METRUM
Jelajah Komunitas

Budaya dalam Keberagamaan

PADA Minggu, 8 Desember 2019 telah berlangsung talkshow yang dibuat dan dikelola oleh lima mahasiswi semester 5, jurusan Studi Agama-Agama, fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Lima orang mahasiswi tersebut sedang melaksanakan Praktik Profesi Mahasiswa di Metrum Radio selama sekira dua bulan. Talkshow tersebut merupakan bagian dari misi PPM yang selama ini mereka rancang.

Pada kesempatan talkshow kali ini, topik yang dibahas mengenai “Budaya dalam Keberagamaan”. Acara dipandu host yang merupakan salah satu dari peserta PPM, yaitu Inneke Arfahira dan narasumber Mela Rusnika (Aktivis Perdamaian yang juga merupakan alumni jurusan Studi Agama-Agama UIN SGD).

Seluruh peserta PPM berperan dalam program siaran talkshow di atas. Selain Inneke Arfahira sebagai host, Anisa Risdayanti sebagai operator mixer, Safira Arsyadin Hapsari sebagai editor video, desain grafis, dan kameramen, Joviena Alifia Arfah sebagai operator live streaming, dan Rani Nur Fatimah sebagai editor audio (podcast).

Narasumber memaparkan beberapa pandangannya terkait topik yang diangkat. Mulai dari membahas tentang gejala budaya dalam keberagamaan, unsur-unsur dan nilai budaya, hingga mengenai toleransi.

Berbicara tentang gejala budaya dalam keberagamaan, Mela menuturkan pandangannya bahwa budaya dan agama merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena jika dilihat dari definisinya, budaya lahir atas karya manusia. Budaya sendiri dikenal sebagai akal atau cara berpikir. Maka dengan demikian ia menyimpulkan bahwa gejala budaya dalam keberagamaan ada sejak manusia dilahirkan. Hasil karyanya dapat dilihat melalui sistem agama, politik, adat istiadat, karya seni, dan lain sebagainya.

Kemudian ia pun menuturkan, bahwa unsur-unsur kebudayaan yang selama ini kita kenal, yaitu berupa bahasa, sistem pengetahuan, kemasyarakatan, teknologi, mata pencaharian hidup, religi dan kesenian tentu ada dalam keberagamaan.

Ketujuh unsur tersebut sama pentingnya, karena semuanya saling berkaitan. Tidak ada satu unsur pun yang dinilai lebih penting daripada yang lainnya, justru semua unsur sama-sama penting.

Budaya yang ada di Indonesia begitu beragam. Oleh karena itu, kita harus menyikapi keadaan tersebut dengan saling menghargai dan menghormati. Sebelum menghargai kebudayaan orang lain, harus ada kesadaran akan kebudayaan sendiri.

Mela pun berpendapat bahwa contoh nilai budaya pribadi yang dapat diekspresikan terhadap masyarakat yakni nilai budaya yang dapat menerima orang lain.

Selanjutnya berbicara mengenai toleransi, menurut Mela toleransi sendiri adalah merawat kesatuan negara Indonesia. Salah satu cara yang Mela lakukan dalam rangka merawat toleransi yaitu dengan ikut bergabung ke komunitas yang fokus terhadap isu toleransi.

Siaran lengkap talkshow dapat disimak di link di bawah ini:

Diakhir talkshow, Mela mengungkapkan bahwa cara efektif untuk menanamkan sikap toleransi salah satunya yaitu dengan empati. Empati adalah kemampuan diri kita dalam merasakan keadaan emosional orang lain. (Anisa Risdayanti)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: