METRUM
Jelajah Komunitas

Ragam Tradisi Ramadan di Berbagai Penjuru Dunia

RAMADAN disambut dengan beragam tradisi yang mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan yang diyakini umat Muslim sebagai penuh berkah dan kebaikan.

Dilansir dari VOA, berbagai negara memiliki cara unik dalam menyambut Ramadan, seperti menyiapkan kurma dan manisan di Baghdad, menggelar festival kurma di Kairo, hingga membersihkan masjid dan menyelenggarakan berbagai kegiatan Ramadan di Imaam Center, masjid komunitas Muslim Indonesia di kawasan Washington DC.

Menjelang Ramadan, Pasar Shorja di Baghdad semakin ramai dengan aktivitas warga yang membeli makanan, manisan, dan perlengkapan untuk bulan suci. Suasana pasar semakin meriah dengan dekorasi khas Ramadan, sementara para pedagang menawarkan bahan makanan pokok serta manisan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan hari biasa.

Di Irak, umat Muslim mulai berpuasa pada 1 Maret di beberapa daerah. Salah satu warga Baghdad, Karrar Sadoon, mengatakan bahwa masyarakat ingin menikmati hidangan lezat saat berbuka. Tradisi berbuka puasa di Irak biasanya diawali dengan berkumpul bersama keluarga dan teman untuk menyantap makanan khas, menciptakan suasana seperti pesta yang berlangsung hingga larut malam.

Pernak-pernik Ramadan termasuk lentera tradisional yang dikenal sebagai "Fanous Ramadan" dipajang untuk dijual di pasar Shorja di pusat kota Baghdad (foto: dok).
Pernak-pernik Ramadan termasuk lentera tradisional yang dikenal sebagai “Fanous Ramadan” dipajang untuk dijual di pasar Shorja di pusat kota Baghdad (Foto: AFP via VOA).*

Sadoon pergi ke pasar bersama keluarga untuk membeli makanan dan kebutuhan pokok lainnya untuk Ramadan. Ia melihat kios-kios di pasar menjual berbagai makanan manis, rempah-rempah, dan bahan pangan seperti beras, kacang-kacangan, lentil, dan ada pula, teh.

“Harganya agak mahal. Ada beberapa barang yang naik harganya, sebagian lainnya tetap,” kata Sadoon.

Barang-barang biasanya dijual dengan harga yang wajar di pasar terbuka di pusat kota Shorja. Ini adalah salah satu tujuan belanja paling populer di ibu kota Irak.

BACA JUGA:  Ramadan Meriah di Antapani, Wali Kota Ajak Warga Bersatu Bangun Kota

Rasul Latif juga berbelanja di pasar itu. Ia mengatakan bahwa banyak warga Irak yang kesulitan menjelang Ramadan tahun ini karena kondisi ekonomi.

Banyak warga “tidak mampu bertahan” karena kondisi kehidupan yang sulit, kata Latif.

Ia menambahkan, “Perekonomian Irak lebih baik dalam setahun ini. Namun, tahun ini sangat sulit karena kondisi kehidupan yang sulit. Nilai tukar dolar berpengaruh negatif terhadap warga Irak dan mereka tidak mampu bertahan.”

Pemerintah Irak berjanji akan fokus pada pembangunan ekonomi dan memerangi korupsi, tetapi mereka menghadapi kesulitan ekonomi, antara lain akibat perbedaan nilai tukar dinar Irak dan dolar AS antara di tempat penukaran resmi dan di pasar.

Di Kairo, kurma juga menjadi kebutuhan untuk Ramadan. Pekan lalu, ibu kota Mesir itu kembali menggelar festival beragam jenis kurma. Festival juga menawarkan beragam produk kurma seperti selai dan sirup.

Seorang peserta pameran untuk salah satu sponsor festival, Lamia Mostafa, mengatakan, “Kurma dan ‘yamish’ (kurma, kacang-kacangan, dan buah kering yang dibeli sebelum Ramadan) adalah produk musiman. Ya, kurma tersedia sepanjang tahun, tetapi minat terhadapnya sangat tinggi menjelang Ramadan. Itulah idenya, jadi kami harus hadir di sini. Yang juga istimewa dari festival ini adalah harganya, bisa berbeda dari harga di tempat lain dan kualitasnya 100% berbeda dengan tempat lain (di pasar).”

Peserta pameran datang dari seluruh Mesir, bahkan dari negara-negara tetangga, seperti Libya dan Sudan. Mereka membawa kurma dari wilayah mereka ke festival tersebut.

Peserta pameran dari Libya, Mohamed Ali, mengatakan, “Alasan kami datang ke sini adalah mempromosikan kurma Libya dan mencari pasar. Kami benar-benar berhasil memperkenalkan kurma Libya ke pasar Mesir, terutama karena Mesir tidak memiliki kurma deglet. Mesir adalah produsen kurma terbesar di dunia tetapi varietas deglet tidak ada, dan ada permintaan besar untuknya di pasar Mesir.”

BACA JUGA:  Fakta Menarik Olimpiade Tokyo 2020

Hany al-Halawany telah mengunjungi festival tersebut tiga tahun berturut-turut. Ia mencicipi beberapa kurma sebelum membeli. “Produk-produknya sangat bagus dan harganya sangat murah,” ujarnya.

“Festival ini juga menghadirkan barang-barang yang sebelumnya mengharuskan kami pergi untuk mendapatkannya. Di festival ini, barang-barang itu datang kepada kami,” kata al-Halawany.

Di Silver Spring, Maryland, Imaam Center menyambut Ramadan dengan membersihkan masjid untuk menerima jemaah yang akan jauh lebih banyak jumlahnya daripada hari-hari biasa karena masjid komunitas Muslim Indonesia itu menyediakan buka puasa dan tarawih setiap hari. Imaam Center juga menyiapkan beragam acara untuk menyemarakkan Ramadan, mulai dari lomba hapalan al Quran dan melantunkan azan, tadarusan, hingga mengundang tetangga untuk melihat langsung kegiatan Ramadan. Dan, tentu menyediakan kurma. (M1-VOA/ka/uh)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.