Bandung Siaga Keamanan! Program ‘Warga Jaga Warga’ Digencarkan untuk Cegah Begal dan Tawuran
KOTA BANDUNG (METRUM) – Menghadapi masa libur sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Bandung memperketat pengawasan keamanan dengan menghidupkan kembali siskamling dan ronda malam di seluruh wilayah kota. Melalui program “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota”, masyarakat didorong berperan aktif menjaga lingkungan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi kriminalitas jalanan.
Pemkot Bandung bersiap memperketat pengawasan keamanan selama masa libur sekolah menyusul meningkatnya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar. Selain itu, langkah antisipasi terhadap aksi kriminalitas jalanan, terutama begal, juga menjadi fokus utama melalui penguatan ronda malam dan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan tren kekerasan di kalangan pelajar mengalami peningkatan saat libur sekolah. Karena itu, pemerintah akan mengambil langkah tegas yang dibarengi dengan program pembinaan agar para pelajar tidak kembali terjerumus dalam perilaku negatif.
“Situasi saat ini membutuhkan perhatian serius. Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap pelajar yang terlibat kekerasan, tetapi tetap disertai pembinaan agar ada perubahan perilaku yang berkelanjutan,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pembentukan karakter generasi muda agar terhindar dari tindak kekerasan maupun kenakalan remaja.
Program ‘Warga Jaga Warga’ Kembali Digencarkan
Untuk menekan angka kriminalitas, khususnya aksi begal yang meresahkan masyarakat, Pemkot Bandung akan mengaktifkan kembali program keamanan berbasis warga melalui gerakan “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota.”
Program tersebut mendorong seluruh kelurahan dan kecamatan untuk mengintensifkan ronda malam serta memperkuat siskamling sebagai garda terdepan pengawasan lingkungan.
Farhan menegaskan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
“Setiap wilayah harus memastikan lingkungannya tidak menjadi tempat yang aman bagi pelaku begal. Kehadiran warga melalui ronda dan siskamling sangat penting untuk mencegah tindak kriminalitas,” katanya.
Lokasi Nongkrong Malam Jadi Sasaran Penertiban
Selain memperkuat keamanan lingkungan, Pemkot Bandung juga akan melakukan penertiban terhadap sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpul hingga larut malam.
Lokasi-lokasi tersebut akan menjadi perhatian khusus, terutama kawasan yang memiliki nilai religius dan dianggap perlu dijaga ketertiban serta marwah lingkungannya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menciptakan rasa aman selama masa libur sekolah sekaligus menekan potensi gangguan ketertiban umum yang dapat memicu tindak kriminal maupun aksi kekerasan di kalangan remaja.
Dengan kombinasi pengawasan warga, patroli lingkungan, dan pembinaan pelajar, Pemkot Bandung berharap situasi keamanan kota tetap terkendali selama musim liburan berlangsung. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.