolaborasi ini mengingat Weird Genius menyajikan musik sonic yang membakar semangat euforia.

Tragedi dan transendensi tergambar dalam video klip yang dikemas dengan sangat baik dan telah rilis perdana di Youtube. Digarap di Bali dan Thailand, video klip ini menceritakan kisah cinta yang menghantui – membawa penonton dari tepi laut ke samping tempat tidur rumah sakit dan kembali lagi ke tepi laut – dikemas dengan akting Wautier yang sangat mendalami dan Richard Kyle sebagai pemeran utama pria. Video klip ini disutradarai oleh Creamypandaxx yang merupakan sutradara dari video klip “LATHI” bersama dengan YB Weird Genius dan diproduseri oleh Weird Genius sendiri.

“’Future Ghost’ adalah bagaimana kami memanifestasikan sesuatu yang emosional bagi kami dan sebuah kontras dari musik upbeat EDM kami yang biasa,” ungkap Weird Genius. “Kami sangat senang bisa bekerja dengan Violette. Suaranya sangat pas seperti gambaran kami ketika pertama kali membayangkan lagu ini. Kami harus bekerja dan melakukan brainstorming secara online mengingat bepergian dari Indonesia sangat sulit akhir-akhir ini karena aturan COVID. Kami sangat berharap bisa bertemu Violette secara langsung, tapi kami sangat senang semuanya terkemas dengan sangat baik!”

Weird Genius menaruh pilihan pada Violette Wautier setelah mendengarkan suaranya yang diyakini akan cocok untuk lagu “Future Ghost”.

Pada tahun 2020, Violette Wautier merilis album berbahasa Inggris pertamanya Glitter and SmokeSingle “Smoke” berhasil memecahkan rekor lagu berbahasa Inggris oleh penyanyi Thailand pertama yang menembus 77 juta penayangan di Youtube.

Pada saat dirilis, lagu tersebut berhasil berdiri di posisi puncak pada Apple Music Chart di delapan negara, termasuk Thailand, Singapura, dan Malaysia. 

Wautier yang sebentar lagi akan merilis album full berbahasa Thailand pada 2022, baru-baru ini berhasil masuk dalam #SpotifyEqual, sebuah kampanye yang merayakan 35 musisi perempuan dari berbagai negara di dunia yang ditayangkan pada billboard di Times Square, New York.

Weird Genius menciptakan lagu-lagu EDM yang terasa seperti time-travel. Ketiganya – produser Eka Gustiwana, penulis lagu Reza (YB) Oktovian, dan produser/DJ Gerald Liu – telah bereksperimen dengan neon drippy pop kontemporer, future bass dan trap serta bentuk yang lebih klasik, seperti ritme house dan techno yang menonjol. Jika dilihat dari lagu-lagu pertama mereka, Weird Genius membawa kita time-travel dengan musik EDM yang upbeat, tapi hit global mereka “LATHI” ft. Sara Fajira berhasil dibalut dengan level yang lebih tinggi. Diungkap oleh Rolling Stone India, “Weird Genius merupakan salah satu dari musisi EDM teratas yang berakar pada elemen rakyat Bali dan Jawa.”

Setelah menaklukan TikTok, “LATHI” berhasil memuncaki Apple Music, Spotify, Joox, dan iTunes di Indonesia dan Asia Tenggara. Lagu ini berhasil menjadi lagu terlama yang memuncaki Spotify Indonesia dan bertengger di urutan ke-3 dalam Spotify’s Global Viral chart. 

“LATHI” berhasil menyabet tiga piala pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) – setara dengan GRAMMYs bagi musisi Indonesia – termasuk “Song of the Year,” yang memecahkan rekor sebagai lagu EDM pertama yang memenangkan kategori tersebut dalam 27 tahun terakhir. Ketika Astralwerks memperluas cakupannya ke Asia tahun lalu, Weird Genius adalah yang pertama menandatangani kontrak. Hingga saat ini, label ini telah membawa Weird Genius ke seluruh dunia.

Dengan total stream lagu “LATHI” yang saat ini menembus 175 juta, kesuksesan mereka membawa mimpi yang lebih besar. Mereka yakin “LATHI” telah membuka banyak kesempatan untuk mereka – termasuk kolaborasi dengan musisi-musisi serupa seperti duo asal Belanda Yellow Claw (dalam “HUSH” ft. Reikko), musisi asal Singapura Tabitha Nauser (dalam “ALL IN,” untuk RIOT’s League of Legends: Wild Rift), dan Moi Yang, yang tampil untuk “LATHI” versi bahasa Mandarin  “Clock of Reincarnation 轮回之钟.”

Selain musik yang mereka buat sendiri, mereka juga membuat remix dari lagu-lagu seperti “Why Do You Lie To Me” oleh Topic, A7S, dan Lil Baby. Weird Genius juga telah melakukan pertunjukan live yang bergengsi termasuk di Viral Fest Bangkok, panggung utama SHVR Jakarta, YouTube Fanfest Indonesia dan Soundrenaline Bali, serta menjadi pertunjukan pendukung untuk The Chainsmokers dan Yellow Claw, dan telah tampil di lebih dari 100 acara di seluruh Indonesia. Dengan dukungan Astralwerks, Weird Genius sangat senang memiliki kesempatan untuk diekspos ke lebih banyak pendengar tentang budaya mereka dan menjadi yang terdepan di Asia sebagai musisi EDM.

“Kami ingin membuktikan bahwa hal yang berbau tradisional bisa menjadi keren, didaur ulang menjadi sesuatu yang baru,” kata Gerald Liu. Jelas, Weird Genius memiliki awal yang baik dalam misi itu. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: