METRUM
Jelajah Komunitas

Gowes Peduli Sungai “Merdeka Dari Sampah”, Mengayuh Jauh Membawa Kebaikan

AKTIVITAS bersepeda dewasa ini tak hanya sekedar menularkan “virus” bersepeda kepada masyarakat, namun lebih jauh kini banyak pesepeda yang berupaya menebarkan kebaikan-kebaikan dan kebahagian dengan mengungkapkannya melalui kegiatan bersepeda.

Makin maraknya aktivitas bersepeda di kalangan masyarakat, khususnya bersepeda jarak jauh, menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak lembaga, korporasi, instansi atau institusi menjadikan sepeda sebagai media gerakan atau kampanye lingkungan, sosial, kesehatan, perdamaian dan sebagainya.

Pelepasan Peserta GPS (Dok. Budijo Eco Transport).*

Hal seperti itulah yang dilakukan Gerakan Patroli Sungai dengan menyelenggarakan kegiatan bersepeda jarak jauh sambil kampanye lingkungan. Gerakan Patroli Sungai merupakan salah satu program kegiatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dan di dalamnya terdapat para relawan dari kalangan pegiat sepeda dengan membentuk kelompok Gowes Peduli Sungai (GPS)

Gowes Peduli Sungai melakukan aksi bersepeda jarak jauh sepanjang 392 km bertajuk Gowes Zero to Zero “merdeka dari sampah” atau bersepeda dari titik 0 Kota Bandung ke kilometer 0 Kota Jogjakarta. Mulai tanggal 13 sampai dengan 17 Agustus 2020.

Selain dalam rangka mengisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, kegiatan tersebut membawa misi kampanye lingkungan. Atas masukan berbagai pihak, misi yang diemban tak hanya soal lingkungan, tapi juga kampanye keselamatan di jalan raya. Mereka akan mensosialisasikan kepada masyarakat sepanjang rute perjalanan yang dilalui.

Tim saat dalam perjalanan (Dok. Budijo Eco Transport).*

Tim GPS Zero To Zero Bandung – Jogja ini terdiri dari 7 orang dari berbagai komunitas, yaitu BOS (Baraya Onthel Soreang), Patroli Sungai, dan Wanadri, ditambah beberapa pesepeda pedamping dan tim official dari DLH menggunakan mobil.

“Perjalanan rencananya akan berlangsung selama 5 hari dan terbagi menjadi 4 etape. Bandung – Banjar, Banjar – Sidareja, Sidareja – Ambal , Ambal ke Jogja. Di lokasi-lokasi transit kita akan menginap di rumah teman atau kemping. Di Jogja kami juga sudah berkordinasi dengan salah satu komunitas pesepeda di sana,” ujar Aep Nurjaman yang akrab disapa Abah Aep, Tim Leader sekaligus salah satu peserta.

Aksi edukasi lingkungan dan keselamatan di jalan saat tiba di Ciamis (Dok. Official Tim Zero to zero).*

Kegiatan yang di dukung oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung dan berbagai media partner serta korporasi ini dilepas di kilometer 0 Jalan Asia Afrika Kota Bandung pada Kamis (13/8/2020) pukul 7.00 WIB dan disaksikan berbagai komunitas sepeda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda Kota Bandung, GBB, FBI, GBS, Elang, Roda Dispora, Gotik, Jadi Kasep, CLB, Jarambah Priangan, PSBB, BBJ,  dan Eco Transport.

Sambutan dari para kepala dinas terkait (Dok. Cuham).*

Dari km 0 Jalan Asia Afrika Bandung, tim melalui Jalan Cikapundung Timur, Jalan ABC, Jalan Veteran, Simpang Lima, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kiara Condong, Jalan Soekarno –Hatta, Cibiru, Cileunyi, Cicalengka, Nagreg hingga ke arah Garut, Tasikmalaya dan Banjar. 

Mungkin inilah kegiatan mengayuh jauh sambil membawa misi kampanye lingkungan, sosial, atau budaya disiplin yang pertama dilakukan di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal Covid-19 di Bandung.

Jauh sebelum pandemi, aksi serupa banyak dilakukan berbagai komunitas sepeda, di antaranya adalah bersepeda Jelajah Bhumi Bogor – Bali, yang tahun ini tertunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan, Jurnalis On Bike Jakarta – Bali dan Kabarkan Kebaikan Eco Transport 400 km Bandung – Lampung dan 500 km Bandung – Solo.

Dan tentu saja masih banyak aksi-aksi serupa yang dilaksanakan, baik yang berskala regional maupun international. Ada yang melakukan sendirian, berpasangan atau kelompok. Mereka benar-benar melakukan bersepeda jarak jauh tidak sekedar mengayuh, tapi membawa misi berbagi kebaikan, berbagi keceriaan sesuai misi yang diembannya. Rasa lelah usai menempuh perjalanan jauh terpupus oleh perasaan senang dan bangga bisa melakukan hal yang sangat luar biasa tersebut.

Sebagian pendukung kegiatan GPS (Dok. Cuham).*

Setidaknya kegiatan ini merupakan aksi yang terbilang unik dan menarik, karena berbagai kampanye gerakan sosial, lingkungan, kesehatan dan lainnya dilakukan dengan cara yang berbeda dan disampaikan lebih efektif kepada masyarakat.

Selamat jalan para peserta Gowes  Zero to Zero “merdeka dari sampah” Bandung – Jogjakarta. Semoga selamat dan aman selama perjalanan hingga kembali ke Bandung.

“Setiap kegiatan baik boleh dibagikan agar jadi inspirasi dan do’a baik untuk alam semesta”

Didi Ruswandi, Kadis PU Bandung

Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu baik)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: