METRUM
Jelajah Komunitas

Berokan, Khas Indramayu yang Mirip Barongsai

JIKA mendengar nama Kabupaten Indramayu apa yang Anda pikirkan? Satu hal yang paling terkenal di daerah ini tentunya adalah Mangga Indramayu.

Kali ini, kita tidak akam membahas terlalu jauh tentang mangga tersebut. Selain mangga, ada satu hal yang menarik yaitu kebudayaan Berokan atau Bengberokan.

Apa itu? Berokan adalah kesenian daerah asli yang berasal dari Indramayu dan Cirebon. Berokan juga merupakan warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, seorang penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu

Dilansir dari laman Disparbud Jabar, berokan sepintas mirip dengan barongsai yang ada di Tiongkok.

Pemain Berokan akan masuk ke dalam kurungan karung goni tersebut sehingga ia tidak kelihatan dan yang nampak hanya sebagian kakinya saja. Wujudnya seperti seekor binatang yang besar dan berbulu.

Beberapa gerakannya antara lain menjilat-jilat badan dan kaki; menengok ke kiri dan ke kanan; mengatup-ngatupkan mulut; menggigit; dan sebagainya.

Permainan ini akan dilengkapi dengan musik tradisional. Alat musik yang dipakai pun beragam seperti terebang, kendang besar dan kecil, kecrek, dan ketuk.

Sebagian masyarakat Indramayu dan Cirebon percaya tradisi Berokan merupakan media untuk penolak bala atau penangkal bencana.

Selain itu, kesenian ini juga biasa dimainkan saat pertunjukan keliling atau ditanggap untuk acara. Pada zaman dahulu, Berokan bisa digunakan sebagai media untuk penyebaran syiar agama.

Hingga kini, tradisi ini terus dipertahankan oleh seniman lokal salah satunya Grup mang Darwan Cs yang berada di Blok Pilangsari Desa Jatibarang baru Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. (M1)***

komentar

BACA JUGA:  Islamophobia di AS Meningkat, Perempuan Muslim Dirikan Kelas Bela Diri
Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.