METRUM
Jelajah Komunitas

DPLN PDI-Perjuangan Taiwan menjalin tali silahturahmi dengan PCI NU Ranting Kaoshiung

Oleh Tony Thamsir*

SEJAK Surat Keputusan No. 119/KPTS/DPP/VIII/2021 berkenaan dengan Penyesuaian Struktur dan Komposisi Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Taiwan Masa Bakti 2019-2024 yang dikeluarkan pada tanggal 9 Agustus 2021, dengan ditandatangani langsung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, maka DPLN PDI-Perjuangan di Taiwan juga secara resmi terbentuk.

Tony Thamsir (Dok. Pribadi).*

Namun meningkatnya pandemi COVID-19 di seluruh dunia, termasuk di Taiwan, sesuai dengan peraturan Protokol Kesehatan yang diberlakukan di Taiwan, maka berbagai kegiatan dan pertemuan juga harus ditunda hingga level waspada diturunkan.

Berkat kerja keras semua pihak, termasuk juga patuhnya masyarakat Indonesia di Taiwan, yang jumlahnya hampir mencapai 300.000 jiwa, kondisi level waspada di Taiwan telah diturunkan hingga ke level dua, dan mulai mengizinkan berbagai kegiatan pertemuan secara bersyarat.

Taiwan, meskipun terlihat hanya sebuah pulau dengan luas tidak lebih dari 6 kalinya pulau Bali di Indonesia, namun memiliki keunggulan di berbagai bidang, misalnya pertanian, teknologi, pembudidayaan, pengembangan SDM, pendidikan, sistem transportasi, medis kedokteran, kuliner, inovasi kreatif dan lain sebagainya yang diakui oleh dunia internasional.

Semua hal ini, tentu menjadi bagian yang dapat dipelajari dan dapat dikembangkan juga di Indonesia, terlebih-lebih mengingat Indonesia adalah negara yang tengah berkembang, dan di taiwan sendiri memiliki banyak warga Indonesia yang tengah merantau.

Pembentukkan DPLN PDI-Perjuangan di Taiwan sendiri memang bukan hal yang mudah, dimulai sejak masa Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berbagai kegiatan juga telah dilakukan secara inisiatif oleh para simpatisan dan kader PDI-Perjuangan di Taiwan.

Kini, dengan SK resmi yang ada, ditambah dengan kondisi pandemi yang mulai mereda dan terkontrol dengan baik di Taiwan, maka sudah saatnya bagi DPLN PDI-Perjuangan Taiwan untuk mulai bergerak, mulai dari penggalangan kader, urusan sosial masyarakat, kepedulian bagi mereka yang membutuhkan bantuan, pembangunan pemikiran yang nasionalis dan lain sebagainya.

Guna dapat menjalankan semua yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia di Taiwan, maka saya, Tony Thamsir selaku ketua yang dipercaya oleh teman-teman Indonesia di Taiwan untuk mengemban tugas pemekaran DPLN PDI-Perjuangan di Taiwan, maka saya mulai melakukan kunjungan dan menjalin tali silahturahmi dengan seluruh lapisan dan golongan masyarakat Indonesia di Taiwan tanpa memandang latar belakang dan keragaman yang selalu ada.

Pada Sabtu (13/11/2021), kunjungan perdana yang dilakukan adalah langsung menuju Kota Kaosiung, dimana terletak di bagian selatan Taiwan, yang kerap selalu termarginalisasikan dalam berbagai kegiatan. Kunjungan kali ini, langsung menuju PCI NU Ranting Kaoshiung yang terletak di Tong’ai Street, No. 84, Sanmin District, Kaoshiung City, dengan ditemani oleh Santoso selaku Wakil Sekretaris Bidang Program.

Kunjungan ke PCI NU Ranting Kaoshiung pada Sabtu (13/11) di Tong’ai Street, No. 84, Sanmin District, Kaoshiung City (Foto: Dok. Pribadi).*

Acara ramah tamah tersebut juga dihadiri Kepala Shelter Indonesia KDEI Taipei Agus Susanto, Ketua PCI NU Ranting Kaoshiung Hadi Putra Negara, Gus Hamad Ghofur selaku Ketua Ansor Ranting Kaoshiung, Gus Khori selaku Dakwa dan Komandan Edi Virzza selaku Komandan Banser Ranting Kaoshiung.

Kegiatan berlangsung selama hampir 2 jam, dan banyak hal yang dibahas, mulai dari sejarah berdirinya PCI NU, pengembangannya di Taiwan, tugas dan peran yang dilakukan, harapan dan impian ke depannya. Demikian juga dengan DPLN PDI-Perjuangan Taiwan yang juga menyampaikan berbagai masukan yang sekiranya dapat menjadi bagian kerjasama ke depan dengan PCI NU.

Manusia bukan mahluk yang sempurna, oleh sebab itu, ia memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Dengan adanya pertukaran pendapat dan interaksi yang terjalin, niscaya mampu meningkatkan nama baik Indonesia di Taiwan, membantu lebih banyak lagi mereka yang membutuhkan, menjadi jembatan antara Indonesia dan Taiwan, agar dapat bersama menuju masa depan yang lebih gemilang.

Besar harapannya, tali silahturahmi yang terjalin terlebih dahulu di Kaoshiung, dapat terus berlanjut hingga ke sentral Taiwan, bahkan terus maju ke utara Taiwan, hingga ke bagian timur Taiwan. Dengan demikian maka semua sisi yang ada, dapat tercakupi dan bersama menyongsong hari yang penuh dengan semangat besar serta mewujudkan cita-cita besar Indonesia, yakni menjadi yang terbaik di antara yang baik di seluruh dunia.

Salam sejahtera, sehat dan selalu semangat.***

*Penulis, Ketua DPLN PDI-Perjuangan Taiwan

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: