METRUM
Jelajah Komunitas

BNS Laksanakan Musyawarah Besar Pertama

BERAWAL dari kegemaran bersepeda di saat masa pandemi dan dalam rangka meramaikan khazanah aktivitas bersepeda, khususnya pegiat sepeda lipat (seli), salah sorang pesepeda seli bernama Anggy berinisiasi membentuk sebuah komunitas pesepeda baru bernama Bandung Ngaboseh Lipat (BNS).

Bandung Ngaboseh Seli (Foto: Dok. BNS).*

Komunitas ini dideklarasikan bersama dua orang pesepeda lainnya, yaitu Sena dan Fey pada Selasa, 5 Mei 2020. BNS memiliki misi Selikeun Bandung. Tujuan komunitas ini, selain untuk berolahraga, juga mengedukasi tertib bersepeda, boseh bareng, silaturahmi dan meningkatkan pengguna sepeda lipat, sekaligus mewadahi sesama para pecinta seli dari berbagai kalangan dan berbagai brand seli di Bandung dan sekitarnya.

Seiring perjalanan waktu, BNS mengalami perkembangan dan intensitas kegiatan. Hingga saat ini anggotanya tercatat berjumlah 127 orang dan didominasi oleh generasi muda. Kegiatan rutinnya antara lain boseh bareng, boseh explore, gocapan, dan boseh 4 wilayah. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para anggotanya untuk berolahraga sepeda sekaligus silaturahmi menjalin kekeluargaan.

Gowes Cari Sarapan (gocapan) (Foto: Dok. BNS).*

Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan meliputi gowes bareng (gobar) kolaborasi, kegiatan sosial, kemanusiaan, keagamaan, dan gathering anggota. Beberapa event juga pernah dilaksanakan, seperti seli competition part 1 dan part 2 bekerja sama dengan beberapa super market besar di Bandung dan kegiatan ini bisa dikatakan sebagai event kontes seli pertama di Bandung.

Kontes seli (Foto: Dok. BNS).*

BNS yang bermarkas di Yunamu Coffe, Jalan Terong, Kota Bandung ini mempunyai sapaan khas untuk anggotaanya yaitu “lur” dari kata dulur, artinya saudara, sehingga jargon semangatnya pun berbunyi, “BNS, Bosehkeun Lur”.

Gowes bareng rutin hari minggu (Foto: Dok. BNS).*

Musyawarah Besar

Di saat kondisi pandemi, berbagai komunitas pesepeda melaksanakan kegiatan dalam rangka hari jadinya secara sederhana dan terbatas atau sekedar gowes bersama ke suatu tempat, berkumpul dan makan-makan.

Namun sedikit berbeda dengan komunitas lain, BNS di hari jadinya yang pertama menyelenggarakan musyawarah besar (mubes) dalam rangka silaturahmi juga pemilihan ketua umum dan pengurus baru masa bakti 2021-2022.

Mubes dilaksanakan pada Minggu (13/6/2021) di basecamp BNS, dihadiri sekitar 50 anggota dan undangan perwakilan dari Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya. Kegiatan diisi dengan silaturahmi, sambutan-sambutan, sidang pemilihan ketua, pengukuhan, foto-foto, dan ramah tamah.

Dalam acara mubes yang dipimpin oleh para founder (penggagas) dan komite dilakukan pembacaan tata tertib persidangan dan pemilihan ketua. Suasana sedikit tegang karena pada saat pengajuan calon, tak satupun peserta yang hadir dalam musyawarah bersedia mengacungkan tangannya sebagai calon.

Suasana tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya pimpinan sidang memutuskan opsi yang terakhir yaitu para founder bersepakat sesuai kriteria yang diinginkan menunjuk salah satu anggota untuk menjadi ketua baru dan terpilihlah Muhammad Dalem Imam atau yang akrab di sapa Duke Alam sebagai ketua baru.

Semua peserta musyawarah pun sepakat setuju dan mendukungnya.

Kegiatan musyawarah besar (mubes) (Foto: Dok. BNS).*

“Terimakasih atas kepercayaannya terhadap saya menjadi ketua BNS. Insya Alloh, saya akan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang pernah dan akan dilakukan sebelumnya. Saya akan berupaya menjadikan BNS menjadi salah satu komunitas pesepeda pelopor bersepeda bijak, tertib, dan beretika. BNS, bosehkeun lur,” tutur Duke Alam pada sambutannya sebagai ketua terpilih. Acara pun diakhiri dengan ucapan selamat seluruh peserta mubes kepada ketua BNS baru. 

Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian untuk selamanya Jan Ming alias Koh Miming anggota sekaligus sesepuh BNS pada Kamis, 17 Juni 2021. Saat kegiatan mubes pertama BNS almarhum hadir bersama anak-anaknya.

Tetap sehat, semangat, dan waspada. Jangan kendor menerapkan protokol kesehatan. Selalu bijak, tertib, dan beretika dalam bersepeda. Bersepeda memang bike, tapi menjaga diri lebih bike. Salam Boseh dan go green. (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: