METRUM
Jelajah Komunitas

Akupunktur untuk Terapi dan Tingkatkan Imun Tubuh

Oleh dr. Sherlly Surijadi, MARS. SpAk*

MENDENGAR istilah Akupunktur, pemahaman masyarakat secara umum tertuju pada jenis pengobatan tradisional asal Tiongkok dengan metode tusuk jarum dengan sejumlah titik tubuh. Pandangan seperti ini, memang tidak salah karena Akupunktur memang merupakan jenis pengobatan tradisonal berasal dari dunia timur (Tiongkok).

Sherlly Surijadi (Dok. RS Boormeus).*

Tetapi, sejak 2003 badan kesehatan dunia atau World Health Organization (HWD) dan National Institute of Health (NIH) mempublikasi laporan uji klinis tentang efektivitas  pengobatan Akupunktur. Dengan begitu, sejak itu Akupunktur telah diakui sebagai salah satu metode pengobatan medik modern –Barat–.

Di indonesia, Akupunktur mulai dikenal pada institusi kesehatan formal, sejak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ditetapkan sebagai pilot pelayanan dan pengembangan ilmu Akupunktur oleh Departemen Kesehatan beberapa waktu lalu.

Apa yang dimaksud dengan Akupunktur medik?

Merupakan teknik pengobatan dengan menusukkan jarum di titik Akupunktur,  menggunakan ilmu anatomi fisiologi serta menerapkan prinsip evidance-based medicine. Akupunktur dari pengobatan tradisional Tiongkok yang telah berkembang lebih dari 2.500 tahun.

Akupunktur medik dengan menerapkan prinsip evidance-based medicine, inilah yang menjadi pembeda dengan pengobatan akupuntur yang dilakukan secara tradisional. Akupuntur medik, mendasar pada bukti-bukti dan kajian ilmiah sesuai dengan prinsip-prinsip kedokteran modern.

Saat ini akupunktur di Indonesia, dilayani tiga pihak. Pertama, pengobatan akupunktur tradisional, yang dalam prosesnya lebih menitikberatkan pada aspek-aspek tradisional Tiongkok.

Kedua, akupuntur medik yang dilayani oleh dokter (biasanya dokter umum) dengan pendidikan khusus akupunktur sekitar beberapa bulan.

Ketiga, akupunktur medik oleh dokter spesialis akupunktur selama kurang lebih empat hingga lima tahun. Dengan pusat pendidikan di RSCM/UI.

Khusus untuk spesialis akupunktur, sama seperti dokter spesialis penyakit lainnya, dalam melakukan tindakan terapi selalu ditunjang oleh pemeriksaan klinis, proses anamnesis yang sangat mendetil, untuk diperoleh diagnosis yang tepat di atas keluhan pasien.

Diagnosis juga bisa dilengkapi dengan data-data penunjang seperti hasil pemeriksaan laboratorium atau radiologi, untuk lebih memastikan penyakir pasien. Dengan begitu, pengobatan akupunktur yang dilakukanpun benar-benar menyelesaikan penyebab dari penyakit yang diderita pasien.

Sebagai gambaran, misalnya pasien dengan keluhan sakit kepala, terapi yang diberikan tidak sekedar untuk mengatasi sakit kepalanya saja, tetapi apa penyebab pasien itu menderita sakit kepala. Dengan mengatasi akar penyebabnya, diharapkan sakit si pasien sembuh total, atau tidak berulang.

Apa inti dari pengobatan akupuntur medik?

Pada dasarnya akupunktur medik dilakukan dengan memasukan jarum halus ke titik-titik akupunktur, dengan tujuan untuk mempengaruhi fisiologis tubuh dan menyembuhkan penyakit. Akupunktur juga terkenal sebagai self-bording karena kemampuannya untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Dengan itu sistem imun tubuh yang baik, diharapkan tubuh seseorang akan terbebas dari penyakit.

Seperti diketahui, dalam kedokteran modern, terjadinya suatu penyakit pada dasarnya karena ketidakseimbangan senyawa organik endogenus yang membawa sinyal diantara neuron (neurotransmitter) yang ada di dalam tubuh. Jika ketidakseimbangan ini berlangsung cukup lama, maka akan mengganggu segala sistem yang berkaitan dengan metabolisme dan segala hal yang menunjang sistem imun tubuh.

Dalam kondisi seperti ini, akan muncul beberapa gangguan sistem organ, gangguan sistem imun, penyakit gangguan gerak serta penyakit metabolik.

Di sinilah akupuntur medik berperan untuk kembali menyeimbang atas ketidakseimbangan itu yang juga secara otomatis, akan menyelesaikan gangguan-gangguan yang terjadi.

Sebagai gambaran bagaimana terapi akupunktur untuk mengatasi nyeri, caranya melalui tusukan jarum di titik tertentu untuk merangsang agar keluarnya hormon endorfin yang dapat mengatasi rasa nyeri untuk tingkat rendah. Jika rasa nyerinya lebih hebat, maka yang dirangsang keluar melalui akupuntur adalah hormon mes-enkafalin. Sedangkan untuk mengatasi rasanya nyeri yang lebih hebat lagi, yang dirangsang adalah hormon norfin.

Penyakit apa saja yang bisa diterapi melalui pengobatan akupuntur medik?

Seperti telah disebut di atas, akupunktur paling utama dapat mengatasi keluhan nyeri. Selain itu, beberapa penyakit akibat gangguan sistem organ, gangguan sistem imun, penyakit psikiatrik, penyakit gangguan gerak serta penyakit metabolik.

Tak hanya itu, akupunktur juga dapat diterapkan untuk mengatasi masalah penuaan dini, obesitas, serta masalah yang berkaitan dengan estetika lain seperti menghilakan kerutan, dan mencegah kebotakan. Bagi penderita penyakit yang harus secara terus menerus mengonsumsi obat dalam jangka waktu lama, akupunktur juga dapat menjadi solusi.

Pada intinya, akupunktur mengacu kepada ketetapan WHO, bahwa metode pengobatan ini memliki klasifikasi peranannya. Misalnya saja ada penyakit akan sembuh hanya beberapa besar dalam membantu.***

*Penulis dokter spesialis akupunktur di RS Boromeus dan Santosa Hospital Bandung Central di Kota Bandung.

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: