METRUM
Jelajah Komunitas

Farhan Soroti Bahaya Nongkrong Malam yang Disalahgunakan Anak Muda di Bandung

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dan kewilayahan akan lebih aktif berpatroli rutin di titik-titik rawan tempat nongkrong terutama di malam hari.

Meningkatnya kasus remaja yang terlibat dalam perilaku berisiko seperti mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan memicu keprihatinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia menilai, kenyamanan cuaca malam di Bandung kerap dijadikan alasan untuk berkumpul, namun dalam beberapa kasus, kegiatan tersebut justru disalahgunakan.

“Cuaca Bandung memang enak buat nongkrong. Tapi sayangnya, ada yang malah ‘menghangatkan diri’ dengan minuman keras seperti ciu dan obat-obatan. Ini sangat memprihatinkan,” kata Farhan dalam apel pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 4 Agustus 2025.

Ia menekankan bahwa anak-anak yang terlibat dalam perilaku tersebut tidak boleh dipandang sebagai pelaku kriminal. Sebaliknya, pendekatan yang digunakan harus bersifat humanis dan berorientasi pada perlindungan anak.

“Mereka bukan pelaku kejahatan. Kita harus melihatnya dari sisi perlindungan anak. Mereka perlu pendampingan, bukan hukuman,” tegasnya.

Untuk merespons kondisi ini, Farhan menginstruksikan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial agar segera menyusun program terpadu bagi anak-anak usia 12 sampai 15 tahun. Program ini juga akan melibatkan kerja sama dengan kepolisian dan TNI, serta menyasar jenjang SD dan SMP.

Sebagai bentuk kepedulian langsung, Farhan juga turut dalam patroli malam bersama tim Prabu Soreh Salabandung pada Sabtu lalu. Dalam patroli yang berlangsung dari pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari tersebut, ditemukan beberapa anak sekolah dasar dan menengah pertama yang kedapatan mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan.

“Ini kondisi yang menyedihkan. Bahkan anak-anak pun sudah terdampak. Sementara itu, kelompok usia 20–30 tahun banyak yang mengonsumsi obat keras dicampur alkohol. Ini situasi darurat yang harus segera diatasi bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:  'Soca', Layanan Kesejahteraan Sosial Satu Pintu Bakal Hadir di Kota Bandung

Farhan pun meminta para camat dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan patroli secara aktif di wilayah-wilayah yang rawan menjadi titik berkumpul anak muda pada malam hari.

“Kita harus hadir di tengah masyarakat. Peran kewilayahan sangat penting untuk melindungi warga, terutama anak-anak kita. Ini bukan sekadar soal keamanan, tapi menyangkut masa depan generasi kita,” tutupnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.