METRUM
Jelajah Komunitas

Breakaway 60 Pembalap Guncang Tour Auvergne 2026, Bintang Muda Australia Ambil Alih Puncak Klasemen

CREST-VOLAND, PRANCIS (METRUM) – Gelombang kebangkitan pembalap muda kembali mewarnai balap sepeda Eropa. Kali ini sorotan tertuju kepada talenta Australia berusia 21 tahun, Luke Tuckwell dari tim Red Bull Bora Hansgrohe yang sukses merebut kaus kuning Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026 usai tampil impresif pada Etape VI, Sabtu (13/6/2026) WIB.

Etape sepanjang 182 kilometer menuju Crest-Voland menghadirkan drama luar biasa. Selain menjadi etape tanjakan berat pertama dengan empat puncak pendakian, lomba juga diwarnai fenomena langka berupa breakaway massal yang melibatkan sekitar 60 pembalap, sebuah situasi yang nyaris tak pernah terjadi dalam ajang balap sekelas ini.

Tuckwell menjadi salah satu pembalap yang berhasil lolos dalam kelompok besar tersebut. Pembalap muda yang tahun lalu finis sebagai runner-up Giro d’Italia Next Generation itu memanfaatkan peluang dengan sempurna untuk mendongkrak posisinya di klasemen umum.

Di sisi lain, tim tuan rumah Decathlon CMA CGM menghadapi situasi sulit karena tidak memiliki satu pun wakil dalam rombongan breakaway. Akibatnya, mereka harus bekerja keras memimpin peloton utama guna menjaga selisih waktu agar tidak melebar lebih dari tiga hingga empat menit.

Peserta Tour Auvergne-Rhone-Alpes 2026 melaku di tanjakan Etape VI dari Saint Vulbas menuju Crest Voland, Prancis. (Foto: Getty Images).*

Memasuki tanjakan penentu menuju Crest-Voland, kelompok terdepan mulai terpecah akibat beratnya medan. Dari puluhan pembalap yang memimpin, hanya sekitar 10 spesialis tanjakan yang mampu bertahan di depan. Menjelang garis finis, persaingan mengerucut menjadi duel tiga pembalap yakni Maxim Van Gils (Red Bull Bora Hansgrohe), Tobias Johannessen (Uno-X Mobility), dan Luke Tuckwell.

Van Gils akhirnya keluar sebagai pemenang etape setelah mengalahkan Johannessen dalam sprint akhir. Tuckwell menyusul di posisi ketiga dengan selisih enam detik, hasil yang cukup untuk mengantarkannya mengambil alih pimpinan klasemen umum.

BACA JUGA:  Setiap Bulan Bike (SBB), Gerakan Kebikean Tematis Setiap Bulan di Bandung

Sementara itu, kelompok favorit juara seperti Isaac del Toro (UAE Emirates XRG), Paul Seixas (Decathlon CMA CGM), dan Matteo Jorgenson (Visma Lease a Bike) tertinggal lebih dari tiga menit dari para pembalap terdepan.

Paul Seixas, remaja Prancis berusia 19 tahun yang tengah menjadi sorotan publik tuan rumah, tampil disiplin dan tidak terpancing mengikuti serangan-serangan agresif. Ia terus menempel Isaac del Toro hingga finis. Del Toro menempati posisi ke-20 dan Seixas tepat di belakangnya di posisi ke-21 dengan catatan waktu yang sama, tertinggal 3 menit 15 detik dari pemenang etape.

Jorgenson harus puas finis di urutan ke-22 dengan selisih 3 menit 28 detik.

Nasib kurang beruntung dialami pemegang kaus kuning sebelumnya, Alex Baudin dari EF Education. Pembalap Prancis itu kehilangan banyak waktu setelah finis di posisi ke-34 dengan ketertinggalan 4 menit 47 detik, sehingga harus merelakan status pimpinan klasemen kepada Tuckwell.

Etape VI juga diwarnai insiden serius. Pembalap andalan Netcompany Ineos, Oscar Onley, mengalami kecelakaan saat melintasi turunan teknis dan terjal. Pembalap spesialis tanjakan asal Inggris itu dilaporkan terjatuh ke jurang dan mengalami cedera bahu berupa dislokasi. Kondisi tersebut membuat peluangnya tampil di Tour de France 2026 kini menjadi tanda tanya besar.

Di kubu Visma Lease a Bike, situasi tak kalah rumit. Kandidat juara Matteo Jorgenson kehilangan tiga rekan pentingnya menjelang dua etape tanjakan penentuan.

Wout Van Aert, pemenang Etape V, memilih tidak melanjutkan lomba demi fokus mempersiapkan diri menghadapi Tour de France yang akan dimulai awal Juli mendatang. Sementara dua pembalap muda lainnya, Jørgen Nordhagen dan Per Strand Hagenes, terpaksa mundur karena sakit.

Dengan berkurangnya dukungan tim, Jorgenson kini harus menghadapi dua etape pegunungan terakhir dengan kekuatan yang jauh lebih terbatas.

BACA JUGA:  Tadej Pogacar Tak Terbendung di Tanjakan Mur de Huy, Juara La Fleche Wallone 2025

Meski Tuckwell kini memimpin klasemen, persaingan menuju gelar juara Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026 masih jauh dari selesai. Dua etape tanjakan tersisa akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pembalap muda Australia tersebut, sekaligus panggung pembuktian bagi Paul Seixas yang masih menyimpan peluang besar untuk mengguncang klasemen menjelang finis akhir. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.