Pemkot Bandung Genjot UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan, Digitalisasi, dan Salapak
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat berbagai langkah nyata untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, serangkaian program pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi pemasaran—baik offline maupun online—digencarkan guna memperluas jangkauan produk lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, mengatakan pemerintah tidak hanya mengutamakan peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga aktif membuka kesempatan pemasaran melalui beragam kegiatan dan kolaborasi.
“Kami rutin menggelar pembinaan, pelatihan, dan menyediakan ruang pemasaran melalui program Salapak serta bazar di sejumlah acara besar,” ujar Budhi, Sabtu (1/11/2025).
Ia menambahkan, berbagai event seperti Konser Merah Putih, Hari Jadi Kota Bandung, hingga Wood Coconut Day telah menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk mereka langsung kepada masyarakat. “Kami dukung pemasaran offline agar produk UMKM semakin dikenal,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bandung kini fokus memperkuat digitalisasi bagi UMKM. Budhi menjelaskan, pihaknya mendorong pelaku usaha untuk masuk ke e-katalog dan Bela Pengadaan, yaitu platform resmi pemerintah yang membuka peluang kerja sama dengan perangkat daerah.
“UMKM yang sudah memiliki NIB dapat bergabung di e-katalog. Untuk yang belum, kami bantu melalui Bela Pengadaan, sehingga perangkat daerah hingga kelurahan bisa membeli produk UMKM Bandung melalui dua platform tersebut,” tuturnya.
Pemkot Bandung juga menghadirkan platform digital khusus untuk mempermudah pemasaran mandiri pelaku usaha, yang diwujudkan melalui peluncuran Marema (Maju Sareng Digital Marketing).
“Marema sudah diluncurkan dengan melibatkan 100 UMKM. Ke depan, akan dilakukan roadshow ke 30 kecamatan untuk melatih para pelaku usaha berbisnis online, termasuk cara mengunggah produk ke e-katalog dan Bela Pengadaan,” kata Budhi.
Tidak hanya pemasaran digital, pemerintah juga menyediakan fasilitas pemasaran offline permanen bernama Salapak yang berlokasi di Hotel Horison Bandung. Tempat ini berfungsi sebagai pusat layanan, pemasaran, dan informasi bagi UMKM serta koperasi.
“Silakan datang ke Salapak di depan Hotel Horison. Di sana tersedia fasilitas pemasaran dan layanan UMKM Center,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dinas Koperasi dan UMKM juga menyiapkan pembentukan UMKM Center dan Inkubasi Bisnis di 30 kecamatan sebagai ruang pengembangan usaha lokal.
“Kami ingin setiap kecamatan memiliki inkubasi dan pendampingan UMKM agar pembinaannya lebih terarah,” tambahnya.
Terkait permodalan, Budhi mengakui Pemkot Bandung belum memiliki skema bantuan langsung. Namun, pihaknya berupaya menjembatani pelaku UMKM untuk mendapatkan akses modal dari perbankan.
“Bantuan modal dari Pemkot memang belum ada, tapi kami membuka akses melalui kerja sama dengan perbankan. Semoga ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.