METRUM
Jelajah Komunitas

Distro Bermula di Bandung

DISTRO sudah menjadi sebuah fenomena baru yang hadir khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Keberadaan distro menjadi sebuah trend setter untuk menghadirkan gaya tatanan busana ala remaja dengan segala macam keunikan yang hadir mengiringinya.

Distro pertama kali dibuka di Bandung untuk menjual produk-produk dari band luar negeri khususnya band-band underground dengan apparel maupun perlengkapan untuk skateboard.

Distro sendiri umumnya berisi kaos-kaos yang berasal dari perusahaan clothing. Jika perusahaaan clothing adalah perusahaan pembuat kaosmaka distro adalah tempat untuk menjual kaos-kaos yang dihasilkan dari perusahaan clothing.

Distro merupakan kepanjangan atau singkatan dari distribution clothing atau distribution outlet. Distro merupakan tempat titipan produksi barang. Produksi barang ini diterima dari berbagai macam merk perusahaan clothing lokal yang memproduksi sendiri produknya seperti kaos, tas, dompet, jaket, dan lain-lain.

Distro di Jalan Sukasenang Kota Bandung adalah awal dari dimulainya penjualan berbagai kaos musik luar dan apparel skateboard. Sedangkan distro pertama yang menjual barang dari produksinya sendiri adalah Anonim, disusul oleh Flashy dan Cynical md di Jakarta.

Istilah distro inipun kemudian dikenal denga toko atau retail yang menjual produk-produk khusus merchandise band indie lokal dari berbagai perusahaan clothing ataupun vendor.

Menariknya dari distro adalah, distro memiliki sifat yang ekslusif dalam menjual produk-produknya, sebab desain dari vendor yang unik dan membedakan dari kaos yang dijual di toko-toko biasanya. Distro semakin dilirik oleh setiap anak muda yang ingin bergaya dengan fashion mereka. (Acep Ilham Gunawan)***

komentar

BACA JUGA:  Kampanye "We Are One": Hanya Sampaikan Berita Positif

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.