METRUM
Jelajah Komunitas

Ancaman Tiongkok Meningkat, Taiwan-AS Perkuat Kerjasama Pertahanan Nasional

TAIWAN, ROC – Ketua Institut Amerika Serikat di Taiwan (AIT), James Moriarty, pada saat mengikuti Konferensi Industri Pertahanan AS-Taiwan menyatakan, ancaman dari Negeri Tirai Bambu terhadap Taiwan semakin hari semakin meningkat, sehingga kerjasama Pertahanan AS dan Taiwan, pembelian alutsista, dan dialog kebutuhan pertahanan dan keamanan Taiwan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Dilansir dari RTI, Konferensi Industri Pertahanan AS-Taiwan (U.S.-Taiwan Defense Industry Conference) diselenggarakan serentak via konferensi video, pada Senin (5/10/2020). James Moriarty menyampaikan, berdasarkan naskah pidato yang diberikan Kamar Dagang AS-Taiwan (U.S.-Taiwan Business Council), satu tahun terakhir, ambisi dan ancaman yang dilakukan Negeri Tirai Bambu terhadap Amerika Serikat, beserta sekutu dan para mitra, khususnya Taiwan, semakin hari semakin terlihat jelas.

James Moriarty menginformasikan, selama satu tahun terakhir sikap yang ditunjukkan Daratan Tiongkok terhadap Taiwan semakin agresif, seperti semakin seringnya latihan militer di sekitar Taiwan, serangan dunia maya serta ancaman yang dilakukan secara terus menerus, mencegah Taiwan ikut berpatisipasi dalam organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lain-lain.

Pemimpin Negeri Tirai Bambu Xi Jin-ping secara teguh menegaskan, bahwa akan secepatnya mempersatukan Taiwan di bawah “1 Negara, 2 Sistem”. James Moriarty menyampaikan, “1 Negara, 2 Sistem” ini ditolak oleh hampir seluruh orang Taiwan. Implementasi sistem ini pada Hong Kong menunjukkan bahwa Daratan tiongkok tidak hanya mengupayakan reunifikasi dengan Taiwan, tetapi juga akan merusak sistem demokrasi Taiwan.

Dia mengemukakan, seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan yang diberlakukan 41 tahun silam, Amerika Serikat merasa keamanan Taiwan adalah pusat keamanan di kawasan Indo-Pasifik, dan keharmonisan kedua negara sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan tersebut. Pernyataan dan kesaksian dari AS baru-baru ini menyatakan bahwa ancaman yang ditimbulkan oleh Beijing semakin meningkat, dan merasa Amerika Serikat dan Taiwan harus memperluas dan menjalin kerjasama yang erat, untuk menjaga keamanan Taiwan serta stabilitas kawasan tersebut.

James Moriarty juga mengutip perkataan Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri AS untuk Asia dan Pasifik, David Stilwell, pada sidang Senat yang diadakan beberapa hari kemarin yang menyatakan bahwa hubungan AS dengan Taiwan bukan bagian dari hubungan AS dengan Negeri Panda, dan menegaskan kembali 6 jaminan AS-Taiwan yang tertera dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan (Taiwan Relation Act/TRA). Dia mengemukakan, inti dari 6 jaminan TRA adalah pihak Amerika Serikat akan terus mendukung masyarakat antar selat Taiwan untuk menyelesaikan perbedaan dengan damai.

James Moriarty mengemukakan, Amerika Serikat menyambut baik penekanan Presiden Tsai terkait otonomi pertahanan nasional. Dia juga menyatakan bahwa komitmen AS untuk Taiwan tidak berubah, tetapi Taiwan harus melakukan yang terbaik untuk berinvestasi dengan bijak dalam alutsista dan peralatan pertahanan nasional, melaksanakan latihan keras, mengembangkan wacana, serta melakukan reformasi bila diperlukan, “Taiwan harus melakukan persiapan yang matang dari sekarang”. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: