METRUM
Jelajah Komunitas

ITB Kian Mendunia, 16 Bidang Masuk QS Rankings 2026

KOTA BANDUNG (METRUM) – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi di kancah global. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026, empat bidang unggulan ITB berhasil menembus 150 besar dunia, bahkan dua di antaranya masuk Top 100.

Bidang Mineral & Mining Engineering serta Petroleum Engineering menempati klaster peringkat 51–100 dunia. Sementara Architecture & Built Environment dan Art & Design berada di posisi 101–150 dunia. Secara keseluruhan, ITB menempatkan 16 bidang ilmu dalam pemeringkatan global dari total 35 bidang yang dianalisis.

Capaian ini menegaskan konsistensi ITB pada bidang rekayasa sebagai kekuatan utama, sekaligus menunjukkan perkembangan signifikan di sektor arsitektur dan desain. Selain itu, Chemical Engineering berada di peringkat 201–250 dunia, serta Civil Engineering di posisi 201–275 dunia.

Jumlah bidang yang masuk pemeringkatan juga meningkat dibanding tahun sebelumnya, dari 15 menjadi 16 bidang. Hal ini mencerminkan semakin luasnya cakupan keilmuan ITB yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Tak hanya itu, sejumlah bidang ITB juga menempati posisi teratas di Indonesia, di antaranya Architecture & Built Environment, Art & Design, hingga berbagai disiplin teknik seperti Electrical, Mechanical, Mineral & Mining, dan Petroleum Engineering. Bidang lain seperti Chemistry, Environmental Sciences, Materials Science, Mathematics, hingga Physics & Astronomy juga menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

Performa ITB turut menguat di sejumlah bidang lain. Computer Science & Information Systems naik ke klaster 451–500, Business & Management Studies ke 401–450, serta Agriculture & Forestry bertahan di kisaran 351–400 dunia.

Pada kategori broad subject, peningkatan signifikan juga terlihat. Engineering & Technology melonjak ke peringkat 216 dunia dari sebelumnya 282, menjadi posisi tertinggi ITB tahun ini. Arts & Humanities naik ke peringkat 345, Natural Sciences ke 374, serta Social Sciences & Management juga menempati posisi 374 dunia.

BACA JUGA:  Dari Ruko Kecil ke Forbes Asia, Alumni ITB Bawa Torch Tembus Panggung Global

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, menyebut capaian ini sebagai bukti konsistensi ITB dalam menjaga kualitas pendidikan dan riset di tingkat global. Ia menegaskan, hasil tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan reputasi akademik serta riset. ITB pun menargetkan masuk 150 besar dunia pada 2030.

“Capaian ini bukan hasil instan, melainkan kerja bersama seluruh elemen ITB. Ini menjadi pijakan untuk terus memperkuat transformasi dan kontribusi kami di tingkat global,” ujarnya.

Ke depan, ITB berkomitmen menjaga tren positif ini dengan memperkuat kualitas pendidikan, riset, serta kontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.