METRUM
Jelajah Komunitas

Jepang Peringati 75 Tahun Jatuhnya Bom Atom di Hiroshima

ORANG-ORANG lanjut usia yang menjadi penyintas serangan bom atom pertama di dunia kembali berkumpul di Hiroshima, Jepang, hari Kamis (6/8/2020), untuk memperingati 75 tahun serangan tersebut, seperti dilansir dari VOA.

Hadirin dalam kerumunan kecil di Hiroshima Peace Memorial Park berdiri mengheningkan cipta pada pukul 8.15 pagi, persis pada waktu bom atom berjulukan “Little Boy” dijatuhkan dari pesawat tempur AS Enola Gay, menewaskan 140 ribu orang dan mengubah seluruh kota menjadi puing-puing.

Karena wabah virus corona, tidak seperti pada peringatan-peringatan sebelumnya, hanya hibakusha atau penyintas, keluarga mereka dan sejumlah kecil tamu kehormatan yang hadir dalam peringatan penting itu.

PM Shinzo Abe menggunakan pidato tahunannya untuk menjanjikan komitmen Jepang bagi dunia yang bebas nuklir. Ia mengatakan Jepang akan bertindak “sebagai jembatan” antara kekuatan-kekuatan nuklir dunia untuk menciptakan kesamaan landasan dalam upaya mencapai kesepakatan.

Tetapi Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui meminta pemerintah Jepang agar menandatangani dan meratififkasi larangan senjata nuklir PBB yang diadopsi pada tahun 2017, hal yang membuat frustrasi hibakusha yang semakin sedikit jumlahnya. Jepang juga berada dalam perlindungan arsenal nuklir AS, terlepas dari tekad nonnuklir Tokyo.

Tiga hari setelah pengeboman Hiroshima, serangan bom atom ke-dua AS dilakukan terhadap kota Nagasaki, yang menewaskan lebih dari 70 ribu orang. Serangan bom ke-dua ini mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada pasukan Sekutu pada 15 Agustus 1945, mengakhiri Perang Dunia II dan agresi setengah abad Jepang di Asia. (M1-VOA/uh/ab)***

komentar

BACA JUGA:  Jumlah Kasus Baru Covid-19 Capai Rekor Tertinggi

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.