METRUM
Jelajah Komunitas

Kesehatan Jiwa Remaja Masih Banyak Disepelekan

KOMUNITAS (Re)aksi Remaja Garut menyiarkan talkshow episode ke-4 program acara Reaksi Remaja dengan tema “Bincang Berempati Mengenai Kesehatan Jiwa Remaja di Ruang Tengah” di Metrum Radio, pada Minggu, 27 September 2020. Narasumber di episode kali ini adalah dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, seorang dokter dan psikiater yang aktif di klinik utama Surya Medika dan RS Melinda 2 Bandung.

Bincang-bincang kali ini juga dihadiri salah satu narasumber remaja yang menceritakan kisahnya saat dia mengalami kekerasan. Si remaja pernah dibully oleh teman-temannya semasa dia duduk di bangku sekolah dasar. Akibatnya, dia menjadi takut dan malas untuk pergi ke sekolah, dan akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di rumah. Sampai suatu saat, dia merasa bosan dengan segala aktivitas yang dilakukannya di rumah. Kemudian dia menemukan suatu kegiatan baru, yaitu membaca komik dan menonton film dewasa yang masih dilakukannya hingga kini.

Cerita tersebut menunjukkan bahwa dampak dari kekerasan bukan hanya menimbulkan satu atau dua dampak saja, bahkan bisa lebih banyak dan lebih buruk.

Chiwa, selaku host berpendapat bahwa kesehatan jiwa adalah sesuatu yang penting untuk diri kita, tapi kadang sebagian orang beranggapan bahwa hal ini remeh serta tidak terlalu penting. Banyak orang menyebut dengan kata-kata seperti bucin, baperan, lebay, dan semacamnya. Namun sebenarnya hal ini tidak patut untuk disepelekan.

Menurut dr. Elvine, kesehatan jiwa adalah kondisi di mana kita memiliki kesehatan prima baik secara fisik maupun mental. “Suatu jiwa dapat dikatakan baik apabila dirinya bisa merawat diri, mempunyai relasi yang baik, dapat berfungsi dengan baik saat bekerja atau belajar, saat ia berperan sebagai siswa atau karyawan,” ujar Elvine.

Elvine menjelaskan bahwa ciri-ciri jiwa yang tidak sehat itu mirip dengan depresi, seperti saat bangun tidur tidak ada rasa semangat atau perasaan segar di pagi hari, tidak bisa merawat diri, jarang berteman dan sedikit berbicara. Untuk bisa mengenalinya, lihat apakah ia berinteraksi dengan baik di lingkungannya, apakah dirinya terawat, dan apakah ia bersemangat atau tidak.

Lebih jauh Elvine mengungkapkan, untuk menjaga jiwa agar selalu baik terutama pada kondisi pandemi saat ini, yaitu dengan mengenali diri sendiri untuk apa yang ingin dilakukan oleh diri kita sebab setiap orang berbeda, mereka mempunyai cara masing-masing untuk menjaga dirinya tetap dalam keadaan baik.

dr. Elvine Gunawan, Sp. KJ (Dok. Metrum).*

“Seperti menjalani hobi yang disukai, karena hobi adalah pengontrol emosi yang baik. Lakukan segala hal yang membuat kita mentransfer setiap stress menjadi suatu kegiatan produktif dan itu kembali lagi kepada individu yang bersangkutan,” kata Elvine.

Untuk mengetahui bahwa apakah kita mempunyai masalah kejiwaan atau tidak, kita bisa melihat ke definisi yang sudah dijelaskan. Yaitu malas merawat diri, menjadi sering bertengkar dengan orang lain karena masalah komunikasi, banyak berpikir negatif, banyak pekerjaan terbengkalai dan semacamnya. Pada zaman sekarang sudah banyak platform online yang menyediakan berbagai hal yang membahas tentang masalah kejiwaan. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu identifikasi apakah kita sudah saatnya harus konsultasi atau belum.

Lalu apa sajakah yang harus digunakan untuk mengidentifikasi diri? Elvine menjelaskan bahwa kuesioner dapat membantu apakah kita sudah boleh konsultasi atau belum. Ada banyak akses untuk mengetahui hal ini, salah satunya bisa ke www.ruangempati.com atau bisa juga akses ke Kemenkes supaya kita dapat lebih jauh dapat mengetahui apakah memiliki gangguan mental atau tidak, khususnya untuk kasus-kasus yang ringan.

“Jika sudah mencapai tahap berbicara sendiri, melihat benda-benda di sekelilingnya mengecil atau membesar, atau melihat benda-benda yang orang lain tidak dapat melihatnya, itu harus langsung mengakses layanan kesehatan jiwa tanpa kuisioner lagi. Seperti pada kasus-kasus yang mengonsumsi zat-zat adiktif, kecanduan pornografi, game, dan hal-hal lainnya,” tukas Elvine.

Wina selaku host pendamping dalam talkshow kali ini juga bertanya mengenai permasalahan jiwa apa saja yang kerap terjadi pada remaja. Menurut Elvine, permasalahan-permasalahan jiwa yang sering ditemui pada remaja biasanya terjadi berdasarkan faktor percintaan, masalah keluarga, akademik, dan relasi pertemanan.

“Kesehatan jiwa perlu diperhatikan ketika masa remaja, bahkan ketika masih menjadi janin di dalam kandungan seorang ibu, karena hal tersebut akan menentukan masa dewasa diri akan menjadi seperti apa dan bagaimana,” jelas Elvine.

Elvine menambahkan, orang tua harus mengetahui dan menjaga bagaimana anaknya berkembang serta mencegah terjadinya gangguan kejiwaan pada anak. Caranya, dengan tidak bersikap terlalu keras kepada anak, tidak memukul, tidak mengurung, dan hal-hal semacamnya yang membuat anak terpuruk atau membangkang.

Adapun dampak dari masalah kejiwaan, pada tahap awal biasanya terjadi permasalahan relasi seperti sering beradu mulut dan berbeda paham dengan orang tua, teman, dan perasaan terlalu sensitif, lalu lama kelamaan akan berpengaruh kepada akademik, nilai menurun, mulai suka membolos dan lain sebagainya. Pada tingkat akhir seseorang akan merasa hilang harapan, merasa diri tidak bisa ditolong dan pada akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Cara merawat jiwa remaja agar menjadi sehat jiwa yaitu, Pertama, perbaiki relasi pertemanan, pilih teman yang membawa manfaat positif, bergaul di lingkungan dengan energi positif. Kedua, mempunyai keranjang sampah emosi setiap harinya, guna untuk mengalirkan emosi dalam berbagai bentuk seperti menulis, berolahraga, memasak, dan lain-lain.

Pengisi talkshow episode 4 (Dok. Metrum).*

Ketiga, mendata dan menulis apa yang menjadi bentuk negatif pada diri lalu berusaha untuk memperbaiki. Dan Keempat, perbanyak soft skill, kemampuan berkomunikasi, presentasi, dan mengorganisasi suatu acara, semakin banyak kegiatan maka semakin kita mengenali apa yang menjadi potensi diri.

Jika kita mendapati teman yang memiliki masalah kejiwaan maka yang harus kita lakukan adalah jangan panik dan tetap tenang. Mengajarkan teman kita untuk mengenal dirinya sendiri, menghilangkan perilaku dan pola pikir negatif yang terdapat pada dirinya, serta membantu menyadarkan dia bahwa dia butuh bantuan atau membantu dia untuk menghubungi bantuan kejiwaan untuk pengobatannya.

Apa itu ruang empati? Suatu aplikasi yang menyediakan layanan komprehensif kesehatan jiwa. Cita-cita awalnya, website ini bisa melakukan konseling online. Isinya terdapat beberapa video-video edukatif, meditasi, dan relaksasi yang membantu jiwa untuk tetap sehat. Terdapat juga tutrial olahraga ringan yang dapat dilakukan di rumah dengan peralatan yang sederhana dan seadanya.

Di akhir acara, Elvine memberikan kesimpulannya pada bincang-bincang di episode kali ini. “Saya suka dengan tema (Re)aksi Remaja di Metrum Radio bahwa remaja harus berdaya. Keberdayaan dan kecintaan terhadap tanah tempat lahir kita yang menyebabkan negara akan menjadi lebih baik. Jadilah orang terbaik yang bisa kita jalani, orang terbaik yang bisa menolong orang hari ini, dan yang paling penting jadilah orang terbaik untuk diri sendiri,” ucapnya mengakhiri perbincangan. (Sapitri Sri Mustari)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: