METRUM
Jelajah Komunitas

Kalaripayattu, Ibu dari Seni Beladiri India Berusia 3.000 Tahun

KALARIPAYATTU merupakan seni beladiri yang berasal dari India, tepatnya berada di India Selatan, Kerala. Kalaripayattu merupakan kombinasi dari dua kata yaitu “Kalari” dan “Payattu”. Kalari memiliki arti “medan perang” sedangkan “Payattu” dapat diartikan secara sebagai pertarungan dan latihan.

Kalaripayattu menurut legenda, diperkenalkan oleh Dewa Parasurama, yang merupakan manifestasi dari keenam Dewa Wisnu. Parashurama mengajarkan seni beladiri ini kepada 21 pengikutnya. Seni bela diri ini dipercaya merupakan seni bela diri tertua yang sudah berusia 3.000 tahun lamanya. Kalaripayattu menggunakan teknik menggunakan senjata dari kayu, logam maupun menggunakan tangan kosong.

Ilustrasi Dewa Parasurama
(sumber foto: neopolitico.com).*

Saat ini para ahli sejarah, memperdebatkan asal usul seni beladiri ini dengan menyatakan kalaripayattu berasal kurun waktu antara 200 SM hingga 600 M. Para penulis sejarah, penyair India menggambarkan bahwa seni beladiri ini menggunakan gerakan kaki yang enerjik dan memiliki fleksibilitas yang baik. Menurut para praktisi, seni bela diri ini pada awalnya digunakan untuk berburu hewan liar yang pada akhrinya disempurnakan menjadi sistem untuk mengalahkan dan menangkis musuh secara efisien.

Pada saat kolonialisme Inggris berlangsung, pemerintah Inggris melarang untuk mempelajari seni beladiri kalaripayattu karena menganggap seni beladiri ini berbahaya. Mereka yang mempelajari kalaripayattu saat itu dibunuh oleh pemerintahan Inggris. Agar tidak ketahuan oleh pihak Inggris, kalaripayattu pada akhirnya diajarkan secara rahasia dan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi oleh para praktisi. Setelah India memperoleh kemerdekaan, seni beladiri ini akhirnya bisa dipelajari secara terbuka dan diakui sebagai bagian tradisi di India Selatan.

Kalaripayattu dalam sejarahnya erat berkaitan dengan budaya machismo dengan menganggap para pria yang tidak bisa memegang pedang dianggap tidak maskulin. Dalam seni beladiri Kalaripayattu terdapat tiga gaya yang diakui yang pertama adalah aliran Utara, yang berfokus pada peningkatan kekuatan dan fleksibilitas praktisi, lalu yang kedua yaitu aliran Selatan, yang berfokus pada pukulan dan melakukan serangan dengan senjata, aliran yang terakhir yaitu aliran Tengah merupakan gabungan dari kedua gaya aliran utara dan selatan.

BACA JUGA:  Kerumitan Bisnis antara Hollywood dengan China

Meski erat dengan budaya machismo, praktik beladiri ini juga dilakukan oleh para wanita. Salah satu praktisi wanita yang terkenal saat ini bernama Meenakshi Raghavan yang merupakan seorang guru ahli kalaripayattu. Bahkan dengan dedikasinya yang tinggi, ia diberi penghargaan Padma Shri, yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi di India dan ia juga diberi gelar pahlawan nasional. Raghavan mempromosikan Kalaripayattu sebagai misi untuk menentang kekerasan seksual yang kerap terjadi di India. (Muhammad Fadli Sinatrya/JT)***

komentar

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.