METRUM
Jelajah Komunitas

5 Gangguan Mental Bermain Medsos

HIDUP di era saat ini rasanya tak bisa lepas dari media sosial. Selain mencari informasi, eksis menjadi salah satu tujuan yang paling digandrungi pengguna media sosial.

Meski sangat membantu kehidupan sehari-hari, nyatanya, media sosia (medsos) dapat mengganggu mental penggunanya.

Melansir dari laman Forbes, berikut beberapa efek menggunakan media sosial.

Kecanduan

Menurut studi dari Nottingham Trent University, orang yang terlau sering menggunakan medsos memiliki kecenderungan untuk mengabadikan kehidupan nyata. Hal itu dikarenakan medsos menjadi pelarian penggunanya.

Akhirnya, kita sebagai pengguna akan kecanduan yang menimbulkan anxiety (kecemasan) atau kegelisahan saat terlalu lama tidak membuka medsos.

Tidak bahagia

Medsos memudahkan kita berkenalan dengan orang lain. Juga berkomunikasi dengan teman lama yang sudah tidak bertemu.

Namun, dibalik semua itu, medsos juga dapat menimbulkan isolasi sosial (social isolation).

Setelah berhenti mengobrol dengan teman-teman di medsos, para pengguna akan merasa sendirian dan kesepian. Sebab, mereka hanya berada di dunia maya, bukan nyata.

Membanding-bandingkan diri

Medsos membebaskan pengguna untuk membagi kehidupan pribadinya ke semua orang. Kita, sebagai salah satu penggunanya, dapat melihat kehidupan mereka.

Berdasarkan hal itu, sedikit demi sedikit, kita mulai membandingkan dengan orang lain. Apakah lebih baik atau buruk. Kepercayaan diri perlahan menurun.

Lama kelamaan, timbul rasa depresi akibat selalu membandingkan dengan orang lain.

Iri Hati

Setelah membandingkan diri, pasti kita iri terhadap mereka yang lebih baik. Membayangkan, rasanya enak punya kehidupan seperti orang lain.

Dari sana, kita mulai mengunggah hal-hal fiktif. Tidak asli, yang penting terlihat bagus.

Hal seperti itu tidaklah baik, apalagi untuk mental. Kita akan merasa terbebani. Tidak pernah merasa puas. Apalagi, sudah merasa punya saingan.

Tidak punya pendirian

Medsos memberi tren-tren tersendiri. Dampaknya cukup besar. Pengguna yang lain merasa harus mengikutinya. Kalau tidak, rasanya sangat ketinggalan.

Hal itu tidak berlaku untuk gaya hidup, tetapi juga pendapat terhadap hal-hal lain.

Pengguna medsos akan terseret kepada pendapat yang disuarakan banyak orang. Pengguna ini tidak ingin berbeda dan dianggap aneh. Sehingga akan ikut-ikutan karena merasa tertekan.

Sebagai pengguna medsos, apakah kita sudah seperti itu?***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: