Bobotoh Bike se-Bandung Raya: Rayakan Back to Bike Persib Juara Deui!
PERSATUAN Sepak Bola Indonesia Bandung (PERSIB) kembali menorehkan sejarah dengan menjadi juara di kompetisi LIGA 1 Indonesia 2024/2025 yang pada musim ini dilakukan dengan sistem pengumpulan poin terbanyak bukan champion series seperti musim sebelumnya.
Hebatnya, kemenangan tersebut diraih dua kali berturut-turut sehingga publik bola terutama bobotoh menyematkan dengan sebutan Back to Back (B2B) alias champion again alias PERSIB juara deui, dan meraih empat bintang penghargaan prestasi/gelar yang diakui dunia.
Tentu saja ini menjadi hal yang luar biasa dan membanggakan bagi bobotoh saalam dunya dan sebagian besar khususnya masyarakat Bandung dan Jawa Barat pada umumnya.
Seperti kita ketahui bersama bahwa kepastian PERSIB meraih poin tertinggi dan menjadi juara didapat usai Persebaya seri melawan Persik, sehingga di tiga laga terakhir tak akan tim yang bisa meraih angka yang dapat melampaui Persib.
Sejak itu pula, langit Bandung dan Jawa Barat mulai membiru oleh bobotoh yang tumplek ke jalan dengan euphoria kemenangan setiap usai nonton bareng (nobar) di laga-laga terakhirnya. Atmospirnya begitu dahsyat, baik yang menyaksikan di stadion maupun melalui televisi yang dikalangan bobotoh dikenal dengan sebutan Bonjopi yaitu Bobotoh Nu Lalajo di Tipi (tv).
Menariknya, meski sudah dipastikan juara, di laga-laga terakhirnya, pertandingan tetap menyuguhkan intensitas tinggi, menguras emosi, ketegangan dan dramatis yang menontonnya.
Kemenangan Persib Bandung turut dirayakan dengan penuh antusias oleh para penggemar sepeda di kawasan Bandung Raya. Mereka mengekspresikan rasa syukur, bahagia, dan bangga dengan cara yang sesuai dengan hobi mereka: bersepeda.
Para bobotoh bike kemudian mengadakan konvoi bertajuk Ngagowes Persib Juara pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sekitar 500 pesepeda yang mengenakan atribut Persib dan warna khas biru-putih, memulai perjalanan dari Cikapundung River Spot (CRS) dan melintasi rute kota yang ikonik—mulai dari Braga pendek, Asia Afrika, hingga berakhir di depan Gedung Sate. Di sana, mereka berkumpul di area pedestrian Gasibu untuk bersantai, ngopi, berbincang, dan berfoto sebelum membubarkan diri.
Saat perayaan resmi Persib Juara digelar pada Minggu, 25 Mei 2025, para pesepeda tidak lagi berkonvoi. Kali ini mereka berkumpul di sejumlah titik sepanjang rute arak-arakan yang dilalui rombongan pemain, ofisial, legenda klub, pejabat, dan media dari Balai Kota hingga Gedung Sate. Sejak pagi hari, para pesepeda sudah memadati lokasi dan larut dalam kemeriahan bersama bobotoh dari berbagai kalangan. Suasana semakin meriah ketika iring-iringan melewati kerumunan yang penuh semangat.
Tak hanya di Taman Radio, sejumlah pesepeda juga berkonsentrasi di lokasi lain seperti Balai Kota, Taman Cikapayang, Gedung Sate, dan Tegal Lega. Di tempat-tempat ini, perayaan bertema Hajatan Barudak yang digelar oleh komunitas Viking turut berlangsung dengan berbagai hiburan hingga malam hari.
Gowes Back to Bike Bandung – Cipatat
Sebagai penulis, saya pun turut serta dalam momen perayaan Persib Juara Deui tersebut bersama komunitas pesepeda. Namun, dalam kegiatan BOSANOPA saya tidak mengikuti hingga akhir. Sebelum rombongan mencapai Jalan Juanda, saya memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halaman di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Masih mengenakan atribut Persib, saya mengayuh sepeda melewati rute Pasteur – Cimindi – Cimahi – Padalarang – Citatah, dan akhirnya tiba di Kampung Nyomplong saat senja menjelang. Meski medan cukup datar dan menurun, perjalanan berlangsung cukup lama karena saya mengayuh perlahan dan sering beristirahat. Terlebih, cuaca cukup terik terutama dari Padalarang ke Citatah.
Namun, perjalanan ini terasa menyenangkan. Di sepanjang jalan, banyak warga—terutama anak-anak—menyapa sambil meneriakkan yel-yel semangat seperti “Hidup Persib!” atau “Persib Juara!” Bahkan, ada pula yang memberi semangat dengan seruan “Tetap semangat, Mang!”
Karena saya juga membawa bendera Merah Putih dan Palestina, beberapa orang turut menyuarakan dukungan dengan teriakan “Free Palestine!”
Ini merupakan kali ketiga saya melakukan perjalanan bersepeda cukup jauh ke arah barat Bandung, setelah sebelumnya pernah menempuh rute Bandung – Ciranjang, dan Bandung – Puncak, Bogor, beberapa tahun lalu.
Hayu #biketokamanawae minimal untuk jarak yang pendek, tetap bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika, karena bersepeda itu baik. Salam gowes dan go green. (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.