METRUM
Jelajah Komunitas

Dari Polemik Personal ke Kematangan Musikal, Lucien Sunmoon Resmi Lepas Album Perdana

MALANG (METRUM) – Grup alternatif pop asal Malang, Lucien Sunmoon, resmi merilis album penuh perdana bertajuk Nothing Blooms at Midnight pada 14 Februari 2026. Album ini menjadi tonggak penting perjalanan mereka setelah melalui proses penggarapan panjang sepanjang 2025.

Album berisi 10 lagu tersebut memuat dua single yang lebih dulu dirilis, yakni Slice of Life dan Flustered, serta delapan materi baru seperti Arc of Quiet Bloom, In The Shadow of Our Past, I’m Longing to be With You, 11:12, Lowest, Minuet, Jealousy, What We’ll Never Be, hingga versi akustik Memoria.

Secara tematik, Nothing Blooms at Midnight merefleksikan polemik yang tengah dihadapi para personel, mulai dari kisah percintaan, pengorbanan, perasaan yang tak terucap, hingga emosi terpendam. Album ini menjadi simbol pendewasaan, baik secara personal maupun dalam konteks perjalanan bermusik mereka.

Dalam proses kreatifnya, produser Danang Seloaji memberi ruang kebebasan yang lebih luas kepada para personel untuk mengeksplorasi ide masing-masing. Setiap anggota bebas menulis dan mengembangkan lagu tanpa tekanan untuk mengejar tren tertentu. Hasilnya adalah album dengan warna yang beragam, mencerminkan karakter individu masing-masing personel.

Proses produksi dimulai sejak awal 2025 dengan pengumpulan materi. Rekaman dilakukan secara bertahap mulai Mei 2025 di Haum Studio oleh Dheka Satria dan Axel Kevin hingga kuartal akhir 2025. Lagu terakhir, Memoria (Acoustic Version), direkam di RA2 Studio. Seluruh proses mixing dan mastering ditangani oleh Rio Armand.

Sepanjang 2025, enam personel band bersama manajer mereka, Nayya, dan produser Danang, membagi waktu antara penggarapan album dan kesibukan kuliah serta kehidupan pribadi. Meski diwarnai berbagai dinamika, mereka tetap menjaga satu visi hingga album ini rampung.

BACA JUGA:  “Suarasama” Rilis Ulang Album “Timeline” dengan Label Rekaman “Drag City Records” Chicago
Artwork oleh dwikirikus.*

Tak hanya merilis versi digital di seluruh digital streaming platform (DSP), Lucien Sunmoon juga menyiapkan rilisan fisik berupa kaset pita yang digarap Haum Entertainment. Paket tersebut akan dibundel bersama buku visual bertajuk Nothing Blooms at Midnight: a Visual Guide yang ditulis Sukma Kelana melalui Batas Frekuensi, lengkap dengan merchandise eksklusif.

Selain itu, Batas Frekuensi tengah mempersiapkan empat video musik yang dijadwalkan rilis pada akhir Maret 2026, setelah menjalani proses produksi selama satu bulan penuh.

Slice of Life

[Verse 1]

You said you’d stay, but turned away

Left me in pieces, couldn’t find my way

Promises faded, like shadows in the night

Now I’m here, trying to make it right

[Chorus]

You’re always inside my mind

Though it was you who broke the ties

You caused the hurt, but still you try

Blame on me

Every time

[Verse 2]

But I won’t take the fall this time

Your lies can’t twist what’s mine

I’m stronger now, I see the truth

No more living in your illusion’s proof

[Chorus]

You’re always inside my mind

Though it was you who broke the ties

You caused the hurt, but still you try

Blame on me

Every time

[Outro]

Inside my mind

Blame on me

Every time

You turned away

Left me behind

To make it right

CREDIT “Slice of Life”

  • Produced by Danang Seloaji
  • Recorded at Haum Studio
  • Engineered by Dheka Satria T. P.  dan Axel Kevin Y.
  • Mixed and mastered by Zeruya Anggraita
  • Lyric written Muhammad Mundir Setyawan
  • Song composed by Kanaya Firsti Gusavin, Lyranti Revalina Kusuma, Natanael Rudy Hadinata, Nasywana Rahmaniyah, Muhammad Mundir Setyawan, Yessy Aulia Zahra
  • Cover Photo by Dwiki Rikus
BACA JUGA:  Untuk Tabrak Asteroid, NASA Luncurkan Pesawat Antariksa

Tentang Lucien Sunmoon

Lucien Sunmoon merupakan band alternatif pop yang terbentuk di Malang pada awal 2023. Beranggotakan enam musisi muda—Kanaya Firsti Gusavin (vokal), Natanael Rudy Hadinata (gitar/backing vokal), Yessy Aulia Zahra (gitar), Muhammad Mundir Setyawan (bass), Nasywa (keyboard), dan Lyranti Revalina Kusuma (drum)—mereka mengusung warna pop dengan sentuhan alternatif.

Musik mereka terinspirasi dari sejumlah nama seperti Cafuné, Grrrl Gang, Drizzly, serta Girl and Her Badmood. Di tengah kesibukan dunia perkuliahan, mereka tetap konsisten berkarya dan menyiapkan proyek-proyek berikutnya.

Album Nothing Blooms at Midnight kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 14 Februari 2026. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.