Jalan Soreang-Bandung Direkonstruksi, DPRD Jabar Soroti Dampaknya bagi Ekonomi Warga
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Rekonstruksi Jalan Raya Soreang-Bandung dinilai bukan sekadar proyek memperbaiki aspal yang rusak. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Asep Syamsudin, menyebut peningkatan kualitas ruas jalan tersebut dapat memperkuat konektivitas sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.
Jalan provinsi tersebut merupakan salah satu akses strategis yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan kawasan aglomerasi Bandung Raya. Karena itu, kondisi jalan berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga, distribusi barang, hingga kelancaran aktivitas ekonomi.
“Ruas Jalan Raya Soreang-Bandung ini adalah akses yang sangat krusial bagi masyarakat. Dengan adanya rekonstruksi sepanjang 1,075 kilometer ini, kita berharap arus lalu lintas menjadi lebih lancar, keamanan pengendara meningkat, dan tentunya berdampak positif pada perputaran ekonomi warga sekitar,” kata Asep di Kabupaten Bandung, Kamis (30/7/2026).
Rekonstruksi dilakukan pada ruas sepanjang 1,075 kilometer dengan penambahan ketebalan pengerasan sekitar 5 sentimeter. Peningkatan tersebut ditujukan untuk memperkuat daya tahan jalan menghadapi beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Bagi Asep, kualitas jalan yang lebih baik memiliki efek berantai. Distribusi barang dan jasa dapat berlangsung lebih lancar, waktu tempuh lebih terjaga, dan aktivitas perdagangan masyarakat di sepanjang jalur tersebut diharapkan ikut terdorong.
Namun, ia menegaskan proyek infrastruktur tidak cukup hanya selesai secara fisik. Pengawasan terhadap kualitas dan progres pekerjaan juga menjadi bagian penting agar anggaran daerah benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus memantau setiap progres pembangunan jalan provinsi untuk memastikan alokasi anggaran daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.
Selama pengerjaan berlangsung, Asep meminta masyarakat bersabar dan mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serta menjaga kelancaran aktivitas warga.
Ia menambahkan, penambahan ketebalan 5 sentimeter menggunakan material yang telah melalui pengujian untuk meningkatkan ketahanan aspal terhadap kondisi cuaca maupun tingginya volume kendaraan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan rekonstruksi Jalan Raya Soreang-Bandung dapat diselesaikan sesuai jadwal. Jika kualitas pekerjaan terjaga dan proyek rampung tepat waktu, masyarakat diharapkan segera mendapatkan akses jalan yang lebih aman dan nyaman.
Lebih jauh, peningkatan jalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada urusan kelancaran kendaraan. Infrastruktur yang lebih kuat juga menjadi modal penting untuk memperlancar rantai distribusi dan menggerakkan roda perekonomian di kawasan Soreang dan sekitarnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.