METRUM
Jelajah Komunitas

KOSTUM, Gerakan Pelajar Bersepeda SMPN 36 Bandung

KEMUDAHAN akses dan murahnya dalam mendapatkan kendaraan bermotor membuat sebagian besar orang tua lebih memilih membelikan motor untuk anak-anaknya meski masih di bawah umur, tanpa menyadari bahaya yang mengintai mereka.

Bahkan di kota-kota besar, masih minim orang tua untuk mengarahkan anak-anaknya bersepeda, terutama untuk kebutuhan transportasi ke sekolah dengan alasan ketakutan akan rasa tidak aman dan nyaman mengingat kondisi di jalan yang cenderung membahayakan.

Kalau pun mereka mengizinkan, bersepeda lebih disarankan untuk mengisi waktu di hari libur dan akhir pekan, bersepeda bersama, atau bersepeda di seputar tempat tinggal saja.

Sumbangan helm sepeda dari B2W Indonesia (Foto: Dok. Kostum).*

Atas dasar itulah, sekelompok aktivis peduli keselamatan anak-anak, pemerintah setempat, praktisi, dan aktivis gerakan bersepeda bersama-sama melakukan gerakan dalam upaya membangun budaya bersepeda terhadap para pelajar dirangkai dengan mendorong dinas terkait, pihak sekolah, para pengajar, dan orang tua murid.

Di Bandung, beberapa tahun ke belakang muncul sebuah gerakan bernama Pelajar Nyapedah Saban Sabtu Babarangen (Nyasab) yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bekerjasama dengan komunitas pesepeda dan lingkungan.

Dalam gerakan tersebut, tak hanya mengangkat budaya bersepeda saja, tapi juga budaya tertib, bijak, dan beretika dan patuh terhadap peraturan lalu litas di jalan. Selain itu, di tempat finish kegiatan diberikan ilmu dan wawasan terkait lokasi yang dituju, seperti museum, kampung wisata, gedung bersejarah, taman tematik dan lain-lain. Kegiatan diakhiri makan bersama baik dari perbekalan masing-masing maupun yang disediakan penyelengara dan pendukung acara.

Gobar Mengunjungi Kampung Adat Mahmud (Foto: Dok. Kostum).*

Dilaksanakan seminggu sekali mulai Sabtu pagi hingga menjelang waktu salat Dzuhur, diikuti oleh para inisiator, pelajar dari berbagai sekolah menengah pertama dan atas serta para guru atau pembinanya. Perdana digelar pada 5 Januari 2019 dari tempat titik kumpul utama Plaza Balai Kota menuju Teras Cikapundung, Babakan Siliwangi, Kota Bandung. 

Sayang, seiring datangnya pandemi Covid-19 tahun 2020 yang mengharuskan berbagai aktivitas dihentikan, termasuk kegiatan Gerakan Pelajar Nyasab (GPN) dihentikan sampai batas waktu tertentu yang hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda untuk mulai dan bangkit kembali, apalagi selama masa penghentian gerakan yang dibangun atas dasar kepedulian tersebut mengalami berbagai dinamika yang terjadi.

Komunitas Sepeda Tiga Puluh Enam (KOSTUM)

Pengadaan rambu di sekolah (Foto: Dok. Kostum).*

Menyusul terhentinya program Gerakan Pelajar Nyasab, sebagian guru pembina yang pernah terlibat aktif dalam GPN, kemudian berupaya mengajak dan menggaungkan kembali semangat pelajar berbudaya bersepeda.

Adalah Endang Mujiyatiningsih, ibu guru yang aktif di GPN selaku salah satu pembina pelajar bersepeda Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 21 atau komunitas pesepeda pelajar bernama Salikoer dimana tempat ia mengajar, berupaya menularkan semangat pelajar bersepeda di sekolah yang kini baru ia tempati, yaitu SMP Negeri 36 yang berlokasi di Jalan Caringin, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Diawali saat pembenahan fasiltas sekolah, pada 21 Juli 2022 ia bersama beberapa guru dan pelajar berkumpul dan membentuk komunitas pesepeda SMPN 36 yang kemudian disepakati diberi nama KOSTUM, akronim dari Komunitas Sepeda Tiga Puluh Enam.

Kostum, memiliki visi mendukung program sekolah sehat, edukasi tentang tertib lalu lintas, berbagi ilmu dan pengetahuan. Misinya mengurangi polusi udara dan kemacetan, menanamkan karakter kebaikan, solidaritas dan mencintai lingkungan, mengkampanyekan tertib lalu lintas, serta mengunjungi tempat edukatif dan bersejarah

Sejak dibentuk hingga saat ini telah dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu revitalisasi sarana dan prasarana di sekolah, pemasangan rak sepeda, pemasangan rambu-rambu keselamatan (RASS), edukasi tentang keselamatan bersepeda, dan bersepeda bersama mengunjungi Kampung Adat Mahmud.

Pengadaan parkir sepeda di sekolah (Foto: Dok. Kostum).*

“Harapan saya, semoga banyak pelajar teredukasi bahwa bersepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan dan menyehatkan. Gerakan pelajar bersepeda yang sedang kami lakukan semoga bisa memotivasi dan diadaptasi oleh sekolah lain khususnya untuk tingkat SMP,” papar Endang.

Salam Boseh dan Go Green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: