METRUM
Jelajah Komunitas

Antara Tepung Tapioka, Cemilan dan Minuman Boba

TEPUNG tapioka, adalah tepung sederhana yang terbuat dari singkong ini merupakan bahan dasar berbagai macam cemilan yang dinikmati semua kalangan. Tidak ada yang bisa meragukan bahwa cemilan ini enak. Namun, hal yang ditanyakan banyak orang adalah cemilan ini sebenarnya sehat atau tidak? Cemilan yang berbahan dasar tepung tapioka tidak sedikit, salah satunya seperti boba.

Tidak sedikit artikel membahas tentang mengapa cemilan ini berbahaya bagi tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya cemilan ini memiliki kelebihannya tersendiri? Apabila kita lihat dari sisi kadar garamnya, tepung tapioka aman untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Karena tepung tapioka memiliki kandungan sodium (garam) yang rendah, yaitu 145 mg per 100 g.

Sebagai contoh, jumlah batas natrium untuk pasien jantung, sesuai dengan anjuran AHA (American Heart Association) adalah 2300 mg. Tepung tapioka juga memiliki kadar kalsium yang cukup tinggi, yaitu 71 mg per 100 g. Dibandingkan dengan tepung lain yang hanya memiliki 3 mg per 100 g. Sebagai perbandingan, susu rendah lemak memiliki kadar kalsium 125 ml per 100 g. Sehingga tepung tapioka baik untuk pertumbuhan tulang

Selain itu, sesuai dengan julukannya sebagai pengganti lemak, tepung tapioka memiliki kandungan lemak yang rendah. Yaitu 0,03 g dalam 1 sajian boba. Sehingga tidak perlu takut kolesterol Anda naik apabila memakan cemilan tapioka.

Walaupun semua hal tersebut terdengar bagus, sebaiknya Anda tidak menjadikan ini sebagai alasan untuk minum boba setiap hari. Karena sayangnya semua hal tersebut tidak sebanding dengan dampak negatifnya. Salah satu bahaya terbesarnya adalah kadar karbohidrat yang terdapat dalam cemilan tersebut. Tepung tapioka mengandung 22 g karbohidrat per 100 g saja. Selain itu, tepung tapioka memberikan 130 kalori per 100 g. Yaitu sama dengan satu sajian nasi putih.

Mungkin Anda berpikir bahwa jumlah tersebut tidak terlalu banyak. Namun, Anda harus ingat bahwa 130 kalori tersebut hanya kandungan boba saja. Apabila kita hitung minuman dan kandungan gulanya, kandungan kalori dalam boba dapat meningkat hingga 300 kalori. Mengingat kebutuhan kalori kita per hari, mengkonsumsi boba sudah merupakan kurang lebih 15% dari itu. Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan dalam tubuh kita akan disimpan dalam bentuk lemak.

Pada akhirnya tepung tapioka memang tidak memiliki kandungan nutrisi yang baik. Selain kalsium dan asam folat yang cukup tinggi, kandungan vitamin dan mineral dari tepung tapioka hampir 0. Jadi, untuk menjawab pertanyaan “Apakah sebenarnya cemilan berbahan dasar tapioka sehat atau tidak?”, jawabannya adalah tidak.

Minuman boba dan cemilan lain yang berbahan dasar tapioka tidak sehat. Namun, apakah itu artinya kita harus selalu menghindari cemilan berbahan dasar tapioka tersebut?

Mengkonsumsi cemilan tapioka hanya akan berdampak negatif terhadap tubuh apabila dilakukan secara berlebihan, dan kenyataannya adalah kita memang memakan cemilan tersebut bukan karena kandungan nutrisinya, melainkan karena cemilan ini membuat kita bahagia. Dan apabila dampak negatifnya dapat kita tekan dengan tidak mengkonsumsinya terlalu sering, maka tidak ada salahnya kita ngemil sesekali. (Matthias Ekaputra W/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: