METRUM
Jelajah Komunitas

KDS Sentil Kepala Sekolah: Jabatan Bukan Jalan Cari “Setoran”, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta kepala sekolah tidak terjebak pada urusan jabatan dan kepentingan pribadi. Menurutnya, kepala sekolah merupakan garda terdepan yang menentukan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

Pesan itu disampaikan Dadang saat menghadiri Silaturahmi dan Kunjungan Kerja dalam rangka Penguatan Kinerja Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri se-Sub Rayon 8 Kabupaten Bandung di SMP Negeri 1 Ciparay, Rabu (12/8/2026).

Bupati yang akrab disapa KDS itu memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah. Namun, di balik apresiasi tersebut, ia mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah membawa tanggung jawab besar terhadap masa depan peserta didik.

“Abdi mah sangat hormat ka para kepala sekolah. Abdi sangat apresiasi, karena kepala sekolah itu sebagai garda terdepan dalam pendidikan. Maka harus berpikir bagaimana mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujar KDS.

Ia menegaskan, jabatan kepala sekolah tidak boleh dijadikan kesempatan untuk mengejar keuntungan pribadi. Fokus utama harus tetap pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan peserta didik.

“Jangan berpikir bagaimana untuk memikirkan setoran. Tapi berpikir bagaimana bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak kita sehingga menghasilkan anak-anak yang cerdas, berprestasi dan berakhlakul karimah,” tegasnya.

Kepala Sekolah Diminta Melek AI

KDS mengingatkan tantangan dunia pendidikan semakin kompleks, terutama menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Karena itu, kepala sekolah dan guru dituntut terus meningkatkan kompetensi. Ia bahkan mengingatkan tenaga pendidik jangan sampai tertinggal dari peserta didik dalam memahami teknologi digital.

“kepala sekolah dan para guru jangan sampai kalah oleh murid dalam memahami digitalisasi. Sekarang ada robot, ada AI, ada ChatGPT. Ini harus kita pahami dan manfaatkan secara positif,” katanya.

BACA JUGA:  KDS Siaga Hadapi Kemarau, 27 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terancam Kekeringan

Menurut KDS, penguasaan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ia menyoroti pentingnya big data dalam pengelolaan pendidikan. Sekolah diminta memastikan data pendidikan, termasuk Dapodik, akurat dan diperbarui.

Data tersebut, kata KDS, harus dimanfaatkan untuk memetakan potensi, kemampuan, sekaligus kebutuhan masing-masing peserta didik.

Lima Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

Untuk menghadapi Indonesia Emas 2045, KDS menyampaikan lima hal yang menurutnya perlu diperkuat dalam pengelolaan pendidikan.

Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional sekaligus mampu beradaptasi dengan digitalisasi.

Kedua, memperkuat pengelolaan data agar sekolah memiliki basis informasi yang akurat dalam menentukan kebijakan dan mengembangkan potensi siswa.

Ketiga, memperkuat riset dan pengembangan. Sekolah diminta tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi melakukan kajian terhadap kebutuhan dan persoalan di lingkungan pendidikan.

Penguatan karakter juga menjadi perhatian. KDS mendorong pendidikan Pancasila dan UUD 1945, bahasa serta budaya Sunda, hingga kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Keempat, membangun institusi sekolah yang solid. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa harus menjadi satu kesatuan yang bekerja untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

“Tidak akan disebut kepala sekolah kalau tidak ada guru. Tidak akan disebut kepala sekolah kalau tidak ada murid. Artinya, institusi yang kuat itu adalah kekompakan dalam hal positif untuk memperbaiki sistem,” ujarnya.

Kelima, pengelolaan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab.

KDS meminta kepala sekolah memahami seluruh proses pengelolaan anggaran, bukan sekadar menyerahkan urusan tersebut kepada bendahara atau operator.

“Jangan langsung menandatangani kalau belum memahami. Urusan uang itu sangat sensitif. kepala sekolah harus memahami dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan sekolah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Konflik Membara, Duterte Ancam Habisi Presiden Marcos dan Keluarganya

Pendidikan Jangan Hanya Mengejar Administrasi

KDS juga menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Bandung, termasuk mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun.

Menurutnya, penguatan pendidikan sejak usia dini hingga jenjang menengah merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

“Makanya penting pendidikan dasar. Penting 13 tahun wajib belajar. Kita sukseskan bersama,” katanya.

Terkait program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat, KDS meminta kepala sekolah tidak kehilangan fokus. Menurutnya, program tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana serta kualitas pembelajaran.

“Jangan dibebankan kepada kepala sekolah. Kepala sekolah fokus saja pada peningkatan mutu anak sekolah,” ujarnya.

Guru Diminta Jadi Teladan, Bukan Sekadar Pengajar

KDS juga menyoroti persoalan kedisiplinan dan hubungan emosional antara guru dengan siswa. Ia meminta kepala sekolah dan guru datang lebih awal untuk menyambut peserta didik di gerbang sekolah.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyapa dan bersalaman dapat membangun kedisiplinan sekaligus kedekatan antara guru dan siswa.

“Kalau kepala sekolah dan guru datang lebih awal, menyambut anak-anak, kemudian bersalaman, itu akan membangun kedisiplinan dan hubungan emosional dengan peserta didik,” katanya.

Keteladanan tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai persoalan di lingkungan sekolah, termasuk perundungan dan kekerasan terhadap siswa.

KDS juga meminta kepala sekolah memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial siswa. Ia mencontohkan kebutuhan sederhana seperti sepatu atau perlengkapan sekolah yang tidak mampu dipenuhi keluarga harus terdeteksi dan dicarikan solusi.

“Jangan sombong. Kepala sekolah harus sehat secara sosial. Kalau ada anak didik yang tidak punya sepatu atau ada kebutuhan lainnya, data itu harus diketahui dan dicarikan solusinya,” tuturnya.

Pada akhirnya, KDS meminta kepala sekolah membuktikan integritas bukan melalui jabatan atau seremonial, melainkan lewat kinerja nyata.

BACA JUGA:  Rusuh Usai Laga Arema-Persebaya, 127 Tewas, Puluhan Luka-luka

Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung dan anggaran, tetapi juga oleh integritas orang yang memimpin sekolah. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.