METRUM
Jelajah Komunitas

Jelang Tour de France 2023: Mampukah Pogacar Mencapai Kondisi yang Diharapkan?

LOMBA balap sepeda grand tour paling bergengsi Tour de France (TdF) 2023 akan dimulai 1 Juli mendatang, berarti hanya empat minggu lagi bagi juara 2 kali TdF (2020, 2021) asal Slovenia Tadej Pogacar untuk bersiap menghadapi lomba besar ini dengan kondisi cedera retak pergelangan baru saja mendekati pulih, sebulan lebih non aktif dan sebelum cedera hanya mengikuti dua balapan.

Andalan UAE Team Emirates ini baru mulai menjalani latihan lagi mulai 3 Juni lalu setelah absen sebulan lebih akibat cedera retak pergelangan terjatuh pada lomba klasik Liege-Bastoge-Liege. Mampukah Pogacar mencapai kondisi yang diharapkan untuk bersaing dengan juara bertahan TdF 2022 Jonas Vingegaard (Jumbo Visma/Denmak)?

Pogacar harus kerja keras selama sebulan ini berlatih di dataran tinggi Siera Nevada tanpa mengikuti balapan menuju TdF. Cukupkah itu?

Latihan yang dijalani hanya di sepeda Indoor selama empat pekan ini sebelum start etape ke-1 TdF bergulir di Basque, Spanyol, 1 Juli mendatang.

“Semoga kondisi saya akan mendekati 100% saat TdF dimulai kecuali tangan yang baru menjalani operasi. Kaki mustinya akan ok karena saya bisa bisa berlatih di sepeda indoor, dan tidak butuh pergelangan tangan untuk melatih kaki, ungkap Pogacar kepada Eurosport.

Pada persiapan menuju TdF 2023, Pocagar di awal musim semi bulan Maret-April, tampil menjanjikan memenangi Paris-Nice, Tour de Flanders dan Amstel Gold Race. Namun mengalamai kecelakaan cukup serius ketika mengikuti lomba klasik Liege-Bastogne-Liege, menyebabkan pergelangan tangan kirinya retak/patah dan tulang jarinya ada yang patah di beberapa bagian.

“Saya selama pemulihan cedera ini latihan lari dan di sepeda “home trainer”, tentu tidak maksimal tapi saya berusaha agar kondisi terjaga,” jelasnya.

“Kondisi tidak terlalu buruk dan kini berlatih di dataran tinggi untuk mendapatkan kondisi pernapasan yang baik meningkatkan Vo2 Max, semoga selama empat minggu ini mampu mencapai peningkatan fisik menghadapi TdF 2023, setiap hari semakin baik kondisi fisik dan pergelangan tangan yang cedera,” tambahnya.

“Saya melakukan simulasi latihan di sepeda “indoor” yang mendekati simulasi balap, dan optimis bisa mencapai sasaran performa yang diharapkan,” tegas Pogacar.

Selama ini Pogacar juara 2 kali TdF (2020, 2021) dalam persiapan lomba sebelumnya belum pernah menghadapi kondisi cedera seperti yang dialami musim ini. Ini adalah pertama kali Pogacar harus berlatih simulasi balap dengan sepeda “indoor” menggunakan power meter, untuk mengganti latihan sebenarnya di jalanan.

Banyak pelatih tim terkemuka seperti Jumbo Visma dan Ineos Greanadier juga kini melakukan latihan simulasi balap di kamp dataran tinggi dengan menggunakan sepeda di “indoor” di kontrol/diawasi dengan “power meter”, tehnik ini digunakan menggantikan latihan di jalanan karena dianggap mampu mendekati latihan di jalanan, dan lebih terkontrol.

Mampukah Pogacar yang cedera lengannya masih belum pulih maksimal bisa bersaing pada lomba sesungguhnya? hanya waktu nya nanti dan saat lomba TdF bergulit yang bisa menilainya.

Pembalap legendaris Eddy Merckx (Belgia) juara TdF 5 kali mengatakan simulasi latihan dengan peralatan canggih di era sekarang memang tak sama di era zamanya tahun 70an ketika Merckx berlomba dan berlatih.

“Tentu jauh berbeda, ‘power output’ kayuhan kini bisa di ukur, tentu lebih akurat, semuanya serba komputer dan digital saat ini, saya kira alat alat canggih ini akan sangat membantu meningkatkan performa asalkan atletnya serius, karena perfoma tak lepas dari kemauan, semangat dan kemampuan. Ini tak kalah pentingnya,” ujar Eddy Merckx pada Eurosport.

“Pogacar adalah atlet yang penuh talenta dan dia serius berlatih tentu dengan latihan simulasi sepeda ‘indoor’ dengan power meter akan bisa membantu menjaga performanya, tapi tangan yang cedera dan berlomba langsung tanpa ikut berlomba sebelumnya akan tidak mudah, semoga saja Pogacar bisa mencapai apa yang diharapkannya, sayapun ingin melihat dengan hanya berlatih simulasi balap di “indoor” performanya bagaimana dibanding atlet yang berlatih langsung di jalan dan uji coba pemanasan lomba,” tutur Merckx.

Kita nantikan kesiapan Tadej Pogacar (UAE Team Emirates/Slovenia) juara 2 kali TdF 2020, 2021 bersaing dengan Jonas Vingegaard (Jumbo Visma/Denmark) juara bertahan TdF 2022 serta para pembalap tangguh lainnya pada TdF 2023, 1 Juli 2023. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.