METRUM
Jelajah Komunitas

Agar Cinta Tak Pudar: Tips Menjaga Kemesraan dalam Pernikahan

DATA dari Pusat Statistik Kesehatan Nasional Amerika menunjukkan bahwa hanya 52 persen pernikahan di Amerika yang bertahan hingga 20 tahun. VOA melakukan wawancara dengan beberapa pasangan suami-istri diaspora di Amerika dan Indonesia untuk mencari tahu rahasia di balik kelanggengan pernikahan mereka.

Tentu saja, ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah pernikahan. Menurut Gabriella Panjaitan, barometer utama kesuksesan pernikahan adalah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai tujuan yang ingin dicapai dalam hubungan mereka, yang tentunya berbeda untuk setiap pasangan.

Sebagai seorang Licensed Marriage and Family Therapist di California, Gabriella menangani berbagai masalah keluarga dan isu pernikahan. Ia menambahkan bahwa elemen penting untuk menjaga kemesraan dalam pernikahan meliputi kesediaan untuk berkompromi, kemampuan berkomunikasi, memperbaiki diri setelah konflik, prinsip yang sejalan, kesediaan emosional, saling menghormati, dan yang paling penting, persahabatan.

Namun, menurut Becky Tumewu, yang telah menikah selama 25 tahun dengan Johannes Dermawan setelah berteman lama, kemesraan saja tidak cukup. Ia menekankan bahwa kesabaran dan pengertian adalah kunci, ditambah dengan saling memaafkan dan memberi ruang jika diperlukan. Becky menjelaskan, “Pelajaran paling berharga dalam pernikahan adalah bahwa tidak ada yang sempurna. Pada akhirnya, pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi lebih kepada komitmen, karena kita telah mengucapkan janji untuk bersama dalam segala keadaan, kecuali jika ada KDRT atau perselingkuhan berulang. Komitmen itu hanya bisa dijalankan jika kita memelihara cinta.”

Pasangan Dwi dan David Anderson, yang juga telah menikah selama 25 tahun, percaya bahwa kemesraan dalam pernikahan terletak pada usaha berkelanjutan untuk saling mengenal. Dwi menyatakan bahwa meskipun mereka telah menikah selama seperempat abad, masih banyak hal yang mengejutkan dari suaminya. “Yang paling berharga adalah bagaimana kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ungkap Dwi.

BACA JUGA:  Aroma Buku Buat Candu

Tami dan Budhi Pariyesana, yang terlibat dalam pelayanan bimbingan pernikahan di gereja mereka, telah menikah selama 23 tahun. Mereka selalu mengikuti pelayanan gereja bersama dan setelah beberapa waktu, diminta untuk memimpin bimbingan perkawinan. Tanggung jawab utama mereka adalah memberikan konseling pra-pernikahan bagi pasangan yang akan menikah dan melatih konselor lain.

Tami menjelaskan bahwa bimbingan yang mereka berikan berkaitan erat dengan kedekatan dan kebahagiaan yang mereka jaga melalui komunikasi, menjaga kepercayaan, dan saling mendukung. “Ibaratnya, saat kita dalam keadaan darurat di pesawat, kita harus menggunakan masker oksigen kita sendiri sebelum membantu orang lain. Kami percaya bahwa kami bisa berfungsi sebagai orang tua atau pasangan yang baik jika kami berdua merasa aman, nyaman, percaya, dan bahagia satu sama lain,” jelas Tami.

Tami menambahkan bahwa mereka selalu berusaha menjaga koneksi dan kemesraan dengan menjadwalkan “date night” setidaknya dua minggu sekali. “Kadang kami pergi untuk makan malam dan menonton film, kadang pijat refleksi dan ngopi, atau menikmati musik live, tetapi tidak selalu harus keluar rumah atau mahal,” katanya.

Kencan seperti ini sangat penting untuk kemesraan pasangan, menurut Gabriella. “Pastikan kita menikmati waktu bersama, karena inilah orang yang akan selalu ada di sisi kita,” ujarnya. “Jangan berhenti berkencan dengan pasanganmu. Anda bisa mencintai seseorang, tetapi tidak suka menghabiskan waktu bersamanya, padahal kalian sudah berkomitmen. Ini adalah orang yang akan Anda habiskan sebagian besar waktu bersamanya, jadi pastikan Anda benar-benar menyukai mereka dan menikmati waktu bersama.”

Tami dan suaminya selalu berusaha untuk menjalankan “date night” sesuai jadwal, meskipun rencana mereka tidak selalu berjalan mulus. “Seringkali, karena kesibukan dan kebutuhan lain yang harus diprioritaskan, seperti anak-anak yang memiliki ujian atau pengeluaran yang banyak, kami melakukan ‘date night’ di halaman belakang rumah. Kami mendengarkan lagu-lagu favorit menggunakan speaker, seolah-olah ada musik live. Kami menyiapkan camilan dan minuman yang ada di rumah, dan tidak lupa menyalakan obat nyamuk,” jelas Tami.

BACA JUGA:  Menjelajahi Keajaiban Malam Terpanjang di Utqiagvik Alaska

Tami menambahkan bahwa anak-anak mereka sudah terbiasa dengan kebiasaan orang tua mereka dan mendukung kemesraan antara mereka, sehingga tidak akan mengganggu hingga obat nyamuk habis. (M1-VOA/aa/ka)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.