METRUM
Jelajah Komunitas

Blogger Militer Rusia Tewas dalam Ledakan Bom di St. Petersburg

SEORANG blogger militer Rusia yang terkenal, Vladlen Tatarsky, tewas ketika sebuah bom meledak di sebuah café di kota St. Petersburg, Minggu (4/2/2023) dalam apa yang tampaknya merupakan upaya percobaan pembunuhan kedua di Rusia terhadap seorang tokoh yang terkait erat dengan perang di Ukraina.

Komite Penyelidik Rusia mengatakan 19 orang luka-luka dalam ledakan itu, dan pihaknya telah membuka penyelidikan pembunuhan.

Tatarsky, yang nama sesungguhnya adalah Maxim Fomin, memiliki lebih dari 560.000 followers di Telegram dan merupakan salah seorang blogger militer paling berpengaruh yang memperjuangkan upaya perang Rusia di Ukraina, sambil mengkritisi kegagalan para petinggi militer.

“Kami akan mengalahkan semua orang. Kami akan membunuh semua orang. Kami akan merampok semua orang yang kami butuhkan, Semuanya akan menjadi seperti yang kami suka,” ujarnya dalam sebuah video bulan September lalu, di sebuah upacara di Kremlin di mana Presiden Vladimir Putin mengklaim empat wilayah pendudukan di Ukraina sebagai wilayah Rusia, langkah yang ditolak oleh sebagian besar negara dan dinilai sebagai tindakan ilegal.

Belum ada indikasi siapa yang berada di balik ledakan itu.

Kantor berita TASS mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan alat peledak rakitan itu disembunyikan dalam sebuah patung mini yang diserahkan kepada Tatarsky ketika ia berbicara dengan sejumlah orang di café itu.

Sementara Mash, sebuah saluran Telegram yang memiliki hubungan dengan penegak hukum Rusia, memasang video yang tampaknya menunjukkan Tatarsky dengan mikrofon di tangannya, disodori sebuah patung oleh seorang prajurit yang mengenakan helm. Dikatakan bahwa ledakan terjadi beberapa menit kemudian.

Kematian Tatarsky ini menyusul pembunuhan Darya Dugina bulan Agustus lalu. Putri seorang tokoh ultra-nasionalis terkemuka itu tewas dalam serangan bom mobil di dekat Moskow.

Dinas Keamanan Rusia menuduh dinas rahasia Ukraina yang melakukan serangan, yang disebut Putin sebagai serangan “jahat.” Ukraina membantah terlibat dalam serangan itu. (M1-VOA/em/jm)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.